Kompas.com - 29/11/2014, 09:42 WIB
Peserta Musi Triboatton 2013 menyusuri Musi dengan perahu tradisional jukung dari Muara Beliti di Kabupaten Musi Rawas hingga Sekayu di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Lebih dari 100 peserta Musi Triboatton yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyusuri Sungai Musi sepanjang 500 kilometer dengan menggunakan berbagai moda transportasi sungai. KOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUMPeserta Musi Triboatton 2013 menyusuri Musi dengan perahu tradisional jukung dari Muara Beliti di Kabupaten Musi Rawas hingga Sekayu di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Lebih dari 100 peserta Musi Triboatton yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyusuri Sungai Musi sepanjang 500 kilometer dengan menggunakan berbagai moda transportasi sungai.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com– Begitu banyak potensi wisata di Sumatera Selatan belum dikenal dengan baik oleh wisatawan. Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan, Farhad Syukri saat ditemui usai pembukaan Pekan Promosi Wisata Sumaera Selatan yang diselenggarakan di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan yang diselenggarakan mulai 27-30 November 2014.

“Selama ini, orang banyak tahu tentang Sumatera Selatan sebagai tempat pertemuan. Sumatera Selatan khususnya Palembang sering menjadi tuan rumah pagelaran internasional, jarang yang melirik untuk menikmati destinasi wisatanya. Padahal destinasi wisata di sana tak kalah dengan di provinsi lainnya,” ungkapnya.

Beberapa destinasi wisata disebutkannya. Diantaranya, Bukit Sulap, Danau Ranau hingga Gunung Dempo yang menjadi salah satu dari 10 gunung tertinggi di Sumatera. “Sayang tak banyak yang tahu bahwa Sumatera Selatan punya banyak obyek wisata. Wisatawan cenderung tertarik dengan obyek wisata di provinsi lainnya di Sumatera. Sedangkan di Sumatera Selatan urusannya baru sebatas pengadaan pertemuan,” tambahnya.

Saat ini kunjungan wisatawan mancanegara pun belum begitu banyak. Dalam setahun, Farhat menyebutkan baru mencapai 32.000, akan naik dua kali lipat kalau sedang diadakan event internasional. “Masih tergolong kecil sekali, untuk itu kami akan berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan khususnya mancanegara. Lagi pula mereka yang datang ke Sumatera Selatan tak hanya harus ada acara internasional, selain obyek wisata, kuliner juga menjadi daya tarik,” paparnya.

Kabar baiknya, Pemerintah Sumatera Selatan masih diuntungkan dengan salah satu sajian kuliner tradisinya, Pempek. Siapa yang tak kenal dengan sajian satu ini. Kuliner sederhana berbahan dasar sagu dan ikan, membuat pempek selalu dirindukan penikmatnya. Untuk itu, walaupun penjual kuliner ini sudah banyak, sebagian besar orang masih mencari dengan datang langsung ke daerah asalnya untuk mencicipi.

KOMPAS/AGUS SUSANTO Warga menikmati senja dengan makan di perahu terapung di sekitar jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (18/4/2013). Sejak zaman Kerajaan Sriwijaya hingga sekarang, sungai dengan panjang 750 km ini terkenal sebagai sarana transportasi utama bagi masyarakat sekitar.

“Kami diuntungkan dengan pempek karena saya garansi, penjual pempek banyak tapi yang paling enak ya di Palembang sana. banyak orang tetap penasaran dengan pempek yang dibuat langsung di sana,” urainya.

Kini dengan rajin berpromosi, salah satunya dengan upaya membuat acara pameran pariwisata di kota-kota besar seperti di Jakarta, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap dapat mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan.

“Kita harapkan tahun depan dapat meningkat mulai 5 sampai 10 persen. Apalagi saat ini kami sedang membangun. Infrastruktur dan proses revitalisasi obyek wisata membuat kami siap menyambut wisatawan di sana. Kami juga akan menarik kunjungan wisatawan dengan acara tahunan Festival Sriwijaya yaitu festival yang diadakan dengan menggunakan rute dan jalur kerajaan Sriwijaya dahulu untuk mengenang sejarah. Satu lagi yang layak ditnggu yaitu penyelenggaraan Asian Games tahun depan, kami akan menjadi tuan rumah," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.