Kompas.com - 06/10/2014, 10:32 WIB
Taoco Cap Meong buatan Nyonya Tasma di Jalan Gunung Lanjung Kilometer 5, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (30/9/2014). KOMPAS/PRIYOMBODOTaoco Cap Meong buatan Nyonya Tasma di Jalan Gunung Lanjung Kilometer 5, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (30/9/2014).
EditorI Made Asdhiana
SETELAH  menikmati perjalanan kereta, ada petualangan menarik menyusuri jejak kuliner masa lalu. Kami memulai  petualangan dari sate maranggi. Sesampainya di Stasiun Cianjur, rasa lapar menusuk perut. Kami tak sabar menyantap makanan khas setempat. Dari lima orang yang kami tanya, paling banyak menyebut sate maranggi.

Kami menemukan Warung Sate Maranggi Ma Nunung, Jalan Hasyim Ashari, sekitar 15 menit dari stasiun menggunakan angkutan kota warna merah. Kedai ini disebut-sebut paling terkenal di Cianjur.

Tak sabar ingin membuktikan, ternyata sate di kedai ini terasa empuk. Dagingnya has dalam. Sebelum dibakar, daging direndam dalam adonan bumbu berupa ketumbar, gula merah, dan kecap. Rasa satenya mirip seperti rasa dendeng, tetapi dagingnya empuk tak berlemak.

Ada pilihan pendamping makan sate maranggi, nasi uduk kuning dan ketan bakar. Sambal oncom sebagai pendamping sate ini tak kalah nendang. Warung ini buka setiap hari pukul 07.00-23.00. Kedai ini tak berubah meski sudah berdiri sejak 1980-an.

Selain sate maranggi, ada juga makanan lawas yang kini mulai langka di Cianjur, yaitu taoge dan taoco atau disingkat dengan geco. Di Cianjur, konon hanya tersisa satu penjual yang terdapat di Jalan Siti Jenab bernama Pak Iding. Geco mirip dengan taoge goreng di Bogor. Bedanya, dari bumbu taoconya dan campuran mi khas Cianjur berwarna kuning gelap.

Dari geco ini kami memulai petualangan menelusuri asal muasal taoco Cianjur. Taoco Cianjur memiliki cerita sejarah panjang. Adapun produsen taoco paling terkenal adalah taoco Cap Meong yang dikembangkan keluarga Tan Ken Yan sejak tahun 1880 hingga kini.

Taoco Cianjur adalah bumbu makanan yang terbuat dari biji kedelai (Glycine max) yang telah direbus, dihaluskan, dan difermentasi berbulan-bulan. Bau taoco Cap Meong terkenal wangi, rasanya khas gurih campur masam. Resepnya dan proses produksinya, ujar Stefani (23), generasi keempat, masih terjaga asli sejak zaman dulu.

Peralatan yang digunakan untuk membuat taoco sebagian sudah berusia puluhan tahun, salah satunya gentong tempat proses fermentasi. Cara masak kedelai pun tetap menggunakan kayu bakar. Taoco Cap Meong dijual dalam kemasan botol ukuran 350 miligram seharga Rp 20.000 dan kemasan 250 miligram seharga Rp 15.000. Taoco ini dapat bertahan lebih dari seminggu tergantung cara penyimpanan. ”Lebih baik diletakkan dalam kulkas,” kata Stefani.

Tidak hanya itu, Cianjur memiliki pabrik roti legendaris Tan Keng Cu. Pabrik ini didirikan keluarga Tan Keng Cu sejak tahun 1926. Bertahun-tahun pabrik itu ikut berkontribusi terhadap perekonomian warga setempat. Pemilik pabrik menjalin kerja sama dengan warga lewat sistem bagi hasil penjualan.

Mereka berjualan di pabrik di sepanjang Jalan HOS Cokroaminoto. Tak ada risiko rugi bagi warga yang menjual roti Tan Keng Cu. Sebab, jika tidak laku, roti dikembalikan ke pabrik.

Selain enak, roti buatan keluarga Tan dikenal murah. Ada berbagai macam roti yang dijual mulai dari harga Rp 2.500 hingga Rp 5.000 per bungkus.

Usaha roti yang kini diteruskan generasi kedua bernama Mulyana Suwarna (73) juga mengalami pasang surut. Produksi roti terhenti dari tahun 1959 hingga 1961 karena pemerintah menghentikan impor terigu. ”Pada 1962 kami mulai memproduksi lagi setelah pemerintah kembali impor terigu,” ujarnya.

Berangkat dari tradisi membuat roti, dari keluarga Tan lahir koki kelas dunia bernama Handi Mulyana. Handi dikenal ahli membuat kue pesanan selebritas dunia. Handi juga mengajar membuat kue di sejumlah sekolah. ”Anak saya sering mengajar kelas membuat roti di Singapura, tetapi tidurnya di Cianjur,” kata Mulyana. (Andy Riza Hidayat/Prasetyo EKo P)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Usia Minimal Bayi yang Boleh Naik Pesawat Menurut Dokter

Ini Usia Minimal Bayi yang Boleh Naik Pesawat Menurut Dokter

Travel Tips
Water Blow di Nusa Dua Bali Kembali Dibuka untuk Turis

Water Blow di Nusa Dua Bali Kembali Dibuka untuk Turis

Travel Update
Catat, 5 Tips agar Barang Tidak Ketinggalan Saat Check-Out Hotel

Catat, 5 Tips agar Barang Tidak Ketinggalan Saat Check-Out Hotel

Travel Tips
Lion Air Akan Layani Rute Manokwari-Jayapura PP, Harga Mulai Rp 484.300

Lion Air Akan Layani Rute Manokwari-Jayapura PP, Harga Mulai Rp 484.300

Travel Update
10 Kafe Instagramable Dago Bandung, Bisa untuk Nongkrong dan Kerja

10 Kafe Instagramable Dago Bandung, Bisa untuk Nongkrong dan Kerja

Jalan Jalan
Sering Dilakukan, 16 Kesalahan Mengemas Barang di Koper Saat Liburan

Sering Dilakukan, 16 Kesalahan Mengemas Barang di Koper Saat Liburan

Travel Tips
Rute Menuju Ngopi di Sawah Bogor, Dekat Gerbang Tol Ciawi

Rute Menuju Ngopi di Sawah Bogor, Dekat Gerbang Tol Ciawi

Jalan Jalan
7 Tempat Makan dengan View Laut di Jakarta, Cocok untuk Lihat Sunset

7 Tempat Makan dengan View Laut di Jakarta, Cocok untuk Lihat Sunset

Jalan Jalan
Obelix Hills, Wisata Selfie Kekinian dengan View Keren di Yogyakarta

Obelix Hills, Wisata Selfie Kekinian dengan View Keren di Yogyakarta

Jalan Jalan
Water Blow Peninsula Nusa Dua Kembali Buka untuk Umum, Segini Tiketnya

Water Blow Peninsula Nusa Dua Kembali Buka untuk Umum, Segini Tiketnya

Travel Update
Indonesia dan Kamboja Lanjutkan Kerja Sama Bidang Pariwisata, Ini 6 Fokusnya

Indonesia dan Kamboja Lanjutkan Kerja Sama Bidang Pariwisata, Ini 6 Fokusnya

Travel Update
Promo Wisata Garuda Indonesia ke 5 Destinasi Super Prioritas

Promo Wisata Garuda Indonesia ke 5 Destinasi Super Prioritas

Travel Promo
Tren Wisata pada Tahun Macan Air, Ini Penjelasannya Menurut Feng Shui

Tren Wisata pada Tahun Macan Air, Ini Penjelasannya Menurut Feng Shui

Travel Update
Megahnya Predjama, Kastel Terbesar Dunia yang Dibangun di Mulut Gua

Megahnya Predjama, Kastel Terbesar Dunia yang Dibangun di Mulut Gua

Jalan Jalan
Berencana Jalan-jalan? Simak Dulu Peruntungan 12 Shio Sepanjang 2022

Berencana Jalan-jalan? Simak Dulu Peruntungan 12 Shio Sepanjang 2022

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.