Kompas.com - 27/10/2014, 14:46 WIB
Festival Barong Prejeng Etnik Banyuwangi yang digelar di tengah sawah, Minggu (26/10/2014). KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATIFestival Barong Prejeng Etnik Banyuwangi yang digelar di tengah sawah, Minggu (26/10/2014).
|
EditorI Made Asdhiana
BANYUWANGI, KOMPAS.com - Selain Gandrung, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mempunyai seni tradisi yang cukup populer di kalangan masyarakat yaitu kesenian pertunjukan Barong Prejeng. Biasanya, kesenian Barong Prejeng digunakan masyarakat di Kabupaten Banyuwangi untuk "ngarak" pengantin ataupun hajatan sunat.

"Untuk melestarikan tradisi barong ini lah maka Kecamatan Singonjurug mengadakan Festival Barong Prejeng Etnik Banyuwangi yang digelar di tengah sawah. Karena memang barong tidak bisa lepas dari masyarakat agraris," kata Nanik Machrufi, Camat Singonjuruh kepada Kompas.com, Minggu (26/10/2014).

Nanik menjelaskan festival barong tersebut baru pertama kali digelar tahun 2014, dan diharapkan bisa menjadi agenda pada Banyuwangi Festival 2015 nanti.

Pada Festival Barong Prejeng Etnik yang digelar di tengah sawah tersebut, ada 15 grup barong yang terdaftar. Selama 15 menit mereka menampilkan atraksi tari dan musik dihadapan para penonton yang memenuhi arel persawahan.

Kepada Kompas.com, Juwono, salah satu juri menjelaskan ada beberapa yang masuk dalam kriteria penilaian yaitu kelincahan gerak tari pemeran barong, komposisi musik yang dimainkan, penyajian tema dan cerita, serta kreativitas antara teknik dan musik dan kelengkapan.

"Barong prejengan asli Banyuwangi pemainnya hanya satu saja bukan dua orang. Kalau itu ada pengaruh dari barongsai dan juga barong bali. Bentuk kepalanya juga lebih kecil dibandingkan barong bali. Pada barong Banyuwangi juga menggunakan sayap dan mahkota sehingga lebih terlihat gagah," jelas lelaki yang akrab dipanggil Kang Ju tersebut.

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Festival Barong Prejeng Etnik Banyuwangi yang digelar di tengah sawah, Minggu (26/10/2014).
Selain itu ciri khas dari barong prejeng adalah musiknya lebih semangat dan ritme permainan kendang dan gong lebih dinamis. "Barong itu ada dua, barong lakon yang ditampilkan sebagai teater rakyat biasanya dilakukan malam hari. Sedangkan barong prejeng ini untuk ngarak pengantin atau sunatan. Tentunya musiknya harus lebih rancak," jelasnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk tema cerita, lelaki yang berprofesi guru ini menjelaskan jika barong lakon mengangkat cerita tentang Jakripah, seorang perempuan yang mempunyai peliharaan makhluk jadi-jadian yang bernama barong. Sedangkan untuk barong prejeng ceritanya lebih sederhana pada kehidupan sehari hari.

"Ini ada yang mengambil cerita tentang barong stres karena ditinggal oleh temannya," katanya sambil tertawa.
 
Sementara itu dalam buku yang berjudul Barong Using Aset Wisata Budaya Banyuwangi yang diterbitkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi dijelaskan tema cerita yang digunakan dalam pertunjukan Barong Using juga berbeda dengan tema pada pertunjukan barong-barong lainnya.

Pada umumnya tema cerita dalam pertunjukan barong di Jawa menggunakan cerita Panji dan di Bali dengan tema cerita Calonarang atau Kunthisraya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X