Kompas.com - 12/11/2014, 12:41 WIB
EditorI Made Asdhiana
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Ngopi saat ini telah menjadi budaya urban yang jamak ditemukan di berbagai kota besar termasuk Yogyakarta. Seiring dengan hal tersebut, juga semakin banyak bermunculan coffee shop yang memberikan kualitas kopi yang baik dan kenyamanan tempat.

Tetapi tidak semua orang bisa setiap saat menikmati kopi di coffee shop karena harganya yang terbilang cukup tinggi. Berangkat dari hal tersebut, Fajar Adi Winarko membuat sebuah coffee shop bernama Buun Koeffie.

Konsep dari coffee shop ini adalah berjualan menggunakan gerobak layaknya kaki lima, tetapi kualitas kopi yang dijual sesuai standar coffee shop.

Fajar mengatakan, dirinya mendirikan usaha ini untuk memberikan kopi yang berkualitas kepada masyarakat dengan harga yang murah. Bahkan untuk memberikan kualitas kopi terbaik kepada masyarakat, Fajar bersama tiga rekannya yang lain yang menjalankan usaha tersebut memiliki kebun kopi sendiri seluas sembilan hektar di Bogor, Jawa Barat.

"Kami menanam sendiri jenis kopi robusta secara organik, dan kami beri nama Sunda Surlili. Dari setiap satu ton kopi hasil panen, kami sortir menjadi 80 kilogram kopi terbaik dan itu yang kami gunakan di kedai kami yang ada di sini dan di Bekasi," ungkap Fajar saat ditemui di kedainya yang berada di Jalan Ipda Tut Harsono 8 Yogyakarta.

Dengan memiliki kebun sendiri, menurut Fajar, kualitas kopi yang dihasilkan benar-benar terkontrol kualitasnya mulai dari penanaman hingga disajikan dalam sebuah cangkir.

Selain menyajikan kopi yang dinamai sendiri, Buun Koeffie juga menyajikan kopi Luwak Liberika. Menurut Fajar, kopi jenis ini keberadaannya sangat langka di Indonesia. Bahkan Direktorat Jenderal Perkebunan Departemen Pertanian telah menyatakan kopi jenis Liberika sulit ditemukan di Indonesia.

"Kopi jenis ini diperoleh dari daerah Jambi, dan kopi luwak ini dihasilkan dari luwak liar. Sekarang kopi jenis Liberika hanya ditemukan di daerah Kalimantan dan Jambi," tambah Fajar.

Untuk Kopi Luwak Liberika, hanya dijual Rp 50.000 per cangkir. Menurut Fajar, harga tersebut jauh di bawah harga kopi luwak yang dijual di hotel maupun di coffee shop lain yang harganya minimal Rp 100.000 per cangkir. Itu pun untuk jenis arabika. Karena jarang coffee shop maupun hotel yang memiliki kopi jenis Liberika. (mim)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Travel Tips
Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Travel Update
Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Travel Update
18 Pelanggaran pada Pendakian Gunung Prau, Ada yang Sanksinya Pidana

18 Pelanggaran pada Pendakian Gunung Prau, Ada yang Sanksinya Pidana

Travel Tips
Tour 6 Hari 5 Malam di Pulau Flores, Kunjungi Kampung Tradisional

Tour 6 Hari 5 Malam di Pulau Flores, Kunjungi Kampung Tradisional

Jalan Jalan
Hotel Artotel Batam Dibuka, Tawarkan Tarif Menginap Mulai Rp 598.000

Hotel Artotel Batam Dibuka, Tawarkan Tarif Menginap Mulai Rp 598.000

Travel Update
Travelin Fest Digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tawarkan Aneka Promo

Travelin Fest Digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tawarkan Aneka Promo

Travel Promo
Apa Bedanya Paspor Biasa dan Paspor Elektronik?

Apa Bedanya Paspor Biasa dan Paspor Elektronik?

Travel Tips
HUT Ke-77 RI, TikTok Ajak 4 Kreator Promosi Wisata Indonesia Selama 77 Jam

HUT Ke-77 RI, TikTok Ajak 4 Kreator Promosi Wisata Indonesia Selama 77 Jam

Travel Update
Panduan Wisata Jakarnaval 2022 di Ancol, Cara Pesan Tiket dan Rutenya

Panduan Wisata Jakarnaval 2022 di Ancol, Cara Pesan Tiket dan Rutenya

Travel Tips
Jelang HUT Ke-77 RI, Kuota Pendakian Gunung Binaiya Maluku Penuh

Jelang HUT Ke-77 RI, Kuota Pendakian Gunung Binaiya Maluku Penuh

Travel Update
Mengenal Desa Wisata Undisan Bali yang Berbasis Komunitas Adat

Mengenal Desa Wisata Undisan Bali yang Berbasis Komunitas Adat

Jalan Jalan
Jadi Lokasi Wahana Kereta Zombie, LRT Jakarta Tetap Beroperasi Normal

Jadi Lokasi Wahana Kereta Zombie, LRT Jakarta Tetap Beroperasi Normal

Travel Update
Sensasi Train to Apocalypse Jakarta, Kabur dari Zombie di Stasiun LRT

Sensasi Train to Apocalypse Jakarta, Kabur dari Zombie di Stasiun LRT

Jalan Jalan
Pop Art Jakarta 2022 di Senayan Park Dibuka Gratis untuk Umum

Pop Art Jakarta 2022 di Senayan Park Dibuka Gratis untuk Umum

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.