Kompas.com - 25/10/2014, 11:42 WIB
EditorI Made Asdhiana

Di kedalaman lorong Luweng Jaran, kami melewati aliran air yang cukup deras. Terkadang di beberapa ceruk yang kami lintasi airnya hingga setinggi 1 meter. Begitu jernih. ”Segar banget,” kata Polin.

Jika pendaki gunung merasa bangga saat mencapai puncak, lain halnya dengan penelusur goa. Bagi mereka, titik klimaks penelusuran adalah saat menemukan lorong, ruang, dan ceruk baru yang belum pernah dieksplorasi. ”Rasanya beda kalau bisa menemukan chamber (ruangan) yang belum dimasuki orang,” kata Polin.

Lupa waktu

Mengeksplorasi kekayaan alam dunia bawah tanah seolah tidak berujung. Berkawan dengan gelap, bercengkerama dengan keheningan, membuat para penelusur goa lupa akan waktu.

Nanang menceritakan, ia pernah menelusuri sebuah goa di Gombong, Jawa Tengah, sebelum gelap datang hingga mentari pagi muncul. ”Tadinya rencana keluar goa pukul 21.00. Tiba-tiba pas keluar sudah ada matahari, ternyata sudah pukul 06.00!” kisah Nanang.

Begitu juga saat menelusuri Luweng Jaran. Awalnya, kami menyepakati akan keluar mulut goa saat sore atau sebelum gelap. Nyatanya, kami baru mulai meniti tali keluar mulut goa sekitar pukul 19.30.

Meski berada di bawah tanah, para penelusur goa tidak pernah memusuhi kegelapan. Sebab, kegelapanlah yang membentuk kesadaran betapa berharganya cahaya. Setelah keasyikan berada dalam gelap, mereka akan merindu secercah sinar matahari. Cahaya yang menuntun mereka menemukan jalan pulang, membawa kembali ke peradaban.

Luweng Jaran dieksplorasi pertama kali oleh tim ekspedisi asal Australia tahun 1987. Berdasarkan hasil pemetaan dari berbagai penelusuran, lorong Luweng Jaran membentang sepanjang 17 kilometer.

Sekretaris Desa Jlubang, Ponijan, menuturkan, warga setempat menamai goa ini Luweng Jaran sesuai dengan dongeng kuno yakni, kisah mengenai seorang pengelana yang hanyut ke dalam goa beserta kuda yang ditunggangi. Saat itu, hujan deras sedang mendera Desa Jlubang sehingga air bah datang cukup cepat masuk ke mulut goa.

Setelah itu, Luweng Jaran banyak menarik minat penelusur goa dan pegiat alam. Masyarakat setempat menyadari, hal ini akan mendatangkan pemasukan dari kegiatan wisata minat khusus. Mereka kemudian membangun gapura berhiaskan patung kuda yang menjadi penunjuk arah masuk ke Desa Jlubang, tempat Luweng Jaran berada.

Selama Januari-September 2014, sebanyak 48 penelusur goa yang mengeksplorasi Luweng Jaran. Mereka umumnya mahasiswa pencinta alam dan peneliti.

Luweng Jaran merupakan salah satu dari 13 geosite (situs geologi) di Kabupaten Pacitan. Goa ini memiliki sistem pergoaan terpanjang di Jawa dengan jaringan lorong dan sungai bawah tanah yang rumit serta hiasan yang langka. Pemerintah setempat mengusulkan kepada Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) agar kawasan ini ditetapkan sebagai geopark dunia.

Keelokan Luweng Jaran tak terlepas dari panorama struktur geologi yang tersebar di dinding, atap, bahkan lantai goa. Namun, akses dan mulut goa yang vertikal tidak membuat goa ini banyak didatangi. (Harry Susilo)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sederet Hiburan Baru di Ancol, Bisa Dikunjungi Saat Liburan Sekolah

Sederet Hiburan Baru di Ancol, Bisa Dikunjungi Saat Liburan Sekolah

Travel Promo
6 Ide Tempat Wisata Bersama Anak Saat Libur Sekolah

6 Ide Tempat Wisata Bersama Anak Saat Libur Sekolah

Travel Tips
Goa Seplawan, Peninggalan Hindu yang Kaya Makna Kehidupan

Goa Seplawan, Peninggalan Hindu yang Kaya Makna Kehidupan

Jalan Jalan
Cuaca Ekstrem, Hindari Mendaki Gunung Gede Pangrango pada Malam Hari

Cuaca Ekstrem, Hindari Mendaki Gunung Gede Pangrango pada Malam Hari

Travel Update
Libur Sekolah, Tempat Wisata di Gunungkidul Diimbau Ketat Prokes

Libur Sekolah, Tempat Wisata di Gunungkidul Diimbau Ketat Prokes

Travel Update
Way Kambang Edupark di Batang, Wisata Edukasi dengan Wahana Bermain

Way Kambang Edupark di Batang, Wisata Edukasi dengan Wahana Bermain

Jalan Jalan
Tamu dengan Jersey Bola dan Baju Renang Dilarang Masuk Restoran Ini

Tamu dengan Jersey Bola dan Baju Renang Dilarang Masuk Restoran Ini

Travel Update
Tutup 2 Bulan, Universal Studios Beijing Buka Lagi

Tutup 2 Bulan, Universal Studios Beijing Buka Lagi

Travel Update
13 Wisata di Bekasi untuk Anak, Pas Dikunjungi saat Libur Sekolah

13 Wisata di Bekasi untuk Anak, Pas Dikunjungi saat Libur Sekolah

Jalan Jalan
4 Ide Wisata Saat Libur Sekolah untuk Remaja yang Suka Petualangan

4 Ide Wisata Saat Libur Sekolah untuk Remaja yang Suka Petualangan

Travel Tips
Rute ke Taman Bunga Celosia Bandungan di Kaki Gunung Ungaran

Rute ke Taman Bunga Celosia Bandungan di Kaki Gunung Ungaran

Travel Tips
8 Tempat Wisata Kota Solo untuk Ajak Anak-anak Saat Libur Sekolah

8 Tempat Wisata Kota Solo untuk Ajak Anak-anak Saat Libur Sekolah

Jalan Jalan
6 Aturan Nonton Piala Dunia 2022 Qatar, Dilarang Minum Alkohol di Publik

6 Aturan Nonton Piala Dunia 2022 Qatar, Dilarang Minum Alkohol di Publik

Travel Update
50 Besar ADWI 2022, Desa Buwun Sejati Lombok Barat Punya Keragaman Dua Budaya

50 Besar ADWI 2022, Desa Buwun Sejati Lombok Barat Punya Keragaman Dua Budaya

Jalan Jalan
8 Tempat Camping di Yogyakarta, Ada Lokasi Pinggir Waduk dan SungaiĀ 

8 Tempat Camping di Yogyakarta, Ada Lokasi Pinggir Waduk dan SungaiĀ 

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.