Kompas.com - 15/11/2014, 11:49 WIB
Pintu masuk bagi wisatawan di Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, lengang karena obyek wisata tersebut masih ditutup, Sabtu (15/2/2014). Masih tebalnya abu vulkanik dari Gunung Kelud yang menyelimuti seluruh wilayah Yogyakarta membuat sebagian besar obyek wisata di kota tersebut belum dapat beroperasi. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOPintu masuk bagi wisatawan di Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, lengang karena obyek wisata tersebut masih ditutup, Sabtu (15/2/2014). Masih tebalnya abu vulkanik dari Gunung Kelud yang menyelimuti seluruh wilayah Yogyakarta membuat sebagian besar obyek wisata di kota tersebut belum dapat beroperasi.
EditorNi Luh Made Pertiwi F

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi biro perjalanan wisata di Yogyakarta memberikan apresiasi positif terhadap rencana "shuttle" wisata di kawasan Keraton Yogyakarta, namun tetap berharap adanya kepastian ketersediaan kendaraan tersebut untuk membawa wisatawan yang datang.

"Simulasi sudah dilakukan, namun kami berharap Pemerintah Kota Yogyakarta dan operator kendaraan wisata tetap memberikan ruang diskusi bagi kami untuk menyampaikan masukan seperti kepastian ketersediaan kendaraan untuk membawa wisatawan," kata Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY Edwin Ismedi Himna di Yogyakarta, Jumat (14/11/2014).

Menurut dia, kepastian ketersediaan kendaraan wisata tersebut perlu menjadi fokus perhatian pemerintah daerah dan operator kendaraan terlebih pada saat puncak kunjungan wisata di Kota Yogyakarta.

Selama ini, lanjut dia, kawasan Keraton Yogyakarta masih menjadi tujuan wisata utama di Kota Yogyakarta sehingga obyek wisata tersebut tidak hanya dikunjungi oleh wisatawan domestik tetapi juga oleh wisatawan asing.

"Banyak wisatawan asing yang menghabiskan waktunya di Yogyakarta usai berkunjung ke Bali, khususnya dari Jepang. Mereka biasanya menghabiskan waktu satu hari di Yogyakarta sehingga masalah waktu menjadi sangat penting," katanya.

Saat simulasi "shutlle" wisata yang dilakukan pekan lalu, waktu tempuh dari Taman Parkir Ngabean menuju Keraton Yogyakarta adalah sekitar empat menit.

"Waktunya cukup. Harapannya, kendaraan wisata ini selalu tersedia sehingga tidak mengganggu jadwal kunjungan wisatawan di Yogyakarta," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Sekretaris Forum Komunikasi Kawasan Alun-Alun Utara (FKKAU) Yogyakarta Krisnadi mengatakan, simulasi kendaraan wisata untuk kawasan keraton berjalan cukup baik. Rute kendaraan saat simulasi adalah dari Taman Parkir Ngabean menuju Pagelaran, Keben, Magangan, Taman Sari dan kembali ke Ngabean.

"Waktu tempuh sekitar 20 hingga 30 menit. Ada beberapa titik yang mengalami kepadatan lalu lintas seperti di Jalan Kauman dan Rotowijayan. Tetapi, kendaraan bisa berjalan dengan lancar," katanya.

FKKAU selaku operator kendaraan wisata, lanjut dia, masih melakukan penghitungan potensi wisatawan yang akan memanfaatkan kendaraan wisata tersebut.

Halaman:


Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Nataru, DIY Siapkan 500 Personel untuk Awasi Tempat Wisata dan Penyekatan

Libur Nataru, DIY Siapkan 500 Personel untuk Awasi Tempat Wisata dan Penyekatan

Travel Update
4 Etika Bawa Tas Ransel di Pesawat, Jangan Sampai Memukul Orang Lain

4 Etika Bawa Tas Ransel di Pesawat, Jangan Sampai Memukul Orang Lain

Travel Tips
Kongres ke-V JKPI di Bogor, 40 Kepada Derah akan Bahas Isu Budaya dan Sejarah

Kongres ke-V JKPI di Bogor, 40 Kepada Derah akan Bahas Isu Budaya dan Sejarah

Travel Update
Desa Nglanggeran di Yogyakarta Raih Gelar Desa Wisata Terbaik Dunia UNWTO 2021

Desa Nglanggeran di Yogyakarta Raih Gelar Desa Wisata Terbaik Dunia UNWTO 2021

Travel Update
Tutup Hampir 2 Tahun, Fiji Siap Sambut Turis Asing

Tutup Hampir 2 Tahun, Fiji Siap Sambut Turis Asing

Travel Update
6 Tips Tidur Nyenyak di Pesawat yang Bisa Dicoba

6 Tips Tidur Nyenyak di Pesawat yang Bisa Dicoba

Travel Tips
Atlantis Water Adventure Ancol Sudah Buka, Simak 7 Syarat Berkunjungnya

Atlantis Water Adventure Ancol Sudah Buka, Simak 7 Syarat Berkunjungnya

Travel Update
Hotel Artotel Suites Bianti - Yogyakarta Resmi Dibuka

Hotel Artotel Suites Bianti - Yogyakarta Resmi Dibuka

Travel Update
Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Anjlok hingga 64,37 Persen Sepanjang 2021

Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Anjlok hingga 64,37 Persen Sepanjang 2021

Travel Update
Tingkat Okupansi Hotel Bintang di Indonesia Mulai Membaik, tapi...

Tingkat Okupansi Hotel Bintang di Indonesia Mulai Membaik, tapi...

Travel Update
Durasi Karantina WNI dan WNA di Indonesia Jadi 10 Hari Mulai 3 Desember

Durasi Karantina WNI dan WNA di Indonesia Jadi 10 Hari Mulai 3 Desember

Travel Update
Timor Leste Dominasi Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia per Oktober 2021

Timor Leste Dominasi Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia per Oktober 2021

Travel Update
Banyak Turis Asing ke Indonesia, Tapi Sedikit yang Tiba di Bali pada Oktober 2021

Banyak Turis Asing ke Indonesia, Tapi Sedikit yang Tiba di Bali pada Oktober 2021

Travel Update
Sebanyak 151.032 Turis Asing Kunjungi Indonesia pada Oktober 2021, Naik Dibanding September

Sebanyak 151.032 Turis Asing Kunjungi Indonesia pada Oktober 2021, Naik Dibanding September

Travel Update
Nglanggeran Masuk Daftar Best Tourism Villages UNWTO Diharapkan Menginspirasi Desa Wisata Lain

Nglanggeran Masuk Daftar Best Tourism Villages UNWTO Diharapkan Menginspirasi Desa Wisata Lain

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.