Kompas.com - 23/11/2014, 18:32 WIB
Tiger Island Eco Resort (Yunaidi/National Geographic Traveler Indonesia)Tiger Island Eco Resort
EditorNi Luh Made Pertiwi F
TAK banyak yang tahu pelesir ke pesisir utara Jakarta menawarkan sensasi yang menawan. Pantai berpasir putih, laut nan jernih, serta aneka biota laut nan kaya akan memanjakan mata para pejalan. Tak cukup sampai di situ, resor berkelas yang ditata sedemikian rupa akan menjadi pilihan menginap sembari bersahabat dengan alam Jakarta.

Tiger Island Eco Resort

Sensasi yang tak biasa terasa saat kami menginjakkan kaki di dermaga Pulau Macan. Laut nan jernih di sekitar dermaga dijadikan area transplantasi karang oleh Tiger Island Eco Resort. Resor ini merupakan resor ramah lingkungan yang berada di bagian utara kawasan Kepulauan Seribu.

Kamar-kamar dibangun langsung menghadap laut. Sembari berbaring di kasur nan empuk, para tamu bisa menikmati deburan ombak pesisir dan menyaksikan matahari tenggelam. Kasur juga dilengkapi kelambu dan tirai bambu, menjadikan pengalaman menginap di resor ini menjadi semakin berkesan. Tepat di seberang Pulau Macan, sebuah pulau kecil berpasir putih akan memanjakan tamu yang senang berjemur.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, pihak resor membangun pengolahan limbah untuk dijadikan pupuk organik bagi kebun mereka. Listrik di pulau ini bersumber dari panel tenaga surya yang dipasang dekat dermaga. Terdapat pula program transplantasi karang.

Fasilitas yang bisa dinikmati saat tamu menginap di resor ini antara lain The Club House di mana para tamu bisa bermain biliar, membaca aneka macam buku, serta menonton berbagai film. Adapun kamar yang tersedia bagi para tamu yakni sunset hut, island hut, driftwood hut, tropical forest and bambu, red brick east west, eco cabin east west, dan island tenda.

Harga yang ditawarkan mulai Rp1.252.000 untuk paket dua hari satu malam, sudah termasuk kapal pergi-pulang dari Marina ke Pulau Macan, makan selama di pulau, penggunaan fasilitas olahraga di darat maupun di laut, dan kontribusi untuk transplantasi karang serta penanaman bakau.  

(Yunaidi/National Geographic Traveler Indonesia) Salah satu kamar di Isle East Indies Resort
Isle East Indies Resort

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terletak di Pulau Kaliage Kecil, resor ini menjadi salah satu rekomendasi akomodasi terbaik yang ada di Kepulauan Seribu. Resor seluas satu hektare ini dikelilingi laut nan jernih serta pantai berpasir lembut. Sangat cocok untuk berbulan madu ataupun berlibur bersama keluarga dan sahabat. Pohon nan rindang juga menambah suasana asri di daratan pulaunya.

Resor ini memiliki empat kamar dengan desain yang mengedepankan unsur tradisional Indonesia. Bangunan Main Joglo berupa rumah kayu nan megah ini mengedepankan arsitektur Jawa berpadu gaya kolonial. Di bangunan ini terdapat dua kamar tidur: Sentong Wetan dan Sentong Kulon yang kesemuanya mengedepankan unsur tradisional, seperti ukiran, tenun tradisional, serta pintu bergaya kolonial.

Selain Main Joglo, terdapat pula The Malay House bergaya melayu. Bangunan dari kayu jati ini mengedepankan kesan alami. Beberapa jendela kecil sengaja dibangun untuk memberikan kenyamanan dan nuansa menyatu dengan alam bagi para tamu. Tepat di depan bangunan, hamparan pasir lembut dan laut nan jernih bisa dinikmati sembari menunggu senja. Ada pula Lumbung House bergaya Bali. Para tamu akan menginap di atas bangunan setinggi tiga meter, tentu saja pemandangan utama dari tempat ini panorama bahari nan jernih.

Aneka aktivitas seperti snorkeling, kayaking, bodyboarding, hingga diving bisa dilakukan di pulau ini. Kepedulian Isle East Indies Resort dalam menjaga lingkungan pulaunya menjadi salah satu daya pikat dari resor ini. Di sekeliling pulau, aneka terumbu karang nan cantik akan memanjakan mata para tamu jika melakukan snorkeling di sisi bagian timur.

Isle East Indies Resort bertarif 1.950 dolar AS per malam untuk delapan orang tamu. Harga ini sudah termasuk transportasi pergi-pulang dari Dermaga Marina Ancol ke Pulau Kaliage Kecil. Termasuk pula sarapan pagi, makan siang, dan makan malam dengan menu yang bisa dipesan sesuai permintaan tamu.  

(Yunaidi/National Geographic Traveler Indonesia)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Travel Update
NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

Travel Update
Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Travel Update
Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Travel Update
Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Travel Tips
Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Travel Update
Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Travel Update
Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.