Puerto Rico, Liburan Para Selebritis

Kompas.com - 02/11/2014, 16:00 WIB
Old Town (Kota Tua) San Juan, Puerto Rico. Ellen EliawatyOld Town (Kota Tua) San Juan, Puerto Rico.
EditorNi Luh Made Pertiwi F

San Juan National Historic Site adalah pusaka Puerto Rico yang sudah di bawah perlindungan Unesco World Heritage. Banyak sekali negeri kecil yang sangat sadar pada pusaka milik bangsanya, mereka melestarikannya dengan segala daya upaya dan mendaftarkannya kepada PBB untuk mendapat perlindungan badan dunia tersebut, yang secara tidak langsung menaikkan harkat dari destinasi wisata itu sendiri dari peringkat lokal menjadi peringkat international.

Columbus yang menemukan pulau di timur Karibia ini di tahun 1493 dan diberi nama San Juan Bautista. Pada masa itu Spanyol harus menjaga pulau ini dari Belanda, Inggris, dan Perancis yang juga ngiler ingin mencaplok pulau tersebut. Maka mereka membuat benteng di atas bukit ditepi laut ini untuk mengawasi musuh-musuhnya.

Pada akhirnya yang menaklukan Spanyol bukanlah ketiga negara tadi, tetapi Amerika  yang secara geografis letaknya memang berdekatan. Jadilah Puerto Rico menjadi salah satu bagian Amerika Serikat dengan dipimpin oleh seorang Gubernur. Secara otomatis warga Puerto Rico berwarga negara Amerika Serikat tetapi mereka tidak boleh mengikuti Pemilihan Presiden karena Kongres menolaknya dengan berbagai alasan. Bahasa Inggris menjadi bahasa resmi di samping bahasa Spanyol.

Boleh dibilang Budaya Spanyol masih kental mewarnai kehidupan masyarakat terutama dalam arsitektur bangunannya di kota tua. Pintunya yang beronamen cantik dan berwarna-warni khas  yang unik menjadi ikon Puerto Rico. Uniknya lagi, hampir semua jendela dan pintunya ditambah teralis, tidak kalah dengan Jakarta.

Di tengah kota adalah alun-alun tempat orang berkumpul yang dilengkapi pula dengan lapak penjual kerajinan tangan atau suvenir. Ada atraksi burung Kakatua khas Karibia yang dikerumuni turis dari Amerika.

Sopir bilang kami mesti mampir di kafe depan alun-alun yang kopinya paling enak se-Puerto Rico, kalau tidak pasti menyesal! Karena penasaran dibilang begitu, jadi kami ke sana.   Kafenya berupa bangunan kuno yang dibiarkan apa adanya. Mejanya kecil dari marmer mirip Kopitiam di Singapura yang sekarang menjamur di Jakarta.  Untuk duduk di sini tidaklah mudah, karena selalu penuh.  

Seorang barista muda mengolah kopi dengan telaten dan saya duduk di dekatnya. Jadi  sebelum si kopi sampai di meja tamu, saya sudah kenyang mencium aromanya yang harum tanpa harus meminumnya. Saya mencoba roti croissant yang ternyata enak sekali, lembut dengan keharuman yang pas. Rekan saya mencoba kopinya dan manggut-manggut sesudahnya. Saya pun mengerti bahwa kopinya pasti enak! Sampai kinipun, kalau temannya   menanyakan apa  kesannya tentang Puerto Rico, dia selalu bilang Kopi Puerto Rico paling enak sedunia sambil mengacungkan jempol!

Kami berjalan kaki pulang ke kapal sambil membayangkan kafe tadi yang ternyata mendapat penghargaan Winner 2013 dari Trip Advisor, pantaslah! Tiba-tiba kapal kami yang tambun sudah di depan mata. Perasaan senang di Puerto Rico kini menjadi kenangan yang akan dibawa pulang.

Sore hari kapal bertolak lagi. Kembali saya melayangkan pandangan. Kalau tadi pagi Puerto Rico makin lama makin besar dan jelas, kini dia semakin jauh dan semakin kecil.  Saya memandang sambil bergumam menyebutkan tempat-tempat yang kami kunjungi tadi. Sampai akhirnya hilang dari pandangan. Selamat tinggal pulau kenangan. (Ellen Eliawaty)

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X