Pemkot Bandung Undang Tour Operator dan Travel Writer Asia Afrika

Kompas.com - 28/10/2014, 18:53 WIB
Selasa (20/5/2014), Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, menjadi pemandu wisata (tour guide) rombongan turis yang berasal dari Negeri Sakura, Jepang. KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANASelasa (20/5/2014), Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, menjadi pemandu wisata (tour guide) rombongan turis yang berasal dari Negeri Sakura, Jepang.
|
EditorI Made Asdhiana
BANDUNG, KOMPAS.com - Dalam rangka memperkenalkan potensi wisata, Pemerintah Kota Bandung akan mengundang 60 tour operator dan jurnalis (travel writer) dari negara-negara di benua Asia dan Afrika pada tanggal 10 hingga 13 November 2014. Kegiatan ini terselenggara sebagai bentuk nyata dari kerja sama yang telah dilakukan antara Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung (BP2KB) dengan maskapai penerbangan SilkAir.

Kepala BP2KB, Nicolaus Lumanauw menjelaskan, kegiatan yang diberi nama Asia Africa Tourism Famtrip 2014 tersebut masih termasuk dalam rangkaian HUT Konferensi Asia Afrika ke-60 yang rencananya akan diselenggarakan pada level internasional pada bulan April 2016.

Pada kegiatan Famtrip ini, selain melakukan city tour untuk memperkenalkan potensi wisata di Bandung juga akan diadakan rapat bisnis dengan para stakeholder dan pelaku pariwisata Kota Bandung. "Seperti gathering dengan jurnalis dari Asia Afrika dan jurnalis lokal supaya ada pertukaran informasi terutama di bidang pariwisata agar potensi wisata Kota Bandung bisa sampai ke mancanegara. Kita juga wajib memperkenalkan Kota Bandung sebagai tuan rumah Konferensi Asia Afrika," kata Nicolaus saat konferensi pers di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Selasa (28/10/2014).

Dengan dukungan dari SilkAir diharapkan bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Bandung. "Kita berharap bisa menggeser Bali," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandung, Herlan Djoerliawan menambahkan, peningkatan jumlah wisman diharapkan bisa signifikan hingga mampu menggeser Bali. Bahkan, Kota Bandung harus bisa mengembalikan julukan sebagai Paris van Java.

"Paris itu penduduknya sekitar 4 juta, sama dengan Kota Bandung, tapi turis yang datang 34 juta orang. Kota Bandung kemarin masih sekitar 6 juta lebih," tuturnya.

"Belakangan ini Kota Bandung sudah mulai dilirik wisatawan beberapa negara. Kita ingin Bandung dikenal sebagai destinasi wisata kuliner pertama di Indonesia," jelasnya.

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, merupakan bangunan cagar budaya yang memiliki berbagai nilai kelebihan. Bangunan yang didirikan Belanda pada 1920 itu sudah berkonstruksi tahan gempa.
Di tempat yang sama, Station Manager SilkAir Bandung, Zechariah Chai, mengatakan saat ini penerbangan SilkAir ke Bandung sebanyak lima kali dalam seminggu yakni Senin, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu. 

Chai menjelaskan, SilkAir diharapkan menjadi pintu masuk wisman ke Kota Bandung yang akan difokuskan melalui Singapura. Namun tidak menutup kemungkinan ke depan SilkAir juga membuka pintu masuk ke Kota Bandung melalui Kamboja.

Dalam kerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung pada kegiatan Asia Africa Tourism Famtrip 2014 ini, para jurnalis dan juga tour operator yang diundang akan masuk melalui Singapura dan kemudian diantar dengan menggunakan pesawat SilkAir langsung terbang ke Bandung.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X