Menparekraf Promosikan Pariwisata Indonesia di Vatikan

Kompas.com - 05/10/2014, 15:54 WIB
Lapangan Basilika Santo Petrus, Vatikan. KOMPAS/JANNES EUDES WAWALapangan Basilika Santo Petrus, Vatikan.
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu melakukan roadshow sekaligus pameran pariwisata Indonesia di Vatikan melalui serangkaian program penjaringan wisatawan.

Menparekraf Mari Elka Pangestu dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (4/10/2014), menyampaikan dirinya beserta rombongan melakukan serangkaian kunjungan kerja ke Italia (Vatikan, Roma, Florence, dan Venice) hingga 4 Oktober 2014 dalam upaya mempromosikan Indonesia di wilayah itu.

"Pada hari pertama dilakukan audiensi dengan Paus Fransiskus di Vatikan," katanya.

Menparekraf pada kesempatan tersebut menyampaikan salam dari pemerintah Indonesia dan mengundang Paus untuk berkunjung ke Indonesia.

"Bahwa pemerintah RI sejak tahun lalu disediakan tempat oleh pihak Museum Vatikan sebagai courtesy untuk promosi Indonesia dengan memajang miniatur Borobudur, cuplikan relief Borobudur, tenun, batik, patung, wayang kulit, miniatur seperangkat gamelan kuno, dan benda-benda bersejarah lainnya, serta foto-foto yang menggambarkan keindahan beberapa objek wisata di Indonesia," kata Mari ketika berkunjung ke Museum Vatikan yang dipandu oleh Pastor Mapeli, Direktur Museum Vatikan serta didampingi Budiarman Bahar, Duta Besar RI untuk Vatikan.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Museum Vatikan memberikan buku katalog yang berisi keterangan barang-barang koleksi Museum Vatikan dan menyampaikan keinginannya untuk memperpanjang kerja sama antara Indonesia dan Vatikan serta rencananya untuk berkunjung ke Indonesia pada tahun 2015.

KOMPAS/INGKI RINALDI Sebagian pengunjung Museum Vatikan di Roma, Italia, Sabtu (22/2/2014).
Direktur Museum Vatikan juga berharap bisa mendapatkan peta Indonesia untuk memperbarui koleksi peta Indonesia yang sudah kuno untuk ditampilkan di Museum Vatikan.

Menparekraf menyambut baik permintaan itu di samping juga terus berupaya mempromosikan pariwisata Indonesia di Vatikan.

"Tempat ini strategis mengingat setiap harinya sangat ramai oleh pengunjung, mencapai lebih dari 10.000 orang, dan pengunjung merasa puas karena Indonesia menempati lahan yang luas, mempunyai lahan lebih luas dibandingkan dengan negara-negara lainnya yang terdapat pada Museum Vatikan," katanya.

Mari berharap upaya promosi Indonesia ini akan berdampak Indonesia semakin dikenal oleh masyarakat internasional dan informasi yang terpajang di museum dapat lebih menarik wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X