Kompas.com - 21/11/2014, 12:52 WIB
Kelompok Saandiko dari Bukittinggi PINYU RAMADHANIKelompok Saandiko dari Bukittinggi
EditorI Made Asdhiana
YANG tradisional itu kontemporer, yang kontemporer itu tradisional. Tak ada dikotomi di antara keduanya, sejauh orang mampu memaknakan tubuhnya dalam kesadaran: tubuh inilah ihwal segala hal. Ia adalah entitas kebudayaan paling konkret: klasik, tradisional, modern, kontemporer, atau apa saja Anda menyebutnya.

Dari geladi tubuh sebagai penari itulah, Ery Mefri, koreografer kelahiran Solok, Sumatera Barat, 23 Juni 1958, berhasil membangun sanggar yang dijadikan tempat pertunjukan sekaligus tempat tinggal di kawasan Balai Baru, Padang. Ia membangun sanggar yang ia namakan Ladang Tari Nan Jombang itu secara bertahap. Panggung pertunjukan yang cukup berkelas selesai dibangun beberapa bulan lalu. Sebagai premier, sebagian besar acara festival seni pertunjukan internasional bertajuk ”Padang Bagalanggang”, selama seminggu di pekan terakhir bulan Oktober lalu, dilangsungkan di tempat ini.

Setiap malam, selain seniman dan mahasiswa, tempat pertunjukan dijubeli juga orang-orang kampung sekitar, terdiri dari anak-anak sampai kakek-nenek. Mereka tak beringsut, mematuhi tata tertib menonton pertunjukan modern, misalnya tak keluar masuk selama pertunjukan, tidak ngobrol, tidak bertepuk tangan sebelum pertunjukan berakhir, dan lain-lain. Mereka benar-benar menyimak, tidak sebagaimana perilaku sebagian kelas menengah urban, yang nonton pertunjukan kontemporer demi gengsi. Hampir semua peserta dari mancanegara menyatakan ketakjubannya pada atmosfer acara ini.

Penggagas festival—tahun ini merupakan tahun kedua—adalah Ery Mefri dan seniman setempat Ibrahim Illyas. Pendanaan didukung oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Padang. Kepala BPNB Padang Nurmatias, berbeda dibanding umumnya pejabat yang setelah pidato pembukaan selalu kabur beralasan ada urusan penting, tiap malam menongkrongi acara hingga usai.

Musik dan gerak

Rianto Dewandaru, seniman kelahiran Banyumas, Jawa Tengah, yang belakangan banyak berkarya di Jepang, membuka festival dengan nomor Body Without Brain. Selain eksekusi yang luar biasa dari gagasan mengenai tubuh/badan tanpa otak itu, karya ini memberi sinyal akan keseluruhan acara: perayaan atas tubuh. Tubuh adalah entitas tersendiri, memiliki dinamika sendiri, kadang otonom, dalam bahasa Rianto: tubuh lebih cerdas dari otak.

Di panggung, Rianto dan penarinya, Stepanus Adi Pratiswa, hanya menggerakkan tubuh seperti orang berlari secara bergantian. Tanpa penjelasan lebih lanjut sekalipun, orang akan menangkap, ini memang tubuh tanpa otak.

Kalau Rianto dengan Body Without Brain mengungkapkan sesuatu yang sangat mendasar dalam relasi antara tubuh dan otak, maka Kana Ote dari Jepang lewat karya berjudul Shell menampilkan dimensi lain dari tubuh, dengan tekanan pada kemungkinan estetik yang bisa lahir lewat tubuh. Selama 33 menit penonton tercekam oleh gerak dan geliat tubuh gadis belia ini, yang membentuk konfigurasi-konfigurasi tak terduga. Inilah wujud sublim dari estetika tubuh.

PINYU RAMADHANI Kana Ote, dari Jepang
Anna Estelles bersama Akar Dance Theater yang berkedudukan di Yogya menampilkan Red, sebuah eksplorasi aspek sensorik tubuh. Sebuah eksperimen, bagaimana dengan itu lalu muncul kegembiraan. Dengan kata lain, kegembiraan sebenarnya bisa berasal bukan hanya dari otak atau hati, melainkan juga tubuh. Ini yang disebut kegembiraan tubuh—untuk membedakan dengan kegembiraan hati, meski kelihatannya keduanya tidak ada bedanya.

Hal serupa dilakukan oleh Impessa dengan koreografer Joni Andra yang berasal dari Sumatera Barat. Ia menampilkan sebuah pertunjukan yang cantik. Dalam bahasa setempat: rancak bana....

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tips Pilih Kursi untuk Anak Saat Naik Pesawat agar Lebih Nyaman

Tips Pilih Kursi untuk Anak Saat Naik Pesawat agar Lebih Nyaman

Travel Tips
Bandara Halim Tutup Sementara, Citilink Alihkan Operasional ke Soekarno-Hatta

Bandara Halim Tutup Sementara, Citilink Alihkan Operasional ke Soekarno-Hatta

Travel Update
Satu Kapal Feri Per Hari Disiapkan untuk Travel Bubble Indonesia-Singapura

Satu Kapal Feri Per Hari Disiapkan untuk Travel Bubble Indonesia-Singapura

Travel Update
Minho SHINee Jadi 'Guide' untuk Gwanghwamun, Korea Selatan

Minho SHINee Jadi "Guide" untuk Gwanghwamun, Korea Selatan

Travel Update
Asita Sambut Baik Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura, tetapi...

Asita Sambut Baik Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura, tetapi...

Travel Update
Zeround EduPark Pangandaran Segera Buka, Kenalkan Aneka Jenis Reptil

Zeround EduPark Pangandaran Segera Buka, Kenalkan Aneka Jenis Reptil

Jalan Jalan
Berburu Kuliner Legendaris di Kwitang Jakarta Pusat, Ada Es Krim Baltic sejak 1939

Berburu Kuliner Legendaris di Kwitang Jakarta Pusat, Ada Es Krim Baltic sejak 1939

Jalan Jalan
5 Fakta Menarik Gedung Sarinah yang Akan Dibuka Kembali Maret 2022

5 Fakta Menarik Gedung Sarinah yang Akan Dibuka Kembali Maret 2022

Jalan Jalan
13 Wisata di Majalengka Jawa Barat, dari Curug hingga Terasering

13 Wisata di Majalengka Jawa Barat, dari Curug hingga Terasering

Jalan Jalan
Abang Expo 2022 di Lhokseumawe, Ada Pameran Foto sampai Pemuataran Film

Abang Expo 2022 di Lhokseumawe, Ada Pameran Foto sampai Pemuataran Film

Jalan Jalan
Bukit Jamur Ciwidey, Wisata Alam Pohon Cemara dan Kebun Teh

Bukit Jamur Ciwidey, Wisata Alam Pohon Cemara dan Kebun Teh

Jalan Jalan
Thamrin Skycrapers, Kenali Sejarah Gedung-gedung Pencakar Langit Sambil Jalan Kaki

Thamrin Skycrapers, Kenali Sejarah Gedung-gedung Pencakar Langit Sambil Jalan Kaki

Jalan Jalan
Makan Steak Anti-mainstream di Docafe Surabaya

Makan Steak Anti-mainstream di Docafe Surabaya

Jalan Jalan
6 Wisata Sekitar Gunung Bromo, Ada Air Terjun Tertinggi di Jawa

6 Wisata Sekitar Gunung Bromo, Ada Air Terjun Tertinggi di Jawa

Jalan Jalan
Sandiaga Uno: TMII Sedang Ditata Ulang untuk Hadirkan Wajah Baru

Sandiaga Uno: TMII Sedang Ditata Ulang untuk Hadirkan Wajah Baru

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.