Kompas.com - 08/11/2014, 18:21 WIB
Anak-anak Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengikuti kirab tebokan jenang dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1436 Hijriah, akhir Oktober 2014. Jenang merupakan potensi pangan lokal dan tradisional Kudus yang lestari sejak zaman Sunan Kudus hingga kini. Jenang menjadi penghidupan dan penopang ekonomi masyarakat Desa Kaliputu. KOMPAS/ALBERTUS HENDRIYO WIDIAnak-anak Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengikuti kirab tebokan jenang dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1436 Hijriah, akhir Oktober 2014. Jenang merupakan potensi pangan lokal dan tradisional Kudus yang lestari sejak zaman Sunan Kudus hingga kini. Jenang menjadi penghidupan dan penopang ekonomi masyarakat Desa Kaliputu.
EditorI Made Asdhiana
SYUKUR atas pangan dan rezeki melebur dalam kirab tebokan jenang di Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, akhir Oktober lalu. Warna-warni jenang di atas tebokan, gunungan kecil, dan aneka bahan pembuat jenang berbaur dengan kegembiraan warga yang menyambut di tepi jalan.

Tak lupa tokoh cikal bakal jenang kudus, seperti Mbah Dempok Soponyono, cucu Mbah Dempok, Sunan Kudus, dan Syekh Jangkung atau Saridin, dihadirkan. Tokoh itu menjadi pengingat sejarah pangan lokal dan penghargaan atas keberagaman di Kudus.

Mbah Dempok Soponyono, Syekh Jangkung, dan cucu Mbah Dempok melatari lahirnya jenang kudus. Waktu itu, cucu Mbah Dempok mati suri gara-gara diganggu Banaspati, makhluk halus berambut api.

Untuk membangunkannya kembali, Syekh Jangkung meminta kaum ibu membuat jenang bubur gamping. Berkat jenang bubur gamping itulah cucu Mbah Dempok terbebas dari gangguan Banaspati.

Adapun Sunan Kudus adalah salah seorang dari wali sanga yang mengedepankan toleransi atas keberagaman masyarakat dan agama. Untuk menghormati pemeluk agama Hindu, Sunan Kudus melarang pengikutnya menyembelih sapi.

Kirab pengingat sejarah pangan dan keberagaman di Kudus itu berakhir di Pesarean Sedo Mukti. Di pemakaman itulah bupati Kudus tempo dulu dimakamkan. Di tempat itu pula Raden Mas Panji Sosrokartono (1877-1952) yang berjuluk sebagai Mandor Klungsu dan Joko Pring, kakak Raden Ajeng Kartini, dimakamkan.

”Melalui kirab itu, kami ingin bersyukur atas jenang yang menghidupi warga Desa Kaliputu. Melalui kirab itu pula, kami ingin terus melanggengkan keberagaman yang diserukan Sunan Kudus dan Sosrokartono,” kata penggerak Desa Wisata Jenang Kaliputu, Masduki.

Di Desa Kaliputu terdapat tak kurang dari 48 industri jenang skala besar dan kecil, antara lain bermerek Menara, Mubarok, Karomah, Rizona, Kenia, dan Murni. Setiap industri jenang di desa itu menyerap 15-50 tenaga kerja. Setidaknya ada sekitar 960 warga yang bekerja di sektor industri jenang dari total penduduk Desa Kaliputu sebanyak 2.094 orang.

Menurut Masduki, dahulu jenang tidak diperjualbelikan. Sejumlah warga membuat jenang untuk salah satu hidangan wajib setiap kali ada hajatan, terutama pernikahan dan khitanan.

Setelah banyak yang pesan, segelintir warga memberanikan diri memasarkannya di pasar. Waktu itu jenang dijual kiloan dalam bentuk potongan besar dan belum dikemas kecil-kecil.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Jalur Pendakian Gunung Lawu, Mana Favoritmu?

5 Jalur Pendakian Gunung Lawu, Mana Favoritmu?

Jalan Jalan
Kenapa Gunung Lawu Dianggap Sebagai Gunung yang Ramah Pendaki Pemula?

Kenapa Gunung Lawu Dianggap Sebagai Gunung yang Ramah Pendaki Pemula?

Jalan Jalan
Asyik, Danau Maninjau Akan Punya Cable Car

Asyik, Danau Maninjau Akan Punya Cable Car

Travel Update
Tiket Pendakian Gunung Lawu via Cemara Sewu akan Bisa Dibeli Online

Tiket Pendakian Gunung Lawu via Cemara Sewu akan Bisa Dibeli Online

Travel Update
Pendaki Pemula Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pendamping, Bagaimana dengan Jalur Lain?

Pendaki Pemula Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pendamping, Bagaimana dengan Jalur Lain?

Travel Update
Aturan Baru Pendakian Gunung Lawu via Karanganyar, Pemula Wajib Didampingi

Aturan Baru Pendakian Gunung Lawu via Karanganyar, Pemula Wajib Didampingi

Travel Update
Perancis Akan Sambut Turis Asing yang Sudah Vaksinasi Covid-19

Perancis Akan Sambut Turis Asing yang Sudah Vaksinasi Covid-19

Travel Update
Aktivitas Seru di Telaga Batu Bogor, Berenang hingga Trekking

Aktivitas Seru di Telaga Batu Bogor, Berenang hingga Trekking

Jalan Jalan
15 Pulau Terbaik untuk Pensiun Tahun 2021, Ada dari Indonesia

15 Pulau Terbaik untuk Pensiun Tahun 2021, Ada dari Indonesia

Travel Tips
Periode Lebaran 2021, Penjualan Tiket Garuda Indonesia Turun 40 Persen

Periode Lebaran 2021, Penjualan Tiket Garuda Indonesia Turun 40 Persen

Travel Update
4 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Berwisata ke Turki untuk Pemula

4 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Berwisata ke Turki untuk Pemula

Travel Promo
Larangan Mudik, Tren Staycation di Hotel Diprediksi Meningkat Lagi

Larangan Mudik, Tren Staycation di Hotel Diprediksi Meningkat Lagi

Travel Update
Mudik Dilarang, Pegipegi Siapkan Strategi Spesial Lebaran 2021

Mudik Dilarang, Pegipegi Siapkan Strategi Spesial Lebaran 2021

Travel Promo
Mudik Dilarang, Tempat Wisata di Nganjuk Dipastikan Tetap Buka

Mudik Dilarang, Tempat Wisata di Nganjuk Dipastikan Tetap Buka

Travel Update
Rencana Rute Penerbangan Baru Sulawesi Selatan-Sulawesi Tenggara

Rencana Rute Penerbangan Baru Sulawesi Selatan-Sulawesi Tenggara

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X