Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 26/11/2014, 10:51 WIB
EditorI Made Asdhiana
DETIK waktu seakan berhenti di Tetebatu di kaki Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Pemandangan alam hijau, tenang, dan sejuk. Air terjun gemericik, segar membasuh tubuh. Terletak di Kecamatan Sikur, Tetebatu adalah sisi lain ”surga” di Lombok.

Berada di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, Tetebatu menawarkan panorama indah sawah, kebun, hutan, dan air terjun. Posisinya yang berada di kaki Rinjani memungkinkan wisatawan menyaksikan detik-detik matahari terbit dan tenggelam.

Wisatawan asing blusukan di Tetebatu sejak akhir tahun 1980, dibawa oleh para agen perjalanan. Sebagian besar berasal dari Belanda, Inggris, Perancis, Spanyol, Jerman, dan Italia. Wisatawan dari Singapura belakangan mulai berdatangan ke Tetebatu.

Mereka menikmati Tetebatu dengan berjalan kaki (trekking) dari Dusun Orong Grisak menempuh jarak hingga 7 kilometer. Perjalanan bisa menghabiskan waktu 2-5 jam tergantung permintaan rute tempuh. Perjalanan biasanya melewati permukiman warga, pematang sawah dengan latar belakang pemandangan Gunung Rinjani yang silih berganti dengan kebun pala, vanili, atau tembakau, dilanjutkan mengunjungi beberapa lokasi air terjun.

KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Panorama alam di kawasan yang dijuluki Ubud-nya Lombok di Tetebatu, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Minggu (12/10/2014).
Salah satunya adalah air terjun Tibutopat yang dapat ditempuh dalam waktu 15 menit berjalan kaki dari tengah desa. Air terjun ini tidak terlalu tinggi sehingga air yang mengalir ke bawah pun tidak terlalu deras. Suasana gemericik air terjun yang berirama menjadi teman di tengah alam yang tenang.

Di bagian bawah air terjun terdapat kolam sedalam sekitar 4 meter. Airnya yang kehijauan terasa dingin menembus kulit, tetapi terasa menyegarkan. Kolam ini terbentuk setelah warga meletakkan karung-karung pasir di sekeliling tempat jatuhnya air.

”Biar bisa dipakai untuk berenang,” ujar Fadli, mantan kepala dusun yang kini menjadi penggerak Desa Tetebatu. Vegetasi di sekitarnya masih cukup rapat dengan beberapa jenis tanaman yang sulurnya menjuntai hingga ke bawah, menambah adem suasana. Berjalan menuju Tibutopat kita akan melewati pohon-pohon bambu dan kebun-kebun milik warga. Kontur tanah yang landai, curam, dan terjal cukup menguras tenaga.

Selain Tibutopat, ada air terjun yang lebih tinggi, yaitu air terjun Jeruk Manis atau Jukut, yang ditempuh dengan 1,5 jam berjalan kaki dari Tetebatu. Letaknya di sebelah selatan kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Warga sekitar memercayai, air di lokasi ini berkhasiat menyuburkan rambut.

Lokasi ini juga sering dijadikan titik awal pendakian puncak Gunung Rinjani setinggi 3.726 meter di atas permukaan laut. Namun, menurut Fadli, belakangan jarang pemandu mengajak wisatawan mengunjungi air terjun ini karena tiket masuknya yang cukup tinggi, mencapai Rp 150.000 per orang. Alasannya karena berada di dalam kawasan taman nasional. Air terjun lainnya adalah Joben di barat laut Tetebatu.

KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Air Terjun Dingin Menyegarkan di Lombok, NTB.
Masih ada satu lokasi yang wajib dikunjungi wisatawan, yaitu monkey forest yang juga berada di dalam kawasan taman nasional. Jika beruntung, kita bisa bertemu dengan sekawanan monyet hitam dan melihat aktivitas mereka dari dekat.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semesta's Gallery di Jakarta Selatan, Bisa Mampir Sekaligus Healing

Semesta's Gallery di Jakarta Selatan, Bisa Mampir Sekaligus Healing

Jalan Jalan
Main ke Skywalk Kebayoran Lama, Bisa Mampir 7 Spot Wisata Ini

Main ke Skywalk Kebayoran Lama, Bisa Mampir 7 Spot Wisata Ini

Jalan Jalan
Lion Air Tambah Frekuensi Penerbangan Umrah dari Padang-Arab Saudi

Lion Air Tambah Frekuensi Penerbangan Umrah dari Padang-Arab Saudi

Travel Update
Skywalk Kebayoran Lama Terpanjang di Jakarta, Ketahui 3 Faktanya

Skywalk Kebayoran Lama Terpanjang di Jakarta, Ketahui 3 Faktanya

Jalan Jalan
Event Makin Banyak, Menparekraf Ingatkan Penyelenggara Dapat Vaksin Booster Kedua

Event Makin Banyak, Menparekraf Ingatkan Penyelenggara Dapat Vaksin Booster Kedua

Travel Update
Naik Kereta Api Pertama di Sulawesi, Bisa Mampir ke Tempat Wisata IniĀ 

Naik Kereta Api Pertama di Sulawesi, Bisa Mampir ke Tempat Wisata IniĀ 

Jalan Jalan
[POPULER TRAVEL] Solo Safari Dibuka | Lokasi Syuting The Last of Us

[POPULER TRAVEL] Solo Safari Dibuka | Lokasi Syuting The Last of Us

Travel Update
Shirakawa Go, Desa Tradisional di Jepang yang Jadi Warisan Budaya UNESCO

Shirakawa Go, Desa Tradisional di Jepang yang Jadi Warisan Budaya UNESCO

Travel Update
Kondisi Terkini Pantai Gesing di Gunungkidul, Tak Ada Lagi Pasir Putih

Kondisi Terkini Pantai Gesing di Gunungkidul, Tak Ada Lagi Pasir Putih

Travel Update
Panduan Bersepeda di Shimanami Kaido, Jepang yang Banyak Digemari Turis Indonesia

Panduan Bersepeda di Shimanami Kaido, Jepang yang Banyak Digemari Turis Indonesia

Jalan Jalan
15 Daftar Negara Paling Bahaya untuk Penerbangan di Dunia

15 Daftar Negara Paling Bahaya untuk Penerbangan di Dunia

Travel Tips
5 Tips Berkunjung ke Solo Safari, Bawa Kamera atau Lensa Zoom

5 Tips Berkunjung ke Solo Safari, Bawa Kamera atau Lensa Zoom

Travel Tips
Cara Naik Kereta Panoramic Keberangkatan Bandung dan Surabaya Gubeng

Cara Naik Kereta Panoramic Keberangkatan Bandung dan Surabaya Gubeng

Travel Update
Jalan ke Kafe Viral di Bromo Rawan Kecelakaan, Polisi: Jangan Pakai Matik

Jalan ke Kafe Viral di Bromo Rawan Kecelakaan, Polisi: Jangan Pakai Matik

Travel Tips
PAD Pariwisata Garut Naik Jadi Rp 2,8 Miliar pada 2023

PAD Pariwisata Garut Naik Jadi Rp 2,8 Miliar pada 2023

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+