Gubernur Jateng: Baturraden Aman Dikunjungi Wisatawan - Kompas.com

Gubernur Jateng: Baturraden Aman Dikunjungi Wisatawan

Kompas.com - 12/10/2014, 11:40 WIB
KOMPAS/GREGORIUS MAGNUS FINESSO Situasi Lokawisata Baturaden di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (15/3/2014), masih dipadati wisatawan. Aktivitas wisata di sekitar lereng Gunung Slamet masih normal kendati status gunung tertinggi di Jawa Tengah itu ditetapkan Waspada (level II). Pengelola masih membuka obyek wisata karena obyek wisata tersebut berada di luar kawasan radius bahaya.
PURWOKERTO, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan obyek wisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, tetap aman dikunjungi wisatawan, meskipun aktivitas kegempaan Gunung Slamet masih tinggi.

"Itu (gempa) tidak apa-apa, itu sebentar saja. Nanti kalau kondisi gerakan di dalam perut bumi selesai, menemukan posisi pada titik keseimbangannya akan baik lagi, biasa saja," kata Ganjar, di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (10/10/2014) malam.

Gubernur mengatakan hal itu kepada wartawan usai membuka Festival Jamu dan Kuliner 2014 serta Festival Desa Wisata 2014 di Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto, yang digelar pada 10-12 Oktober 2014.

Menurut Ganjar, jarak aman dari bahaya erupsi Gunung Slamet selalu terpantau sehingga jika lokasi Baturraden terlalu tinggi tentu tidak boleh dikunjungi.

Dalam hal ini, radius bahaya Gunung Slamet hanya sejauh 4 kilometer dari puncak sehingga wilayah di luar radius tersebut aman untuk berbagai aktivitas seperti pertanian dan wisata, sedangkan jarak Baturraden ke puncak sekitar 6 kilometer.

KOMPAS/EDDY HASBY Astuti (kanan) dan Sariyah (kiri) menari di atas panggung di Desa Somakaton, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (19/2/2014). Dua penari lengger ini merupakan generasi penerus Dariah, seorang maestro lengger yang ada di Banyumas.
"Kalau di bawah, malah asyik, bisa merasakan tremor. Ini wisata yang mahal sekali, justru mari kita jual wisata, datanglah ke Baturraden, tempatnya aman, dan sekali-kali anda akan merasakan gerakan-gerakan tremor dari dalam bumi," kata Gubernur.

Ia mengatakan bahwa gerakan yang ditimbulkan akibat gempa tremor jusru menarik sehingga wisatawan jangan ditakut-takuti.

Bahkan, lanjut Ganjar, di luar negeri banyak muncul wisata vulkanologi yang ekstrem dan banyak dikunjungi wisatawan.

"Tidak apa-apa, buat saya asyik-asyik saja. Bahkan, ketika orang mendengar dentuman-dentuman keras, bisa merasakan sensasinya," katanya.

Sementara berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Gunung Slamet pada hari Jumat (10/10/2014), pukul 12.00-18.00 WIB, secara visual teramati mengembuskan asap putih tebal setinggi 150-200 meter yang condong ke arah barat.

AFP PHOTO / STR Erupsi Gunung Slamet terlihat dari arah Brebes, Jawa Tengah, 12 September 2014.
Dari sisi kegempaan, Gunung Slamet masih mengalami gempa tremor menerus.

"Kegempaan vulkanik masih tinggi, status Gunung Slamet masih 'Siaga' atau level III, sehingga masyarakat tidak boleh beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari puncak. Di luar radius tersebut, masyarakat agar tetap tenang, dapat melakukan aktivitas seperti biasa," kata Kepala Badan Geologi Surono.


EditorI Made Asdhiana
SumberAntara

Close Ads X