Kompas.com - 27/11/2014, 13:21 WIB
Sejumlah wisatawan asing tiba di Tanjung Emas Semarang dengan menggunakan kapal pesiar MV Sea Princes, Senin (11/8/2014). Sebanyak 1900 wisatawan asing dari Singapura melakukan perjalanan ke Indonesia meliputi Lombok, Makassar, Semarang, dan Bali. TRIBUN JATENG/WAHYU SULISTYAWANSejumlah wisatawan asing tiba di Tanjung Emas Semarang dengan menggunakan kapal pesiar MV Sea Princes, Senin (11/8/2014). Sebanyak 1900 wisatawan asing dari Singapura melakukan perjalanan ke Indonesia meliputi Lombok, Makassar, Semarang, dan Bali.
EditorI Made Asdhiana
SEMARANG, KOMPAS.com - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Jawa Tengah mengakui para pelaku pariwisata di wilayah itu, khususnya Kota Semarang masih kurang terkoordinasi.

"Selama ini, masing-masing dari mereka (pelaku pariwisata) seolah-olah bekerja sendiri-sendiri tanpa saling terkoordinasi," kata Ketua Asita Jateng, Joko Suratno di Semarang, Rabu (26/11/2014).

Hal tersebut diungkapkannya usai diskusi bertema "Integrasi Event Seni dan Budaya di Kota Semarang" yang diprakarsai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang di kompleks balai kota.

Padahal, kata Joko, koordinasi di antara para pelaku pariwisata, termasuk di Kota Semarang merupakan salah satu pendorong pengembangan potensi kepariwisataan yang ada di suatu daerah.

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Kawasan Kota Lama masih meninggalkan jejak keindahan bangunan masa lalu di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (6/6/2014). Kemegahan Kota Lama yang dulu metropolis meredup seiring hancurnya bangunan-bangunan karena tak terawat setelah ditinggalkan pemiliknya.
Menurut Joko, sebenarnya pemerintah daerah, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memiliki peran sebagai fasilitator bagi segenap "stakeholder" untuk mengembangkan potensi kepariwisataan.

"Di sinilah peran pemda, terutama Disbudpar untuk menjadi fasilitator. Bagaimana setiap event yang dibuat di Kota Semarang dapat memancing wisatawan datang dan menghabiskan uangnya di sini," katanya.

Yang terpenting, kata dia, setiap event wisata yang dibuat haruslah memiliki kualitas, keunggulan, dan ciri khas yang membedakan dengan daerah-daerah lainnya, serta inovasi produk. "Contohnya, lihatlah pementasan Tari Barong atau Tari Kecak di Bali yang mampu dijual dan selalu dicari wisatawan. Saya yakin Semarang bisa, misalnya ritual Sesaji Rewanda, dan sebagainya," pungkas Joko.

Sementara itu, Koordinator Penggiat Pariwisata Kota Semarang, Nurul Wahid mengatakan selama ini media sosial belum banyak dioptimalkan untuk memasarkan potensi pariwisata yang ada di Kota Semarang. "Padahal, media sosial memiliki peran tak kalah penting dengan media-media yang sudah ada, seperti koran, televisi, dan radio. Sayangnya, kurang dioptimalkan meski sudah lama ada," katanya.

TRIBUN JATENG/BAKTI BUWONO Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meresmikan Bus Tingkat Wisata Semarjawi, Selasa (28/10/2014). Bus wisata ini akan ngetem di Kota Lama.
Ia menjelaskan media sosial memiliki keunggulan jangkauan yang sangat luas karena menggunakan basis jaringan internet dan pesannya dapat diulang dengan intensitas yang sesering mungkin.

Selain itu, kata Nurul, para pengguna media sosial rata-rata merupakan kalangan anak muda yang melek teknologi sehingga perkembangan informasi atau pesan dapat lebih cepat tersampaikan. "Anak-anak muda sekarang ini sangat melek teknologi. Ini semestinya yang harus dimanfaatkan untuk menarik minat mereka dan minat turis-turis untuk berkunjung ke Kota Semarang," katanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

52 Kantor Imigrasi Ini Sudah Bisa Terbitkan Paspor Elektronik

52 Kantor Imigrasi Ini Sudah Bisa Terbitkan Paspor Elektronik

Travel Update
Rute ke Wisata Siti Sundari Lumajang, Tempat Makan Romantis di Tengah Hutan

Rute ke Wisata Siti Sundari Lumajang, Tempat Makan Romantis di Tengah Hutan

Travel Tips
Sandiaga Minta Garuda Indonesia Buka Penerbangan Langsung ke Jepang

Sandiaga Minta Garuda Indonesia Buka Penerbangan Langsung ke Jepang

Travel Update
Indonesia Buka Peluang Kerja Sama Travel Bubble dengan Jepang

Indonesia Buka Peluang Kerja Sama Travel Bubble dengan Jepang

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Wana Wisata Siti Sundari Lumajang, Sangat Terjangkau

Harga Tiket dan Jam Buka Wana Wisata Siti Sundari Lumajang, Sangat Terjangkau

Travel Tips
Kritik Sandiaga Uno soal Tarif Parkir Bus Rp 350.000 di Malioboro

Kritik Sandiaga Uno soal Tarif Parkir Bus Rp 350.000 di Malioboro

Travel Promo
13 Syarat Travel Bubble Singapura ke Indonesia yang Dimulai 24 Januari 2022

13 Syarat Travel Bubble Singapura ke Indonesia yang Dimulai 24 Januari 2022

Travel Update
Harga Tiket KA Murah Jurusan Yogyakarta-Purwokerto, Mulai Rp 70.000

Harga Tiket KA Murah Jurusan Yogyakarta-Purwokerto, Mulai Rp 70.000

Travel Update
Harga Tiket Malang Night Paradise, Wisata Malam yang Instagramable

Harga Tiket Malang Night Paradise, Wisata Malam yang Instagramable

Jalan Jalan
5 Air Terjun Yogyakarta yang Hanya Ada Saat Musim Hujan

5 Air Terjun Yogyakarta yang Hanya Ada Saat Musim Hujan

Travel Promo
Travel Bubble Indonesia-Singapura, Uji Coba Bertahap Mulai 24 Januari

Travel Bubble Indonesia-Singapura, Uji Coba Bertahap Mulai 24 Januari

Travel Update
4 Aktivitas di Desa Lai Chi Wo, Bisa Jelajah Hutan Bakau

4 Aktivitas di Desa Lai Chi Wo, Bisa Jelajah Hutan Bakau

Jalan Jalan
6 Konsep Bahagia di Beberapa Negara, Ada dari Jepang dan Swedia

6 Konsep Bahagia di Beberapa Negara, Ada dari Jepang dan Swedia

Travel Tips
10 Destinasi Terpopuler di Dunia 2022 Versi Trip Advisor, Dubai Juara

10 Destinasi Terpopuler di Dunia 2022 Versi Trip Advisor, Dubai Juara

Travel Update
Sambut Imlek, Kelenteng Tjoe Tik Kiong Jalani Ritual Ganti Baju Dewa

Sambut Imlek, Kelenteng Tjoe Tik Kiong Jalani Ritual Ganti Baju Dewa

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.