Tiga Gili di Selat Lombok

Kompas.com - 10/11/2014, 17:07 WIB
Wisman di Gili Air, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Selasa (2/7/2013). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAWisman di Gili Air, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Selasa (2/7/2013).
EditorNi Luh Made Pertiwi F
GILI artinya pulau kecil. Di Lombok, ada "trio gili" yang sangat terkenal karena keindahan pantainya, yaitu, Gili Terawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Berangkat ke gili dari Lombok bisa ditempuh dengan naik kapal dari Teluk Nara atau Pulau Bangsal.

Perjalanan ke Gili Trawangan, yang letaknya paling jauh dari Lombok hanya perlu waktu setengah jam. Untuk berpindah dari satu gili ke gili lainnya hanya butuh waktu sekitar 10 menit dengan kapal. Ketiga gili ini paling ramai dikunjungi wisatawan pada Juni sampai Agustus.

Mereka datang untuk snorkeling, menyelam, juga berselancar. Selain pantainya bagus dan aman, ketiga gili ini disukai karena udaranya bersih. Di pulai ini, memang tidak diperbolehkan ada kendaraan bermotor. Untuk bepergian, orang harus berjalan kaki, naik sepeda, atau naik cidomo .

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Kapal Marina Srikandi 11 di Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (18/4/2014).
Gili Air

Gili air banyak menarik wisatawan untuk berlibur karena tempatnya tenang dan indah. Pulau ini terletak paling dekat dengan Lombok. Luas Gili Air sekitar 188 ha. Penghuninya sekitar 1.562 orang. Di Gili Air ada sekolah dari TK sampai SMA.

Lokasi terbaik untuk menyelam dan snorkeling berada di pantai sebelah timur Gili Air. Di pantai ini kita bisa melihat penyu, ikan, dan koral warna-warni.

Gili Meno

Gili Meno luasnya 150 ha dan bisa dikelilingi dalam waktu 1,5 jam menggunakan cidomo. Lautnya bersih dan menjadi tujuan snorkeling dan selam karena terumbu karangnya cantik. Di pulau ini ada danau air asin yang dimanfaatkan penduduk setempat untuk membuat garam. Penduduk Gili meno yang sudah tua, biasanya menjadi nelayan.

Dengan semakin banyaknya wisatawan, ada banyak pekerjaan lain yang bisa dilakukan. Seperti, bekerja di hotel, mengajar menyelam, menjadi kusir cidomo, dan sebagainya. Di Gili Meno tidak ada sekolah. Anak-anak bersekolah di Gili Trawangan. Mereka mendapat bantuan sekolah gratis dan uang makan harian dari lembaga sosial YACOUBA.

Lembaga dari Italia itu mengumpulkan dana dengan menjual kalender, kaos dan kartu pos dengan foto Gili Meno. Di pulau ini ada Gili Meno Bird Park. Selain mengoleksi burung, di taman wisata ini juga ada buaya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Cidomo di Gili Trawangan, Lombok, NTB.
Gili Trawangan

Gili Trawangan paling ramai dan sering dipakai untuk mengadakan pesta pribadi. Banyak penginapan dan restoran di sepanjang pantainya. Bahkan ada tempat untuk menyaksikan matahari terbenam. Luas Gili Trawangan 340 ha dengan jumlah penduduk 1529 orang.

Pada musim libur, jumlah wisatawan yang datang dalam satu kapal bisa mencapai 100 orang. Jumlah kapal yang datang bisa mencapai 10 kapal perhari. Selain cidomo, di pulau ini juga da cikar dangol, semacam cidomo tetapi tanpa atap karena digunakan untuk mengangkut barang.

Di Gili Trawangan, ada tempat penangkaran penyu yang dibuat oleh Gili Eco Trust. Dua kali dalam setahun, diadakan pelepasan penyu ke laut. Penyu-penyu ini menjadi daya tarik istimewa bagi turis yang menyelam dan snorkeling . (Oliviaks/Potret Negeriku)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Kidnesia
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X