Kompas.com - 19/10/2014, 16:43 WIB
Membuat asap di Kuil Asakusa, Tokyo, Jepang. KOMPAS/WAWAN H PRABOWOMembuat asap di Kuil Asakusa, Tokyo, Jepang.
EditorI Made Asdhiana
WANGI semerbak kemenyan bercampur dengan wangi ragi roti mengharumkan Jalan Nakamise, Tokyo, Jepang, akhir September lalu. Sebuah kawasan yang dipenuhi pedagang makanan dan cendera mata, yang menjadi pintu masuk utama menuju Kuil Asakusa atau akrab dikenal sebagai Asakusa Kannon Temple. Jalan sepanjang 250 meter itu khusus didedikasikan bagi pejalan kaki untuk berbelanja dan berdoa.

Kuil Asakusa menjadi kawasan wisata yang banyak menarik kunjungan wisatawan dari sejumlah negara sepanjang musim. Beragam tradisi di kuil yang dipercaya membawa berkah kebaikan itu menjadi magnet utama yang menarik masyarakat untuk datang. Hal itu juga didukung oleh keberadaan pedagang cendera mata yang menjual barang dagangannya lebih murah daripada di kawasan lain.

Wisatawan yang datang ke Kuil Asakusa akan melewati beberapa bangunan. Ujung dari Jalan Nakamise ini adalah sebuah gerbang yang menjadi pintu masuk ke Kuil Sensoji, yaitu Hozomon Gate. Sebelum menuju kuil utama, pengunjung akan menemukan pancuran air suci dan tempat pembakaran dupa.

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Batang Lidi Keberuntungan di Kuil Asakusa, Tokyo, Jepang.
Ritual yang biasa dilakukan pengunjung sebelum berdoa di dalam kuil itu adalah bersuci di pancuran. Kemudian mereka membeli dupa dan membakarnya di tungku yang berada di depan tangga menuju bangunan utama. Tungku itu selalu dikerumuni orang dan dipenuhi arang yang menyala setiap saat.

Di tungku tersebut, warga berebut mengasapi diri dengan cara mengipas-ngipaskan asap ke badan atau meraup asap dengan tangan dan mengusapkannya ke muka sambil berdoa di depan Kuil Asakusa. Mereka percaya asap yang keluar dari tungku yang berada di halaman Kuil Asakusa itu bisa mengusir berbagai macam penyakit.

Sementara itu, di dalam bangunan utama, pengunjung akan menemukan tempat melempar batangan kayu untuk mengetahui peruntungan. Pengunjung akan mengocok wadah yang berisi batangan kayu untuk mendapatkan salah satu batangan kayu yang terlempar. Pengunjung lalu menuju sebuah lemari untuk mencari potongan kertas yang sesuai dengan angka pada batangan kayu yang terlempar itu. Di kertas itulah konon ramalan nasib orang tersebut tertulis.

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Pintu Gerbang Kuil Asakusa, Tokyo, Jepang.
Kuil Asakusa menjadi potret keabadian tradisi masyarakat Jepang. Jepang selalu dianggap sebagai model negara yang sukses menjalankan modernisasi sembari nguri-uri tradisi. Masyarakat Jepang menjadikan tradisi sebagai landasan kokoh bagi pengembangan modernisasi. (Wawan H Prabowo)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Berdiri Kokoh Sejak 1760

Sejarah Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Berdiri Kokoh Sejak 1760

Jalan Jalan
Kegigihan Industri Perhotelan di Tengah Pandemi dan PPKM Jawa-Bali

Kegigihan Industri Perhotelan di Tengah Pandemi dan PPKM Jawa-Bali

Travel Update
Ancol dan TMII Terapkan Aturan Ganjil Genap hingga 19 September

Ancol dan TMII Terapkan Aturan Ganjil Genap hingga 19 September

Travel Update
Desa Wisata Majapahit Bejijong Mojokerto, Lokasi Wisata Sejarah Kerajaan Majapahit

Desa Wisata Majapahit Bejijong Mojokerto, Lokasi Wisata Sejarah Kerajaan Majapahit

Jalan Jalan
Hari PMI, Peringatan Sejarah Pendirian Kepalangmerahan Tanah Air

Hari PMI, Peringatan Sejarah Pendirian Kepalangmerahan Tanah Air

Jalan Jalan
Jejak Pendirian PMI di Yogyakarta Ada di Museum Benteng Vredeburg

Jejak Pendirian PMI di Yogyakarta Ada di Museum Benteng Vredeburg

Jalan Jalan
6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

Jalan Jalan
Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Travel Update
Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Travel Update
Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Travel Update
Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Travel Update
Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Travel Update
Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Travel Update
Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
Pinus Sari Mangunan Terapkan Ganjil Genap untuk Wisatawan Mulai 17 September

Pinus Sari Mangunan Terapkan Ganjil Genap untuk Wisatawan Mulai 17 September

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.