Pemerintah Diminta Perhatikan Kesenian Betawi

Kompas.com - 02/11/2014, 15:04 WIB
Wisatawan mancanegara berpose dekat patung ondel-ondel dalam rangka Festival Jalan Jaksa, Jakarta Pusat, Jumat (22/8/2014). Festival yang berlangsung hingga hari ini diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pentas seni budaya, hiburan musik, hingga bazar fashion, dan kuliner. KOMPAS/PRIYOMBODOWisatawan mancanegara berpose dekat patung ondel-ondel dalam rangka Festival Jalan Jaksa, Jakarta Pusat, Jumat (22/8/2014). Festival yang berlangsung hingga hari ini diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pentas seni budaya, hiburan musik, hingga bazar fashion, dan kuliner.
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Budayawan Betawi Yahya Adi Saputra meminta pemerintah lebih memperhatikan kesenian Betawi seperti ondel-ondel yang saat ini marak turun ke jalan dengan rombongan pemusik untuk mengamen.

Yahya Adi Saputra di Jakarta, Jumat (31/10/2014), mengatakan dengan masih banyaknya ondel-ondel yang digunakan untuk mengamen di jalan membuktikan bahwa kesenian tradisional masih dipandang sebelah mata.

"Pemerintah daerah harus memberikan ruang khusus bagi para seniman ini sehingga mereka tidak harus mengamen di jalan serta mengganggu arus lalu lintas dan lain sebagainya," katanya.

Menurut Yahya, keberpihakan pemerintah pada kesenian tradisional ini masih kurang, harus ada kebijakan lainnya yang membangun kearifan lokal.

"Memang hal-hal seperti ini tidak hanya terjadi di Jakarta saja, di tempat lain pun masih banyak yang belum memberikan ruang khusus bagi kesenian tradisional, namun sudah seyogianya pemerintah mulai memperhatikan," ujarnya.

Yahya menuturkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 disebutkan bahwa pemerintah DKI Jakarta berkewajiban memelihara kesenian tradisional sehingga harus lebih peduli terhadap kebudayaan Betawi seperti ondel-ondel.

"Selain faktor keberpihakan pemerintah daerah yang masih kurang, faktor ekonomi juga menjadi salah satu alasan banyaknya pengamen menggunakan ondel-ondel ini," katanya lagi.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Tari-tarian khas Betawi ditampilkan pada pembukaan Pasar Seni Jakarta di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (3/11/2013).
Dia menjelaskan faktor ekonomi pada akhirnya mendesak para seniman ondel-ondel untuk turun ke jalan dan mengamen. Padahal seperti layaknya sekolah yang memiliki dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), pemerintah juga bisa memberikan dana seperti itu kepada para seniman tua.

"BOS di sini berarti Bantuan Operasional Sanggar atau Seniman di mana para seniman tua bisa dibantu mengelola kesenian tradisional oleh pemerintah," ujarnya.

Yahya menambahkan seniman tua di Jakarta tercatat kurang lebih sekitar 100 orang, dan bisa dibantu sebesar Rp 2 juta per orang untuk mengelola kesenian tradisional yang dimiliki Jakarta. "Saya rasa pemerintah pasti punya dana untuk kearifan lokal seperti kesenian tradisional ini sehingga sudah seharusnya para seniman tua ini juga dibantu," katanya.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X