Kompas.com - 18/10/2014, 19:50 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

“Ada dua fungsi utama ketika pertama kali berdiskusi dengan masyarakat Dusun Meliau ketika bersepakat memilih dan membangun Stasiun Riset Orangutan ini di Desa Melemba. Kami menyebutnya sebagai Stasiun Pengamatan Satwa Liar Peninjau," kata Albertus, Jumat (10/10/2014).

Albertus memaparkan, Meliau merupakan salah satu pilot project program ecotourism di Kapuas Hulu. Selain itu dua tempat lainnya yang masuk dalam program adalah adalah Sadap dan Sungulok Apalin. “Stasiun ini bisa dimanfaatkan untuk pengembangan ecotourism di mana salah satu paket unggulan di Meliau adalah pengamatan orangutan dan turis bisa ikut terlibat dalam monitoring orangutan bersama tim monitoring yang dipimpin oleh masyarakat lokal di Meliau dan Sungai Pelaik. Selain itu, melalui stasiun ini kita ingin terus mendorong agar perhatian pemerintah terhadap Meliau tetap terjaga melalui pembangunan fisik. Tahun 2015 Disbudpar kembali menganggarkan pembangunan jembatan dimulai dari Danau Kasim menuju ke Stasiun ini, melengkapi bangunan stasiun yang telah diinisiasi oleh WWF,” katanya.

Dalam penentuan tapak stasiun ini pun tidaklah mudah. Proses melalui diskusi panjang dengan masyarakat Meliau telah merumuskan blue print ‘zona’ di Bukit Peninjau. Tujuan perumusan ini adalah untuk mengakomodir kebutuhan livelihood masyarakat. Bukit Peninjau di masa lalu adalah salah satu lokasi kebun utama mereka. Masih terdapat sisa-sisa kebun lada (sahang), karet, buah-buahan dan tanaman budidaya lainnya. “Idealnya konservasi mencoba mengakomodir sumber penghidupan masyarakat lokal. Inilah ide mengenai pilihan Bukit Peninjau sebagai lokasi stasiun riset dan bagaimana masyarakat berperan di dalamnya,” ujar Albertus.

Selain itu, fungsi utama lainnya adalah terkait dengan penelitian. Di bagian awal diskusi, Bukit Peninjau dinamakan sebagai Stasiun Riset Orangutan, namun kemudian menyesuaikannya menjadi Stasiun Pengamatan Satwa Liar dengan alasan ada banyak satwa lain yang masih bisa dijumpai di kawasan ini. Namun riset utama tetap orangutan dengan menerapkan penelitian jangka panjang di transek-transek pengamatan yang dilakukan oleh masyarakat lokal dengan training sebelumnya.

Dasar pemilihan stasiun di Bukit Peninjau untuk riset orangutan adalah berdasarkan survei menyeluruh di koridor. Data survey WWF tahun 2009 menunjukkan di ketinggian 50–230 mdpl sebaran orangutan adalah 3,88 individu/km2 (hampir sekitar 4 individu/km2). Ini merupakan salah satu populasi yang terbaik di kawasan sekitar Taman Nasional Danau Sentarum.

“Jadi setiap bulan kita monitoring peluruhan sarang di setiap jalur, mulai dari sarang yang baru dibuat hingga yang sudah hancur untuk mengumpulkan datanya. Nah, dari data yang sudah dikumpulkan selama 2 tahun terakhir, misalnya di bulan Januari ternyata orangutannya berada di jalur satu, bulan berikutnya jalur dua dan seterusnya bisa diketahui orangutannya jalan kemana saja,” kata Albert.

Dari informasi tersebut, seyogianya menjadi sumber informasi bagi para pemandu wisata untuk membawa wisatawan. Selain peluruhan sarang, pengamatan buah juga dilakukan untuk mengetahui pergerakan orangutan dalam mencari makanan. "Jadi korelasinya pada musim buah, misalnya kenapa pada bulan Januari orangutan banyak di jalur satu, karena di situ musim buah apa yang menjadi salah satu pakan orangutan, begitu pula untuk bulan berikutnya," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.