Kompas.com - 28/10/2014, 08:21 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Kalau mau tahu suatu negara itu aman atau tidak, lihat saja jumlah wisatawan yang datang. Kalau ramai oleh turis maka negara itu bisa dikatakan aman. Aman bukan hanya untuk dijelajahi tetapi juga untuk investasi. Investasi berarti uang akan datang.

Ingin tahu juga apakah pemerintahan suatu negara itu bekerja melayani rakyatnya atau tidak? Perhatikan saja, apakah informasi dan petunjuk sarana prasarananya mudah dipahami atau tidak. Kalau petunjuk keluar bandara saja tidak jelas, lantas bagaimana masuk ke daerah pedalamannya?

Jadi urusan pariwisata bukan lah tempat kementerian abal–abal atau asal–asal yang menjadi obyek transaksi politik. Pariwisata serupa dengan Kementerian Luar Negeri yang bergengsi itu yaitu sebagai wajah bangsa Indonesia di mata dunia. Mau dipoles bak perempuan seksi cantik kah? Atau dibiarkan sebagai mobil mewah yang hanya parkir saja di garasi rumah?

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Keindahan Pantai Andong, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, salah satu tempat yang minim informasi serta sarana dan prasarana pariwisata.

Modal utama pariwisata adalah sumber daya alamnya tapi akan tanpa arti bila tanpa kelola yang baik. Namanya pariwisata identik dengan jualan. Penjual harus bisa mengemas dengan apik agar menarik dan dibeli orang. Permen jahe di pasar tradisional yang dijual dalam ember plastik hanya laku Rp 1.000 – Rp 2.000. Coba dibungkus dalam plastik berpita. Taruh dalam toples cantik di kafe. Harganya pun melambung bisa Rp 5.000 - Rp 10.000 dan laku terjual. Orang akan bangga membeli dan mencicipinya. Ditambah dengan promosi yang bagus, orang akan datang mencarinya. Sama barang beda perlakuan akan beda pula harganya.

Setiap 5 tahun  dunia pariwisata disuguhi harapan baru ditumpuk pimpinan Kementerian pariwisata. Dengan berbagai judul kementerian yang diubah seiring kebutuhan dan perkembagan zaman tapi seolah Indonesia dihadapi masalah utama yang terus menerus sama yaitu keseriusan membangun wajah pariwisata nasional.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Siswi sekolah dasar berlatih menari di sela-sela acara pemberian beasiswa secara simbolik oleh Bank International Indonesia di Wantilan Kertayasa, Desa Bona, Kecamatan Belahbatu, Gianyar, Bali, Sabtu (15/6/2013).

Sejatinya, rakyat akan serius kalau pemerintah sebagai pemangku kebijakan juga serius. Pekerjaan rumah yang tak kalah berat adalah menyadarkan kementerian dan menteri lainnya beserta unsur daerah untuk serius mengangkat dunia pariwisata Indonesia. Kementerian pariwisata harus jangan pernah lelah menyadarkan teman–temannya dalam setiap rapat kabinet karena Kementerian Pariwisata tak bisa sendirian. Contohnya saja,  Pemda Sumatera Barat berani membuat semua atap gedung pemdanya berbentuk atap rumah Gadang. Di Bali, setiap siswa siswi Sekolah Dasar harus bisa menari tradisional Bali. Itu semua bentuk dukungan penuh terhadap dunia pariwisata, tak ketinggalan budaya nasional.

Di skala yang lebih besar, banyak sarana dan prasarana pariwisata bertumpu di badan kementerian lainnya.  Misalnya: kreativitas suvenir dan kerajinan tangan terkait dengan perindustrian. Pembangunan jalan ada di pembangunan umum. Kecepatan dan ketepatan informasi ada di informatika.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Pegawai Bakpia Pathok 25 di Yogyakarta, wisata kuliner yang mempu meningkatkan perekonomian rakyat.

Dari atas turun ke bawah. Ke bagian ujung tombak pariwisata yang menjadi teman pertama para wisatawan. Bayangkan wisatawan yang datang akan bertanya tentang Indonesia kepada para sopir taksi, para penjual di pasar, dan pegawai hotel. Seperti di Kamboja misalnya, sopir Tuk Tuk (semacam becak motor) diberi pelatihan bahasa Inggris. Hasilnya sopir Tuk Tuk adalah sahabat para turis.

Menghadapi perdagangan bebas dunia, perlunya perlindungan terhadap para stake holder atau pemangku kepentingan seperti pengusaha dan pelaku bidang pariwisata termasuk agen perjalanan dan pramuwisata. Pembinaan, pendidikan dan lisensi bukan lagi sebagai sumber legalitas profesi tetapi sebagai cambuk kemajuan pariwisata.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Gamelan Jawa. Pentingnya pembinaan bagi para ujung tombak pariwisata, termasuk pelaku budaya.

Apalagi pariwisata Indonesia ke depan mulai diramaikan dengan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Kualitas sumber daya manusia diuji dalam setiap ajang MICE. Unsur pariwisata di MICE tidak bisa lagi hanya mengandalkan modal sumber daya alam semata, harus didukung penuh oleh sumber daya manusia yang bekerja didalamnya.

Ya, pariwisata memang tentang kerja dan kerja keras. Tidak bisa lagi hanya mengandalkan pantai yang indah, alam yang hijau, ragam budaya sampai senyum ramah semata. Semua harus dikerjakan. Kalau tidak sekarang, kapan lagi...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

HUT Ke-77 RI, TikTok Ajak 4 Kreator Promosi Wisata Indonesia Selama 77 Jam

HUT Ke-77 RI, TikTok Ajak 4 Kreator Promosi Wisata Indonesia Selama 77 Jam

Travel Update
Panduan Wisata Jakarnaval 2022 di Ancol, Cara Pesan Tiket dan Rutenya

Panduan Wisata Jakarnaval 2022 di Ancol, Cara Pesan Tiket dan Rutenya

Travel Tips
Jelang HUT Ke-77 RI, Kuota Pendakian Gunung Binaiya Maluku Penuh

Jelang HUT Ke-77 RI, Kuota Pendakian Gunung Binaiya Maluku Penuh

Travel Update
Mengenal Desa Wisata Undisan Bali yang Berbasis Komunitas Adat

Mengenal Desa Wisata Undisan Bali yang Berbasis Komunitas Adat

Jalan Jalan
Jadi Lokasi Wahana Kereta Zombie, LRT Jakarta Tetap Beroperasi Normal

Jadi Lokasi Wahana Kereta Zombie, LRT Jakarta Tetap Beroperasi Normal

Travel Update
Sensasi Train to Apocalypse Jakarta, Kabur dari Zombie di Stasiun LRT

Sensasi Train to Apocalypse Jakarta, Kabur dari Zombie di Stasiun LRT

Jalan Jalan
Pop Art Jakarta 2022 di Senayan Park Dibuka Gratis untuk Umum

Pop Art Jakarta 2022 di Senayan Park Dibuka Gratis untuk Umum

Travel Update
Jerman Tolak Paspor RI Tanpa Kolom Tanda Tangan, Ini Kata Imigrasi

Jerman Tolak Paspor RI Tanpa Kolom Tanda Tangan, Ini Kata Imigrasi

Travel Update
20.000 Peserta Ditargetkan Ikut Upacara HUT Ke-77 RI di Gunung Talang

20.000 Peserta Ditargetkan Ikut Upacara HUT Ke-77 RI di Gunung Talang

Travel Update
Apa Tema HUT Ke-77 RI dan Maknanya?

Apa Tema HUT Ke-77 RI dan Maknanya?

Travel Update
10 Aktivitas Wisata di Scientia Square Park Tangerang, Lihat Alpaca

10 Aktivitas Wisata di Scientia Square Park Tangerang, Lihat Alpaca

Jalan Jalan
Tarif Foto Bawah Air dan Beragam Aktivitas di Umbul Ponggok Klaten

Tarif Foto Bawah Air dan Beragam Aktivitas di Umbul Ponggok Klaten

Travel Tips
Pertunjukan Kesenian Jawa Purba Selama 21 Jam Akan Digelar di Purbalingga

Pertunjukan Kesenian Jawa Purba Selama 21 Jam Akan Digelar di Purbalingga

Travel Update
Umbul Ponggok Klaten Aman bagi yang Tidak Bisa Renang, Ini Caranya

Umbul Ponggok Klaten Aman bagi yang Tidak Bisa Renang, Ini Caranya

Travel Tips
Pesona Danau Pading, Bekas Tambang yang Jadi Wisata di Babel

Pesona Danau Pading, Bekas Tambang yang Jadi Wisata di Babel

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.