Kompas.com - 16/10/2014, 08:52 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

 

JAKARTA, KOMPAS.com – “Irrashaimase…” ujar hampir seluruh pelayan dengan intonasi tinggi saat pengunjung datang ke Hokkaido Ramen Santouka. Sambutan selamat datang seperti itu memang biasa ditemui saat menyambangi restoran Jepang dimanapun.

Santouka tak terlalu besar, tetapi cukup nyaman karena warna interior yang teduh, dominan cokelat dengan dinding batu bata tanpa plester. Tamu yang datang akan selalu disuguhkan segelas air putih gratis oleh pelayan sambil menunggu pesanan datang.

Sebagai sebuah restoran Jepang dengan label ramen pada namanya, tentulah ketahuan apa yang menjadi menu utama di sini. Ya, ramen yaitu mi yang menjadi makanan pokok di Jepang sana. “Kalau di Jepang, ramen itu biasa ditemui di rumah-rumah dan menjadi menu pokok. Ramen dapat dinikmati kapan saja, pagi, siang, sore atau pun malam,” ujar Vice President Hokkaido Ramen Santouka Asia Tenggara, Koji Kanoi pada Kompas Travel baru-baru ini di Hokkaido Ramen Santouka Mall Kelapa Gading.

Menariknya, ramen yang disajikan di sini terlihat berbeda. Kalau biasanya menu ramen terkenal dengan porsinya yang besar sehingga memungkinkan untuk dapat dinikmati hingga dua orang, tidak dengan ramen di sini. “Ada juga ramen porsi besar, tapi bertepatan dengan ulang tahun pertama Hokkaido Ramen Santouka, kami menyajikan menu baru yang salah satunya adalah Mini Sized Ramen,” tuturnya.

KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Vegetable Spicy Miso Ramen, perpaduan miso ramen dengan aneka sayuran di Hokkaido Ramen Santouka

Mini Sized Ramen merupakan ramen yang disediakan di menu tetapi dihidangkan dengan porsi kecil. Tak terlalu kecil sebenarnya, cenderung pas untuk ukuran orang Indonesia. “Kami perhatikan pola makan orang Indonesia, mi dianggap sebagai menu sampingan untuk itu mereka tidak terlalu banyak makan mi. oleh karena itu tercetus lah ide untuk menu ini,” ujar Koji lagi.

Ramen ini dihargai Rp 56.000++. Walaupun harga yang ditawarkan dianggap lebih terjangkau karena ukurannya yang lebih kecil, sebenarnya tak terlalu jauh dari harga ramen dengan porsi biasa.

Beberapa menu baru lainnya adalah Vegetable Spicy Miso Ramen yaitu Miso Ramen dengan tambahan sayuran di atasnya. Hampir semua menu ramen yang menggunakan kuah di sini termasuk ke dalam kategori non halal. Tapi bagi mereka yang ingin mencicipi ramen halal, tentu saja dapat mencicipi satu varian ramen yang juga menjadi menu baru di sini, yaitu Yasai Hiyashi Ramen, ramen sayuran tanpa kuah. Ramen ini disebut juga sebagai ramen dingin, kalau sepintas dlihat sajiannya mirip dengan salad karena mi ramen dikelilingi sayuran segar. Pada alas mi juga terdapat mayonnaise sebagai perasa.

“Sebenarnya ramen ini kami khususkan bagi mereka yang vegetarian karena kaya sayuran,” ujar Koji. Untuk mencicipi ramen sayuran ini, pengunjung harus merogoh kocek sebesar Rp 65.000++, porsinya besar sehingga bisa dibagi untuk dua sampai tiga orang.

KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Vegetarian Ramen (Yasai Hiyashi Ramen) merupakan ramen sayuran dengan alas mayonaise

Hanya saja bagi Koji, yang membedakan ramen di sini dengan tempat lain tentunya ada pada ramen berkuah. Kuah ramen di Santouka dinilai lebih kental  dan kuat rasa. “Kalau komentar pengunjung, kuah kami itu sangat terasa dan creamy,” katanya.

Selain menyajikan menu tersebut, pada saya Koji juga menyajikan beberapa makanan pelengkap lainnya, di antaranya onigiri yaitu nasi kepal khas Jepang. Onigiri biasanya dibungkus dengan rumput laut, tapi di sini berbeda. Nasi kepal sudah bercampur dengan salmon dan dibentuk segitiga, lalu rumput laut hanya diberikan sebagai penghias dibagian bawahnya dan hanya berukuran dua jari saja.

Menu pendamping lain, ialah Inari Sushi. Sebagai restoran Jepang tak lengkap rasanya tak menyajikan menu yang satu ini. Tapi lagi-lagi Santouka mengemasnya dengan cukup unik. Hampir saja saya tak mengenali sushi yang satu ini karena warnanya seperti tahu goreng. “Inari Sushi memang merupakan nasi sushi yang dimasukkan dalam kantung yang terbuat dari tahu goreng kering (aburage). Cara makannya tidak memakai sumpit, melainkan langsung dilahap menggunakan tangan,” tukasnya.

Sajian pendamping berikutnya tak kalah membuat berselera. Ebi furai yang dalam satu porsinya terdiri dari tiga buah udang goreng tepung dengan tambahan mayonnaise dalam mangkuk kecil. Menu-menu pendamping ini dihargai mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 75.000. Hampir semua menu pendamping nyaris selalu dipesan sebelum ramen yang dipesan pengunjung datang. Rupanya selain ramen, menu-menu ini sudah mendapat hati bagi pengujung setianya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.