Kompas.com - 13/10/2014, 13:28 WIB
EditorI Made Asdhiana

“Ini akan sangat menarik karena di mana pun di seluruh dunia yang mempunyai konsumen peminum dan penikmat kopi, Roasting quality dari biji yang disangrai menjadi faktor penentu dalam industri hilir perkopian,” terang Syafrudin.

Syafrudin menjelaskan yang disajikan dalam  ICF Roasting Class nanti adalah pemberian materi, praktik roasting (sangrai) dan cupping, hal tersebut dilakukan berulang-ulang  selama  tiga hari dengan bermacam macam biji kopi yang dipraktikkan secara interaktif.

“Dengan demikan akan terjadi  transformasi ilmu dari pengajar yakni Dr Jake Hu, Roaster Master kaliber dunia dari Taiwan. Peserta hanya dibatasi maksimal 25 orang untuk menjaga kenyamanan dari kelas yang akan diadakan. Peserta terbuka untuk umum. Saat ini sudah terdaftar  20 orang dari berbagai kota di Indonesia, bahkan ada yang dari Timor Timur dan dari Dubai,” terangnya.

Syafrudin optimistis kegiatan ini akan membawa kopi Indonesia lebih dikenal secara komersial ke mancanegara dan juga penetrasi konsumsi kopi dalam negeri lebih besar lagi.

Diikuti Barista Profesional

ICF 2014 juga menggelar Barista Championship (lomba meracik kopi), yang menarik dari perlombaan ini bagaimana peserta atau barista dengan waktu yang sudah ditentukan membuat dan menyajikan kopi yang terbaik kepada juri, dengan disertai penjelasan mengenai kopi dan rasa dari minuman tersebut.

Tuti Mochtar, anggota Steering Committee ICF 2014 menjelaskan kegiatan ICF Barista Championship mengacu pada WBC (World Barista Championship), yaitu dalam waktu 15 menit seorang peserta atau barista harus bisa membuat dan menyajikan 4 cup espresso, 4 cup cappuccino, dan 4 cup signature drink kreasi peserta kepada 4 Sensory Judges (juri). Pada saat membuat, secara teknik akan dinilai oleh 2 teknikal juri, di mana juri ini akan diawasi oleh Head Judge atau kepala juri.

“Peserta lomba tidak hanya barista dari Indonesia, tetapi juara-juara barista dari Malaysia, Myanmar, Filipina, dan Thailand. Target peserta hanya 20 peserta barista saja, dan peserta asing saat ini yang sudah terdaftar sebanyak 6 barista. Mereka yang bertanding adalah barista profesional,” ujar ahli kopi yang kesehariannya sebagai Dirut PT Santino ini.

KOMPAS.COM/DASPRIANI Y ZAMZAMI Nasruddin Ahmad, Barista dari Le Parte Cafe Coffee, menyajikan salah satu racikannya kepada pengunjung di arena Festival Kopi di Taman Sari Banda Aceh, Jumat (22/11/2013) malam. Puluhan Pemilik kafe dan warung kopi memeriahkan kegiatan ini yang digelar hingga Minggu (24/11/2013).
Tuti menjelaskan level barista Indonesia saat ini sudah sangat meningkat, jauh lebih baik dibandingkan tiga tahun sebelumnya. Secara teknik dan pengetahuan tentang kopi, level barista Indonesia sudah sejajar bahkan ada di atas barista negara-negara ASEAN.

“Sampai saat ini, hanya beberapa sekolah tinggi pariwisata yang memasukkan kurikulum tentang kopi. Padahal profesi barista akan meningkat dan menjadi profesi yang menjanjikan seiring dengan meningkatnya pengetahuan dan konsumsi kopi di Indonesia,” jelas Tuti. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.