Berburu Sari Laut di "Kepala Naga"

Kompas.com - 12/10/2014, 08:55 WIB
Menikmati indahnya pantai dan semilir angin saat makan siang di Restoran Rizky, Karang Serang, Sukadiri, Kabupaten Tangerang. KOMPAS/PINGKAN ELITA DUNDUMenikmati indahnya pantai dan semilir angin saat makan siang di Restoran Rizky, Karang Serang, Sukadiri, Kabupaten Tangerang.
EditorI Made Asdhiana
SETIAP hari, 150-200 ton hasil laut masuk ke Muara Angke, Jakarta Utara. Beraneka jenis ikan, udang, cumi, dan kepiting dijajakan pedagang, baik grosir maupun eceran. Keberadaannya menyokong warung, bistro, dan restoran bertajuk ”seafood” di kawasan itu. Inilah surga bagi pencinta makanan sari laut!

Openrice.com, situs pemandu tempat makan, mencatat 49 restoran yang menyajikan menu sari laut di Kawasan Pluit, Jakarta Utara. Angka itu belum termasuk warung sari laut yang tersebar di wilayah kelurahan seluas 7,7 kilometer persegi itu.

Kawasan yang kerap disebut ”Kepala Naga” ini mencakup Pelabuhan Perikanan Muara Angke yang memiliki pasar grosir dan tempat pelelangan ikan (TPI). Selain dari TPI Muara Angke, hasil laut yang diperdagangkan di Pasar Ikan Muara Angke juga berasal dari Pekalongan, Tuban, Cilacap, dan lainnya.

”Ayo pilih sendiri ikannya. Kami yang memasak, jasanya Rp 10.000,” tawar Mujiyono (34), pemilik rumah makan ”Sinar Sulawesi” di Pusat Jajanan Serba Ikan (Pujaseri) Muara Angke, Jumat (10/10/2014).

Pengunjung bebas memilih dan membeli ikan di pasar, lalu membawanya ke warung makan. Pengelola Pusat Jajan Serba Ikan umumnya mematok tarif jasa bakar atau goreng Rp 10.000 per kilogram, bonus nasi dan sambal. Satu kilogram ikan cukup untuk 3-5 orang.

Dengan Rp 40.000-Rp 50.000, pengunjung bisa membeli satu kilogram ikan bawal, baronang, kakap, dan ayam-ayam segar. Selain itu, Anda bisa membeli kepiting hidup Rp 70.000 atau cumi-cumi Rp 40.000. Ada 48 tempat makan di Pujaseri.

Konsep membeli ikan sendiri, lalu membawanya ke tempat makan ini cukup unik. Sayang, lingkungan Pujaseri kurang terawat. Beberapa titik pasar dan jalan tergenang. Aroma busuk dari tempat pelelangan pun tercium.

Akan tetapi, selain tempat makan kelas kaki lima, pencinta seafood bisa dengan mudah menemukan restoran atau bistro di kawasan itu. Dari sederet lokasi makan, kami menyasar The Shawn’s di Jalan Pluit Kencana Raya, salah satu tempat makan sari laut yang difavoritkan pengunjung dengan komentar positif di situs Openrice.com dan Yukmakan.com.

Benar saja, pelayan bistro ini segera datang ke meja begitu kami duduk. Dia menyarankan menu andalan The Shawn’s, kepiting jumbo dengan pilihan saus tiram, padang, atau lada hitam. Kami memesannya berikut udang pancet madu dan tumis kangkung bawang putih.

Ada beraneka jenis ikan, kerang, dan sayuran ditawarkan The Shawn’s. Jika beruntung, Anda bisa memesan beberapa jenis ikan yang unik, seperti ikan kakak tua yang berdaging gurih, ikan malas, atau ikan gindara yang diyakini mampu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan anti kanker jenis tertentu. Kepada pelayan, kami memesan beberapa jenis ikan itu. Sayang, persediaannya sedang kosong.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X