Kompas.com - 29/10/2014, 18:12 WIB
Perahu nelayan di Pantai Kata, Pariaman, Sumatera Barat, Selasa (7/6/2011). Pantai Kata merupakan salah satu daya tarik wisata pantai di kota Pariaman, Sumatera Barat.  KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESPerahu nelayan di Pantai Kata, Pariaman, Sumatera Barat, Selasa (7/6/2011). Pantai Kata merupakan salah satu daya tarik wisata pantai di kota Pariaman, Sumatera Barat.
EditorNi Luh Made Pertiwi F
PARIAMAN, KOMPAS.com- Keberadaan penginapan (homestay) di Kota Pariaman, Sumatera Barat dapat mendukung sektor pariwisata di kota itu.

"'Homestay' salah satu pendukung sektor pariwisata di Kota Pariaman," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Pariaman, Yusrizal di Pariaman, Selasa (28/10/2014).

Ia menjelaskan, Dinas Pariwisata bersyukur penginapan telah berdiri di Kota Pariaman sehingga wisatawan baik lokal maupun mancanegara betah tinggal untuk menikmati sejumlah obyek wisata yang ada di kota itu.

"Kota Pariaman hanya memiliki satu hotel, lima wisma dan 20 penginapan dengan jumlah kamar sebanyak 41 unit," ungkapnya.

Pemerintah Kota Pariaman sangat mendukung para pengusaha mau mendirikan hotel, wisma maupun penginapan untuk memajukan sektor pariwisata.

"Pendirian penginapan di Kota Pariaman ini juga meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat," jelas Yusrizal.

Sementara itu Wali Kota Pariaman, Mukhlis Rahman menyatakan, para pelaku usaha penginapan untuk terus meningkatkan kebersamaan dan kerja sama diantara sesama pengusaha, supaya bisa bersinergi dalam berinovasi dan berkreasi memajukan bisnis penginapan rumahan ini di Kota Pariaman.

"Semuanya ini tentunya tidak terlepas dari adanya keinginan dari kita bersama untuk mengimbangi perkembangan tuntutan wisatawan dalam pelayanan bisnis kepariwisataan," katanya.

Ia menjelaskan, melalui homestay bisa menawarkan paket-paket wisata kepada siapapun, dengan memanfaatkan seluruh objek dan daya tarik wisata yang ada di wilayah Kota Pariaman.

"Hal ini sesuai dengan Visi Kota Pariaman yaitu Menjadikan Kota Pariaman sebagai kota tujuan wisata dan ekonomi Kreatif yang berbasis budaya dan agama, ini mengandung arti bahwa Kota Pariaman memiliki potensi andalan di bidang pariwisata yang menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang berada diwilayah pesisir pantai," ungkapnya.

Pemerintah Kota Pariaman membuka pintu yang selebar-lebarnya pada segenap kalangan swasta untuk berinvestasi di Kota Pariaman, terutama di bidang sarana kepariwisataan.

"Kota Pariaman memiliki potensi besar kepariwisataan yang prospektif, yang belum sepenuhnya dapat tergarap secara optimal melalui APBD.

Ia menambahkan, pengembangan bisnis wisata di Kota Pariaman, termasuk homestay, dilakukan dengan memanfaatkan tenaga kerja yang ada.

"Jangan sampai pengembangan bisnis wisata, justru mendatangkan para migran baru ke Kota Pariaman, karena proses seperti itu justru akan menimbulkan banyak permasalahan di bidang kependudukan dan bidang kehidupan lainnya, termasuk nilai-nilai budaya kita," tegasnya.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tradisi Larung Kepala Kerbau di Jepara Tetap Dilaksanakan

Tradisi Larung Kepala Kerbau di Jepara Tetap Dilaksanakan

Travel Promo
Sektor Pariwisata Mesir Diharapkan Pulih Akhir Tahun 2021

Sektor Pariwisata Mesir Diharapkan Pulih Akhir Tahun 2021

Travel Update
Travel Bubble Singapura-Hong Kong Resmi Diundur

Travel Bubble Singapura-Hong Kong Resmi Diundur

Travel Update
Disney World Mulai Izinkan Wisatawan Buka Masker di Area Outdoor

Disney World Mulai Izinkan Wisatawan Buka Masker di Area Outdoor

Travel Update
Wisatawan Belum Gunakan Transaksi Nontunai Saat Libur Lebaran di Gunungkidul dan Bantul

Wisatawan Belum Gunakan Transaksi Nontunai Saat Libur Lebaran di Gunungkidul dan Bantul

Travel Update
Kasus Covid-19 Meningkat, China Tutup Pendakian Gunung Everest

Kasus Covid-19 Meningkat, China Tutup Pendakian Gunung Everest

Travel Update
Sebab Perahu Wisata Waduk Kedung Ombo Terbalik: Akibat Berebut Selfie

Sebab Perahu Wisata Waduk Kedung Ombo Terbalik: Akibat Berebut Selfie

Travel Update
5 Wisata Instagramable di Yogyakarta, Pas untuk Pencinta Selfie

5 Wisata Instagramable di Yogyakarta, Pas untuk Pencinta Selfie

Jalan Jalan
Libur Lebaran 2021, Candi Prambanan Sepi Pengunjung

Libur Lebaran 2021, Candi Prambanan Sepi Pengunjung

Travel Update
4 Wisata Hits Majalengka, Pas untuk Liburan yang Menyenangkan

4 Wisata Hits Majalengka, Pas untuk Liburan yang Menyenangkan

Jalan Jalan
5 Pantai Tersembunyi di Gunungkidul dengan Keindahan yang Menawan

5 Pantai Tersembunyi di Gunungkidul dengan Keindahan yang Menawan

Jalan Jalan
Yunani Kembali Sambut Turis Asing Mulai 14 Mei 2021, Ini Aturannya

Yunani Kembali Sambut Turis Asing Mulai 14 Mei 2021, Ini Aturannya

Travel Update
5 Kafe Unik di Tangerang untuk Dikunjungi saat Libur Lebaran

5 Kafe Unik di Tangerang untuk Dikunjungi saat Libur Lebaran

Jalan Jalan
Pantai di Gunungkidul dan Bantul Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran

Pantai di Gunungkidul dan Bantul Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran

Travel Update
5 Tempat Nongkrong Santai di Bogor, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

5 Tempat Nongkrong Santai di Bogor, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X