Kompas.com - 08/10/2014, 23:47 WIB
Penulis Budi Suwarna
|
EditorPalupi Annisa Auliani
KOMPAS.com - Tradisi merencanakan sesuatu di masa depan dilakukan orang Korea sejak di dapur. Menjelang musim semi, mereka ramai-ramai membuat ”kimchi”—asinan sayur terutama kubis, lobak, dan mentimun yang difermentasi—agar tetap bisa makan sayur di musim dingin.

Kimchi sudah seperti makanan pokok buat orang Korea. Menu apa pun hampir pasti disantap bersama kimchi. Itu sebabnya, kimchi menjadi sangat penting dalam kehidupan orang Korea.

Kimchi adalah makanan dari era dinasti kuno Korea. Studi tentang kimchi sebagaimana dikutip dari Asianinfo menyebutkan, orang Korea telah mengonsumsi kimchi lebih dari 4.000 tahun yang lalu. Mungkin bentuknya bukan seperti kimchi sekarang yang pedas oleh cita rasa cabai (Capsicum spp).

Kimchi berbalur cabai kemungkinan baru ada setelah terjadi penyebaran cabai dari tanah aslinya di Amerika Selatan ke berbagai belahan dunia pada abad ke-15 melalui jalur perdagangan.

Nathan Nunn dan Nancy Qian dalam bukunya, The Columbian Exchange: A History of Disease, Food, and Ideas, menyebutkan, tanaman cabai dibawa oleh penjelajah Spanyol dari Amerika Selatan ke Spanyol tahun 1493.

Tanaman itu kemudian dibudidayakan. Dalam waktu singkat, wilayah Eropa tenggara yang membentang dari Spanyol sampai Portugal akrab dengan sengatan pedas cabai (Paul Bosland, History of Chile Pepper).

Kedua negara itu lantas menyebarluaskan cabai ke sejumlah koloni dan daerah yang pernah disinggahinya ketika berdagang rempah, seperti India, Tiongkok, Korea, Jepang, Filipina, Malaka, dan Nusantara. Selanjutnya, rasa pedas cabai menyengat banyak makanan di Asia, termasuk kimchi.

Tak lagi soal musim

Dahulu, orang Korea biasanya membuat kimchi dalam jumlah banyak menjelang musim gugur, yakni sekitar November. Makanan fermentasi itu akan menjadi bekal orang Korea selama melewati musim dingin yang panjang. Ini bagian dari strategi ketahanan pangan orang Korea.

”Kalau tidak membuat kimchi di musim gugur, dulu orang Korea tidak bisa makan sayur di musim dingin,” kata Kim Jum-soon, salah satu warga yang ditemui Kompas saat menyiapkan 30 kilogram kimchi untuk hari raya Chuseok atau thanksgiving ala Korea.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.