Kompas.com - 09/11/2014, 14:33 WIB
EditorI Made Asdhiana
ANSEL Jemaat (34), guru olah raga pada salah satu sekolah menengah di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, marah besar ketika membawa puluhan anak sekolah ke Pantai Pede untuk berenang, ternyata pantai itu sudah diberi pagar. Hampir 80 persen kawasan pantai di Labuan Bajo dan sekitarnya telah dikuasai pemodal.

Pede, sebelum Labuan Bajo menjadi destinasi wisata, kawasan seluas 4,5 hektar itu menjadi ruang publik masyarakat Manggarai Raya. Tetapi, sejak awal 2013, pantai itu dialihkan ke PT Sarana Investama Manggabar (SIM). Sesuai rencana PT SIM akan membangun hotel bintang lima di situ. Penyerahan hak guna usaha (HGU) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada SIM, ditentang masyarakat setempat.

Ansel Jemaat, di Labuan Bajo, Selasa (4/11/2014), mengatakan, uang bukan segala-galanya untuk masyarakat Manggarai Raya. Penguasaan Pantai Pede oleh pengusaha, tidak berdampak positif bagi tata cara hidup, pola pikir, tradisi, adat, dan kebersamaan masyarakat Manggarai Raya. Tradisi dan pola hidup masyarakat Manggarai Raya antara lain terbentuk melalui kebersamaan di pantai itu.

”Anak-anak berolahraga di sini. Mereka membentuk karakter mereka sebagai generasi Manggarai yang dekat dengan alam. Persaudaraan dan kebersamaan kami sebagai warga Manggarai, terikat pada satu bahasa daerah, adat istiadat, dan tradisi lokal, terbentuk di sini,” kata Ansel.

Kepala Desa Gorontalo, Labuan Bajo Aladin Nahazar mengatakan, Pantai Pede selama ini menjadi ruang publik bagi masyarakat Manggarai Raya. Berbagai kegiatan massal diselenggarakan di pantai itu antara lain, arisan keluarga (suku), natal bersama, halalbihalal, temu pisah guru dan kepala sekolah, olahraga (berenang) siswa sekolah, kegiatan (rekreasi, olahraga tarik tambang, dan voli pantai) 17 Agustus, dan bahkan puncak Sail Komodo 2013 berlangsung di pantai itu.

Sebelum Labuan Bajo menjadi destinasi wisata nasional dan internasional, masyarakat Manggarai Raya setiap Sabtu, Minggu, dan hari-hari libur mendatangi pantai itu untuk berekreasi. Anak-anak sekolah yang melakukan latihan berenang, dan kegiatan olahraga lain pun berlangsung di pantai itu.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Peserta Wonderful Adventure Indonesia Asia Pasific Hash 2014 di Pantai Pede, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (11/5/2014).
Namun, dengan pemagaran pantai sepanjang hampir 1 km mengikuti garis pantai, membuat warga setempat tidak nyaman. Aladin selaku kepala desa setempat langsung turun tangan, minta agar pemagaran dihentikan. Sebagian kawasan yang sudah dipagari, diberi akses jalan masuk ke pantai sehingga masyarakat terutama nelayan lokal bisa masuk ke kawasan itu.

Pantai itu telah diapit hotel berbintang seperti La Prima, Bintang Flores, dan Hotel Jayakarta di bagian timur dan barat. Pede masih menyisakan semangat dan harapan bagi masyarakat lokal yang datang ke lokasi itu untuk berekreasi, dan nelayan masih sempat menambatkan perahu di sana.

Ia menilai, hampir 80 persen pesisir pantai di Labuan Bajo termasuk sejumlah kecamatan di Manggarai Barat sudah dikuasai pengusaha dari luar. Luas Manggarai Barat 10.000,47 km2, terdiri dari luas daratan hanya 2.947,50 km2, sedangkan luas lautan 7.052,97 km2. Jika kawasan daratan dikuasai pemodal 80 persen atau 2.358 km2, masyarakat asli Manggarai Barat semakin tersingkir.

”Pengalaman di daerah lain, ketika pemodal menguasai wilayah-wilayah strategis, masyarakat setempat akan tersingkir, dan menjadi penduduk paling marjinal di daerah itu. Masyarakat asli Labuan Bajo dan Manggarai Raya pun akan mengalami situasi seperti itu,” kata Aladin.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Travel Tips
Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Travel Update
Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Jalan Jalan
Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Travel Update
Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Travel Update
Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Travel Update
Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Jalan Jalan
6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

Travel Tips
Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Travel Update
Ada 'Fashion Week' di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Ada "Fashion Week" di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Jalan Jalan
Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Travel Update
Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Travel Tips
Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Travel Update
Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.