Kompas.com - 02/11/2014, 10:08 WIB
|
EditorI Made Asdhiana
KAMPUNG Wajo, Desa Wajo, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT menyimpan musik yang sangat unik. Kampung Wajo merupakan kampung adat yang masih mempertahankan musik Ndoto. Dalam bahasa Keo Tengah, Ndoto diartikan bambu. Musik Ndoto adalah musik bambu. Kampung Wajo sudah ditetapkan sebagai kampung wisata karena kekhasan musik Ndotonya.

Dalam festival musik tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kupang 2013, musik Ndoto meraih juara I. Biasanya,  warga enam suku di kampung tersebut memukul musik Ndoto saat ritual Bhei Uwi (Ubi Uwi) yang dilaksanakan setiap tahun. Ritual Bhei Uwi dipersiapkan selama satu tahun. Enam suku yang menghuni Kampung Wajo yang terletak di daerah perbukitan adalah Suku Embulau, Embumani, Kotomena, Kotoradhe, Jemu Dhedhe Wawo dan Jemu Dhedhe Wena.

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Ubi dililit daun pandan oleh anggota suku di Kampung Wajo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Dalam ritual Bhei Uwi, Suku Embulau menyiapkan 24 uwi (ubi), Suku Embumani sebanyak 12 Uwi (Ubi), Suku Kotomena sebanyak 12 Uwi (ubi), Suku Kotoradhe sebanyak 12 Uwi (ubi), Suku Jemu Dhedhe Wawo sebanyak 12 Uwi (ubi) dan Suku Dhedhe Wena sebanyak 12 uwi (ubi).

Demikian dijelaskan Kepala Suku Besar Suku Embulau, Arnoldus Jogo kepada Kompas.com beberapa waktu lalu di Kampung Wajo.

Arnoldus menceriterakan, sebelum wisatawan atau tamu yang diundang menyaksikan puncak upacara Bhei Uwi dengan memukul musik Ndoto, terlebih dahulu dilaksanakan upacara adat di rumah-rumah adat di kampung tersebut.

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Ubi yang sudah dililit daun pandan dipikul oleh anggota suku di Kampung Wajo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Ada prosesi acara adat yang harus dilalui oleh warga suku di kampung itu diantaranya, pertama, Lhae Mbue, daun kacang dibelah dua atau disobek menjadi dua bagian lalu dioles darah ayam yang usia sedang, baik ayam jantan betina maupun jantan. Daging ayam yang sudah diupacarakan itu dimakan oleh dua orang saja yakni Kepala Suku dan ana susu (keturunan anak sulung).

Larangannya, kaum perempuan dan anak-anak tidak boleh makan, jika makan maka akan terjadi malapetaka. Kedua, Ka Mbue Kaju, makan kacang hijau bersama-sama oleh masing-masing anggota suku di kampung itu atau biasanya disebut perjamuan bersama anggota suku. Saat perjamuan bersama itu dilangsungkan juga dengan ketiga yaitu Weka Waka, bicara bersama dengan memberikan nasehat yang positif kepada warga suku di kampung tersebut.

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Ubi diarak ke rumah adat di Kampung Wajo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Selanjutnya, acara keempat, Lemba Uwi, cari ubi dikebun dan disimpan dibelakang rumah adat. Acara kelima Ka Rea, (daun pandan) kaum perempuan khusus istri dari Kepala Suku mengambil daun pandan dikebun. Acara keenam Woe Uwi, ubi dililit dengan daun pandan ditutup sapi dan ubi yang dililit itu tidak boleh rusak.

Lilitan ubi itu sama seperti kerangka mayat dengan diterangi lampu pelita di bagian atas dan bagian bawahnya. Bahkan ada Kepala Suku yang bergadang sepanjang malam untuk menjaga Woe Uwi tersebut sampai pagi. Ada larangan yang harus ditaati warga Suku yakni, perempuan yang sedang hamil tidak boleh memegang Woe Uwi dan suaminya tidak boleh menyentuhnya. Apabila larangan ini tidak ditaati maka seorang perempuan yang sedang hamil maka akan terjadi keguguran.

Nah, pada acara puncak pada pagi harinya, Bhei Uwi (makan ubi). Untuk acara ini ada beberapa tahapan yang harus dilalui yakni, Togi Bobo, gendang khusus adat yang dipukul oleh Kepala Suku Jemu Dhedhe Wena dibelakang rumah. Suku ini sangat spesial memukul gendang dalam acara Bhei Uwi tersebut. Setelah itu, enam Kepala Suku di kampung itu memikul ubi menuju ke rumah adat Peo yang berada di tengah kampung.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pop Art Jakarta 2022 Digelar Mulai 12 Agustus, Ini Cara Pesan Tiketnya

Pop Art Jakarta 2022 Digelar Mulai 12 Agustus, Ini Cara Pesan Tiketnya

Travel Update
HUT Ke-77 RI, Upacara 17 Agustus Akan Digelar di Puncak Gunung Talang

HUT Ke-77 RI, Upacara 17 Agustus Akan Digelar di Puncak Gunung Talang

Travel Update
Jelajahi Ngarai Sianok Sumatera Barat dengan Naik Jip Off-Road

Jelajahi Ngarai Sianok Sumatera Barat dengan Naik Jip Off-Road

Jalan Jalan
Jalan ke Taman Dinosaurus Potorono, Wisata Anak Yogyakarta yang Gratis

Jalan ke Taman Dinosaurus Potorono, Wisata Anak Yogyakarta yang Gratis

Jalan Jalan
Kemenparekraf Siapkan Pola Perjalanan untuk Wisatawan ke TN Komodo

Kemenparekraf Siapkan Pola Perjalanan untuk Wisatawan ke TN Komodo

Travel Update
Tips Berkunjung ke Sawah Segar Sentul Bogor, Naik Kendaraan Pribadi

Tips Berkunjung ke Sawah Segar Sentul Bogor, Naik Kendaraan Pribadi

Travel Tips
Delegasi G20 Akan Kunjungi Museum Maritim di Belitung

Delegasi G20 Akan Kunjungi Museum Maritim di Belitung

Travel Update
Peringati Haul Leluhur Setiap 10 Muharram, Warga Gondanglegi Malang Gelar Arak-Arakan

Peringati Haul Leluhur Setiap 10 Muharram, Warga Gondanglegi Malang Gelar Arak-Arakan

Travel Update
Daftar Kalender Kegiatan Pariwisata Sumatera Barat Agustus-Akhir 2022

Daftar Kalender Kegiatan Pariwisata Sumatera Barat Agustus-Akhir 2022

Travel Update
Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Berlaku Januari 2023, Kemenparekraf: Sambil Dikomunikasikan

Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Berlaku Januari 2023, Kemenparekraf: Sambil Dikomunikasikan

Travel Update
4 Wahana Menarik di Cimory Dairyland Prigen, Cobalah Saat Berkunjung

4 Wahana Menarik di Cimory Dairyland Prigen, Cobalah Saat Berkunjung

Jalan Jalan
Beda Set Menu dan Buffet untuk Makanan Pernikahan

Beda Set Menu dan Buffet untuk Makanan Pernikahan

Travel Tips
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Terbaru Cimory Dairyland Prigen

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Terbaru Cimory Dairyland Prigen

Travel Update
6 Tips Mendaki Gunung Prau Lintas Jalur Patak Banteng-Dieng, Jangan Kesorean

6 Tips Mendaki Gunung Prau Lintas Jalur Patak Banteng-Dieng, Jangan Kesorean

Travel Tips
Itinerary Pendakian Gunung Prau via Patak Banteng Turun Dieng

Itinerary Pendakian Gunung Prau via Patak Banteng Turun Dieng

Itinerary
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.