Kompas.com - 24/10/2014, 17:54 WIB
EditorI Made Asdhiana

Keempat warisan budaya dunia adalah Candi Borobudur, Jawa Tengah (1991); Candi Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta (1991); Situs Manusia Purba Sangiran, Jawa Tengah (1996); dan Subak Bali (2012).

Indonesia juga telah mencatatkan enam warisan budaya tak benda untuk dunia, yaitu wayang, keris, batik, angklung, tari saman, dan tas rajut multifungsi Papua alias noken.

Sebelum diusulkan dan ditetapkan oleh UNESCO, Pemerintah Indonesia menetapkan terlebih dahulu warisan budaya Indonesia.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud Kacung Marijan mengatakan, sejak Indonesia merdeka hingga tahun 2012 tercatat terdapat 2.632 warisan budaya tak benda, tetapi belum ditetapkan. Penetapan warisan budaya tak benda tersebut dimulai pada 2013 sembari terus mencatat. Hingga kini terdapat 4.156 warisan budaya tak benda yang sudah tercatat.

Memaknai penetapan warisan budaya tak benda tersebut barangkali dapat dilihat tulisan budayawan Edi Sedyawati dalam bukunya Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah (PT Rajagrafindo Persada, 2012). Edi menuliskan, adalah tugas kita bersama, para guru, dan para pengisi media massa untuk meningkatkan kesadaran budaya dan kesadaran sejarah terhadap masyarakat luas.

Kesadaran budaya itu antara lain, menurut Edi, ditandai dengan pengertian bahwa di samping merawat dan mengembangkan unsur-unsur warisan budaya, kita sebagai bangsa Indonesia yang bersatu juga sedang mengembangkan sebuah kebudayaan baru, yaitu kebudayaan nasional. Hal itu dapat meningkatkan harkat bangsa. Di samping itu, demikian Edi menulis, kesadaran sejarah pun perlu ditumbuhkan dan ditingkatkan karena dewasa ini terasa masih amat kurang.

Pemerintah telah membuat konsep untuk memelihara warisan budaya tak benda tersebut. Prinsipnya, pengelolaan warisan dunia merupakan tanggung jawab bersama di antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat. Pengelolaannya di bawah kewenangan Kemdikbud. Pengelolaan dimaksud dilakukan dalam hal perlindungan, pengembangan, pemasaran, investasi dan bisnis, serta pemberdayaan masyarakat.

Dari sisi pemerintah, kita berharap banyak kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk memelihara warisan budaya tak benda tersebut. Terlebih lagi dalam pidato pelantikan di depan Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat, 20 Oktober 2014, Joko Widodo menegaskan lagi salah satu ajaran Trisakti Soekarno, yaitu ”Berkepribadian dalam Kebudayaan”.

Sebagai masyarakat, kita juga perlu memelihara warisan budaya nenek moyang tersebut dengan selalu menghidupinya. (Subur Tjahjono)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.