Kualitas Arena Bermain Harus Penuhi Standar

Kompas.com - 11/10/2014, 16:09 WIB
Anak-anak berprofesi sebagai pemadam kebakaran saat bermain di Kidzania, Pacific Place, Jakarta, Senin (5/8/2013). Kidzania menjadi salah satu tempat pilihan anak-anak untuk mengisi libur lebaran.  KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESAnak-anak berprofesi sebagai pemadam kebakaran saat bermain di Kidzania, Pacific Place, Jakarta, Senin (5/8/2013). Kidzania menjadi salah satu tempat pilihan anak-anak untuk mengisi libur lebaran.
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS — Walau keberadaannya sudah sangat banyak dan tersebar di seluruh Indonesia, hingga kini arena bermain belum mempunyai standar.

Untuk itu, Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia (ARKI) meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk membuat standar arena bermain. Dengan demikian, pengunjung arena bermain mendapatkan jaminan keamanan dan keselamatan.

”Taman rekreasi sudah mempunyai standar sejak Juli 2014. Namun, arena bermain belum ada,” kata Ketua ARKI Taufik A Wuwu dalam pembukaan pameran FunAsia Expo 2014, Taman Rekreasi dan Atraksi Internasional, di Jakarta, Jumat (10/10/2014).

Arena bermain yang memerlukan standar terutama arena bermain yang terdapat di mal dan pusat perbelanjaan, seperti Timezone, Amazone, dan Fun World.

”Standardisasi ini sangat penting karena jumlah pengunjung sangat banyak, mendatangkan kontribusi yang cukup besar, dan tentunya untuk menjaga keamanan dan keselamatan pengunjung,” kata Taufik.

Tanda tangani

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengatakan, dirinya akan segera menandatangani standardisasi tersebut. ”Sebelum saya mundur, saya berjanji akan menandatangani keputusan itu. Standardisasi penting agar arena bermain itu aman, nyaman, dan profesional,” ujar Mari.

KOMPAS.com / FITRI PRAWITASARI Arena Bermain Khusus Anak-anak di Alun-alun Kota Batu, Malang, Jawa Timur
Menurut Mari, keberadaan taman rekreasi dan arena bermain sangat penting bagi keluarga. ”Taman rekreasi sangat dibutuhkan. Setelah seseorang tidak lagi memikirkan makan, pakaian, dan tempat tinggal, dia butuh tempat rekreasi untuk melepaskan stres dan mendekatkan keluarga,” ujar Mari.

Meningkat

Kebutuhan taman rekreasi itu sangat terlihat dari jumlah kunjungan yang terus meningkat. Jika tahun 2012 tercatat 147 juta orang berkunjung ke taman rekreasi, pada 2013 jumlahnya meningkat menjadi 150 juta orang. Tahun 2014 diprediksi menjadi 155 juta orang.

Tenaga kerja yang terlibat juga cukup besar, yakni 30.000 orang terlibat langsung dan 300.000 orang tidak terlibat langsung.

Sementara itu, kontribusi terhadap pendapatan asli daerah melalui pajak hiburan juga cukup besar dan terus meningkat. Jika tahun 2012 pajak yang terkumpul sebesar Rp 5,6 triliun, pada tahun 2013 sebesar Rp 6 triliun dan tahun 2014 diperkirakan naik menjadi Rp 6,2 triliun.

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA Alun-alun Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (15/11/2013). Penataan yang baik dan penambahan arena bermain oleh Pemerintah Kota Batu membuat alun-alun menjadi sarana sosialisasi yang ramai dikunjungi warga, khususnya pada hari libur.
Saat ini anggota ARKI sudah mencapai 700 dan tersebar di seluruh pelosok Tanah Air. Kebutuhan pun terus meningkat sehingga banyak pemerintah daerah yang ingin mempunyai taman rekreasi dan arena bermain di wilayahnya.

Dari catatan Kompas, arena bermain di beberapa tempat perlu diatur penempatan fasilitasnya. Ada rencana penempatan arena bermain di situs bersejarah ataupun areal hutan. (ARN)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X