Kompas.com - 18/10/2014, 17:26 WIB
Pendaki menuruni sisi utara Gunung Merapi (2.896 mdpl) menuju pos Pasar Bubrah di jalur Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (8/6/2014). Merapi adalah salah satu gunung berapi teraktif di dunia. Status gunung saat ini normal setelah sempat dinaikkan karena terjadi beberapa erupsi kecil. Pendakian ke gunung ini masih berbahaya penuh material lepas. KOMPAS IMAGES / FIKRIA HIDAYATPendaki menuruni sisi utara Gunung Merapi (2.896 mdpl) menuju pos Pasar Bubrah di jalur Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (8/6/2014). Merapi adalah salah satu gunung berapi teraktif di dunia. Status gunung saat ini normal setelah sempat dinaikkan karena terjadi beberapa erupsi kecil. Pendakian ke gunung ini masih berbahaya penuh material lepas.
EditorI Made Asdhiana

Saat masih tinggal di Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah, Agni kecil gemar bersepeda menyusuri pantai dan berjalan menelusuri gua. Neneknya juga kerap mengajak dia menikmati berbagai makanan di pasar tradisional.

Bagi Agni, perjalanan adalah salah satu cara keluar dari kepenatan kota. Tahun lalu, Agni pergi ke Timor Timur. Selain jalan-jalan dan wisata kuliner, dia meneliti kehidupan masyarakat Tiongkok. Penelitian dipakai untuk bahan disertasi. Dia juga menulis artikel yang dimuat dalam majalah dan situs berita National Geographic Indonesia. ”Kadang-kadang, keluar dari Jakarta itu asyik banget,” kata Agni.

Tak harus jauh

Bagi Farchan Noor Rachman, penulis Backpacking Jepang, travelling tidak berarti pergi ke tempat jauh dengan biaya mahal. ”Mengunjungi museum, menikmati makanan di pasar tradisional, dan berinteraksi dengan masyarakat lokal adalah bagian dari travelling,” katanya.

Saat masih kuliah, bersama sekitar 20 temannya pemuda yang biasa disapa Efenerr mengunjungi berbagai kota di Pulau Jawa. ”Aku dan teman-teman rela tidur di emperan toko atau nginep di kantor polisi. Kalau mau jalan-jalan bisa naik truk atau kereta ekonomi,” kenang Farchan.

Perjalanan mengajarkan Farchan akan makna toleransi. Semangat itu yang membuat dia bertahan hidup di kota besar dengan segala dinamikanya. ”Pernah suatu hari aku mendapat telepon dari orang Papua. Dia marah-marah akan suatu hal. Karena sudah terbiasa berinteraksi dengan orang dari beragam latar belakang, aku menjawab dalam logat Papua. Orang itu langsung melunak dan tidak marah lagi,” kata Farchan yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil itu.

Agni pun menuturkan hal senada. Daripada selalu mengeluhkan kondisi Ibu Kota yang selalu ramai, macet, dan kotor, Agni berusaha menikmati kota ini dengan kacamata seorang ”pejalan”. Setiap akhir pekan Agni jelajah kuliner di Jakarta dan sekitarnya. Dari penjelajahannya itu Agni menemukan menu tradisional yang enak dengan harga terjangkau.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Kunjungan wisatawan mancanegara di Museum Nasional, Jakarta, Jumat (4/10/2013). Beberapa waktu lalu, museum tersebut kehilangan empat artefak berlapis emas yang merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-10 Masehi.
Bagi Teddy dan Maesy, Jakarta memiliki daya tarik berupa sudut-sudut kreatif yang tumbuh antara lain di pasar tradisional dan ruang terbuka hijau. Bagi mereka, Jakarta memang sumpek, tetapi bisa dinikmati asalkan mau membuka diri.

Psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, Irma Gustiana, mengatakan, travelling merupakan cara menghilangkan kejenuhan dan rasa tidak nyaman. ”Kegiatan ini bisa mengurangi stres akibat polusi dan kemacetan hidup di kota besar,” kata Irma.

Menurut Irma, masyarakat perlu menyusun rencana travelling sebaik mungkin, terutama perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan. ”Travelling harus dilakukan secara ’sehat’ dan jangan malah membebani diri sendiri,” katanya. (A14)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisata Soko Langit, Infinity Pool di Wonogiri Tutup Sementara

Wisata Soko Langit, Infinity Pool di Wonogiri Tutup Sementara

Travel Update
Pulau Untung Jawa Kembangkan Kampung Jepang, Ada Pohon Sakura Asli

Pulau Untung Jawa Kembangkan Kampung Jepang, Ada Pohon Sakura Asli

Travel Update
Wings Air Buka Rute Kupang-Lewoleba-Kupang, Mulai dari Rp 400 Ribu

Wings Air Buka Rute Kupang-Lewoleba-Kupang, Mulai dari Rp 400 Ribu

Travel Update
Seluruh Obyek Wisata di Klaten Resmi Tutup Tiap Akhir Pekan

Seluruh Obyek Wisata di Klaten Resmi Tutup Tiap Akhir Pekan

Travel Update
Sandiaga, Salatiga, dan Sambal Tumpang Koyor

Sandiaga, Salatiga, dan Sambal Tumpang Koyor

Travel Update
Museum MACAN Jakarta Tetap Buka, Simak Panduan Berkunjungnya

Museum MACAN Jakarta Tetap Buka, Simak Panduan Berkunjungnya

Jalan Jalan
Simak, Ini Daftar 9 Hotel Karantina WNA dan WNI di Jakarta Selatan

Simak, Ini Daftar 9 Hotel Karantina WNA dan WNI di Jakarta Selatan

Travel Update
Cegah Covid-19, Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal 2021 dan Ubah Hari Libur Nasional

Cegah Covid-19, Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal 2021 dan Ubah Hari Libur Nasional

Travel Update
Wisata Rowo Jombor Klaten akan Direvitalisasi Mulai 16 Juli 2021

Wisata Rowo Jombor Klaten akan Direvitalisasi Mulai 16 Juli 2021

Travel Update
Indahnya Pemandangan Danau Toba dari Ketinggian di Geosite Sipinsur

Indahnya Pemandangan Danau Toba dari Ketinggian di Geosite Sipinsur

Jalan Jalan
Rute Menuju Obelix Hills, Wisata Instagramable Terbaru di Yogyakarta

Rute Menuju Obelix Hills, Wisata Instagramable Terbaru di Yogyakarta

Travel Tips
Thailand Targetkan Pembukaan Penuh Pertengahan Oktober 2021

Thailand Targetkan Pembukaan Penuh Pertengahan Oktober 2021

Travel Update
Cara Pesan Tiket Online Museum Angkut, Wisata Andalan di Kota Batu

Cara Pesan Tiket Online Museum Angkut, Wisata Andalan di Kota Batu

Travel Tips
Mulai Pulih dari Covid-19, Taman Hiburan Disney Akan Gelar Lagi Pertunjukan Kembang Api

Mulai Pulih dari Covid-19, Taman Hiburan Disney Akan Gelar Lagi Pertunjukan Kembang Api

Travel Update
Jam Buka dan Harga Tiket Museum Angkut di Kota Batu Terbaru 2021

Jam Buka dan Harga Tiket Museum Angkut di Kota Batu Terbaru 2021

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X