Setu Babakan Jadi Destinasi Wisata Modern pada 2020

Kompas.com - 11/11/2014, 15:47 WIB
Pengunjung melihat pentas lenong yang dimainkan kelompok seni Bina Irama di kawasan wisata Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (13/5/2012). KOMPAS/IWAN SETIYAWANPengunjung melihat pentas lenong yang dimainkan kelompok seni Bina Irama di kawasan wisata Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (13/5/2012).
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Perkampungan budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan ditargetkan akan menjadi wisata modern pada 2020. Hal tersebut disampaikan oleh anggota Komite Kesenian dan Pemasaran Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Indra Sutisna di Jakarta, Senin (10/11/2014).

"Kalau pembangunan di semua zona sudah rampung dan sumber daya manusianya sudah siap, Setu Babakan sebagai pusat kebudayaan Betawi akan menjadi tempat wisata yang maju, mandiri dan modern," kata Indra.

Ia menjelaskan untuk menjadi destinasi wisata modern ini, pembangunan fisik dan non fisik harus sejalan karena keduanya harus saling mendukung.

Pembangunan fisik dibagi menjadi tiga zona yakni zona A yang merupakan pusat Setu Babakan berupa, museum, galeri dan ruang serbaguna.

Berikutnya zona B sebagai pusat kuliner yang difungsikan sebagai tempatnya kuliner nusantara, dari kuliner Betawi hingga kuliner nusantara dan pedagang kaki lima (PKL) yang berada disekitar danau Setu Babakan.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Pengunjung melihat pentas lenong yang dimainkan kelompok seni Bina Irama di kawasan wisata Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (13/5/2012).
Selanjutnya zona C berupa perkampungan mini Betawi yang dibangun di atas pulau kecil di tengah danau. Walaupun pembangunan fisik selesai pada 2020 namun pembangunan non fisik terus berlangsung karena inilah yang menopang keberlangsungan wisata Betawi ini. "Non fisik ini menyangkut kesiapan masyarakat sekitar Setu Babakan menjadi masyarakat sadar wisata," katanya.

Pembangunan non fisik itu antara lain penguatan seni budaya seperti pelatihan menyajikan makanan kepada tamu, menyiapkan home stay kepada pengunjung, dan menjadi pemandu wisata.

Saat ini setiap hari Minggu, Setu Babakan menampilkan pertunjukan budaya Betawi seperti tari-tarian, lenong dan demo masak. "Pengunjung juga sering nginap biasanya mahasiswa pariwisata dari luar Jakarta. Mereka datang untuk belajar budaya Betawi di kampung ini," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X