Toraja, Tujuan Wisata setelah Bali

Kompas.com - 23/11/2014, 09:16 WIB
Rumah adat Toraja di Karuaya, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANARumah adat Toraja di Karuaya, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
EditorI Made Asdhiana
MAKALE, KOMPAS.com - Keunikan dan keindahan Toraja di Sulawesi Selatan tak kalah dengan Bali. Sampai-sampai mantan Presiden Soeharto pada tahun 1970-an menyebut Toraja sebagai destinasi wisata populer setelah Bali. Sebelum krisis moneter melanda Indonesia, nama Toraja begitu dikenal wisatawan, khususnya wisatawan Eropa sehingga kunjungan turis selalu bertambah ke wilayah ini.

Ini diakui oleh Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung saat menerima rombongan Famtrip Destination Management Organization (DMO) Toraja, di Makale, Selasa (18/11/2014) sore.

Menurut Theofilus, selain wisata budaya juga ada wisata alam dan wisata religi. Pemkab Tana Toraja juga berencana membangun patung Yesus Kristus tertinggi di dunia. Patung raksasa itu akan dibangun setinggi 40 meter di Bukit Burake. Nantinya tinggi patung bakal mengalahkan patung Christ the Redeemer di Rio de Janeiro, Brasil.

Namun jarak Makassar-Toraja yang cukup jauh -- sekitar 8 jam perjalanan lewat darat -- membuat Toraja hanya benar-benar dikunjungi oleh wisatawan yang berminat mengetahui lebih mendalam budaya dan adat istiadat Toraja.

Sebenarnya, lanjut Theofilus, Kabupaten Tana Toraja memiliki bandara perintis yang diberi nama Pongtiku dengan landasan sepanjang 900 meter. Namun penerbangan hanya berlangsung setiap Senin dengan sekali penerbangan dari dan ke Makassar. "Saat ini kami sedang merencanakan membangun bandara baru dengan landasan sepanjang 1.900 meter. Sekarang dalam tahap pembebasan lahan," katanya.

Oleh karena itu Pemkab Tana Toraja tetap gencar mengundang investor untuk menanamkan modalnya dalam pembangunan sarana akomodasi di wilayah ini.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Pango-pango, daerah sejuk pada ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut, di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
Bupati juga menyadari, Tana Toraja tidak hanya fokus pada wisata budaya dengan mengandalkan keunikan tradisi Toraja dengan rumah adat dan acara budaya namun juga mulai mengembangkan wisata lainnya seperti wisata agro. Caranya dengan mengajak wisatawan memasuki kebun kopi saat mereka menuju Pango-pango, lokasi sejuk di pegunungan. Dari puncak bukit ini, wisatawan akan melihat pemandangan Kota Makale.

"Saya menginginkan warga Toraja hidup sejahtera dari sektor pariwisata. Saya kejar pembangunan infrastuktur. Pango-pango saya buka dengan melebarkan jalan dan menambah jumlah restoran. Tahun 2016 saya targetkan jalan-jalan tersebut sudah lebar semua," katanya.

Selain itu, lanjut Theofilus, wisatawan yang datang ke Toraja menginginkan suvenir khas Toraja dan kuliner. "Tahun 2015 saya akan bangun gedung suvenir sehingga memudahkan wisatawan mencari produk dan makanan khas Toraja," tambahnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X