Ketika Tersihir Pulau Balak

Kompas.com - 21/11/2014, 17:33 WIB
Sebuah kapal bersandar di Pulau Balak, Kabupaten Pesawaran, Lampung, beberapa waktu lalu. Pulau Balak menyuguhkan wisata alam yang lengkap berupa perpaduan bebatuan padas di sisi timur dan selatan serta hamparan pasir putih di sisi barat dan utara. Wisata alam Pulau Balak semakin lengkap dengan keindahan bawah laut yang bisa dinikmati dengan snorkeling dan diving. 
KOMPAS/ANGGER PUTRANTOSebuah kapal bersandar di Pulau Balak, Kabupaten Pesawaran, Lampung, beberapa waktu lalu. Pulau Balak menyuguhkan wisata alam yang lengkap berupa perpaduan bebatuan padas di sisi timur dan selatan serta hamparan pasir putih di sisi barat dan utara. Wisata alam Pulau Balak semakin lengkap dengan keindahan bawah laut yang bisa dinikmati dengan snorkeling dan diving.
EditorI Made Asdhiana
UNIK dan memesona. Itulah kalimat yang tepat untuk melukiskan Pulau Balak di Kabupaten Pesawaran, Lampung. Dalam areal seluas 200 hektar tampak perpaduan antara bebatuan padas di sisi timur dan selatan serta hamparan pasir putih di sisi barat dan utara.

Pasir putih yang lembut terhampar bagaikan permadani. Pantai berpasir tersebut cukup landai dan luas. Ada sisa-sisa batang kayu di hamparan pasir itu seolah pernah ditumbuhi pohon. Jika Anda menyusuri sisi timur dan selatan Pulau Balak, tampak tebing bebatuan yang menyerupai dinding setinggi belasan meter.

Pesisir Pulau Balak banyak ditumbuhi tanaman pantai, misalnya ketapang, putat laut, waru laut, dan rumput angin. Di tengah pulau didominasi kelapa, kakao, duku, dan sejumlah tanaman lain.

Letak Pulau Balak yang berada dalam Teluk Punduh Pidada membuat air di sekitarnya cukup tenang. Kondisi tersebut mempermudah para penyelam menikmati keindahan terumbu karang di sekitar Pulau Balak. Sekitar 80 persen terumbu karang di perairan ini masih terjaga.

”Salah satu kelebihan terumbu karang di Pulau Balak adalah keberadaan terumbu karang yang indah itu tidak begitu dalam. Bahkan, saat air surut pun terumbu karang kadang bisa kelihatan jelas dari permukaan laut,” kata pembina klub selam anemon, Felix Dwi Agung Widodo atau Dodo (36).

Tak butuh waktu lama untuk menuju ke titik terumbu karang, hanya lima menit menyeberang menggunakan perahu dari dermaga Pulau Balak. Bahkan, berbekal perlengkapan selam sederhana berupa kacamata renang (goggles), alat bantu pernapasan (snorkel), sepatu katak (fins), dan rompi pelampung, pengunjung bisa langsung menikmati pesona aneka terumbu karang.

Di kedalaman 2 meter, terumbu karang dengan aneka ikan hias dengan mudah dijumpai. ”Di satu sisi memang mengasyikkan bisa melihat keindahan terumbu karang di kedalaman 2 meter. Namun, di sisi lain, terumbu karang kadang cepat rusak karena tidak sengaja terinjak penyelam pemula,” ujar Dodo.

Salah satu kekhasan alam bawah laut di perairan Pulau Balak adalah memiliki komposisi terumbu karang yang rapat. Terumbu karang jenis Oxypora lacera, Pectinia lactuca, dan Montipora digitata mudah ditemui di sana. Ikan hias beraneka jenis dan warna juga hidup di antara terumbu karang tersebut.

Apabila beruntung, penyelam bisa bertemu dengan penyu sisik yang sesekali berenang di sekitar perairan Pulau Balak. ”Pada musim tertentu, sejumlah penyu sisik memilih bertelur di pesisir pantai Pulau Balak,” ucap Dodo.

Buka tenda

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X