Kompas.com - 03/11/2014, 12:15 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

Nantinya setelah ritual selesai, maka setiap lelaki yang kerasukan akan digotong pulang oleh keluarganya. "Ya kita gotong ramai-ramai karena mereka sudah nggak kuat apa-apa termasuk jalan pulang ke rumah," pungkasnya.

Kebo-keboan Alas Malang

Bukan hanya Desa Aliyan yang menggelar ritual manusia yang bertingkah seperti kerbau, Desa Alasmalang, Kecamatan Singonjuruh juga menggelar tradisi yang hampir mirip pada hari yang sama Minggu (2/11/2014). Yang membedakan, ritual di Desa Alasmalang sudah berbentuk pertunjukan dan pelaku yang menggunakan kostum kerbau tidak lagi dalam keadaan kesurupan. "Kalau dulu ya mereka kesurupan tapi sudah beberapa tahun terakhir sudah nggak kesurupan. Sudah hanya jadi tontonan. Kesakralannya sudah hilang," jelas Mulud Supriyanto, salah satu warga Desa Alasmalang kepada Kompas.com, di Desa Alasmalang.

Laki-laki yang menjadi kerbau atau dalam bahasa lokal kebo dipilih yang berbadan besar lalu tubuhnya dilumuri lumpur dan oli sehingga berwarna hitam. Lalu mereka akan diarak keliling desa lengkap dengan alat pembajak sawah. Sedangkan di depan seorang perempuan cantik sebagai simbol Dewi Sri membawa benih padi. Sesekali mereka akan menggoda penonton yang melihat dengan menempelkan lumpur yang ada di tubuhnya.


Setelah tiba di sawah, perempuan yang berperan sebagai Dewi Sri tersebut akan menaburkan benih padi yang akan diperebutkan oleh para petani. Mereka percaya jika mendapatkan benih padi tersebut lalu dicampurkan pada benih padi lainnya hasil panen akan bagus dan melimpah. Keriuhan pun terjadi antara petani yang berebut benih padi dengan "kebo-keboan" yang mengiringi Dewi Sri. Mereka yang bergulat dan bergumul di lumpur menjadi atraksi yang menarik dan menegangkan bagi warga yang menyaksikan. "Setiap tahun pasti ikut berebut benih padi," kata Paidi, petani yang tinggal di Desa Alasmalang.

Sementara itu Yanur Bramuda, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi kepada Kompas.com mengatakan tradisi kebo-keboan merupakan salah satu ritual unik yang ada di Kabupaten Banyuwangi yang akan segera dimasukkan kedalam salah satu warisan budaya nasional. "Sudah ada gandrung, seblang dan tumpeng sewu yang masuk di warisan budaya nasional. Dan rencananya tahun 2015 nanti ritual kebo-keboan ini akan kami daftarkan sebagai bentuk kepedulian terhadap tradisi yang ada," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.