Kompas.com - 29/11/2014, 10:04 WIB
Upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melestarikan gandrung dimulai dengan memperkenalkan tari tersebut kepada khalayak. Sebanyak 1.053 pasang penari gandrung dilibatkan dalam Paju Gandrung Sewu di Pantai Boom Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (23/11/2013). KOMPAS/ADI SUCIPTOUpaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melestarikan gandrung dimulai dengan memperkenalkan tari tersebut kepada khalayak. Sebanyak 1.053 pasang penari gandrung dilibatkan dalam Paju Gandrung Sewu di Pantai Boom Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (23/11/2013).
|
EditorI Made Asdhiana
BANYUWANGI, KOMPAS.com - Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, akan menggelar Festival Gandrung Sewu, Sabtu (29/11/2014). Acara yang masuk dalam agenda Banyuwangi Festifal 2014 tersebut akan dilaksanakan di Pantai Boom Banyuwangi dan melibatkan sekitar 1.200 penari Gandrung.

Saat di hubungi Kompas.com, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Yanuarto Bramuda menjelaskan tema Festival Gandrung Sewu tersebut mengangkat tema "Seblang Shubuh". "Seblang Shubuh ini adalah bagian dari tarian Gandrung yang sudah masuk dalam warisan budaya tak benda yang sudah diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Inti dari tarian tersebut adalah bagaimana manusia memohon ampunan kepada Yang Maha Kuasa," jelasnya.

Pertunjukan tersebut akan diawali dengan beberapa lelaki yang menggambarkan mantan prajurit Kerajaan Blambangan yang membawa penjor dan sedang mengumpulkan rekan-rekannya yang tersebar pasca peperangan. "Nanti akan satu lelaki yang akan memerankan sebagai Gandrung Marsan sebagai penari Gandrung laki-laki yang pertama di Banyuwangi. Gandrung Marsan muncul di zaman pemerintahan Bupati Pringgokusumo sebagai bupati Banyuwangi yang kelima," jelas Bramuda.

Dalam teatrikal tersebut juga digambarkan proses bergesernya dari Gandrung laki-laki menjadi Gandrung perempuan. "Gandrung perempuan pertama bernama Semi. Dan teatrikal tersebut akan menggambarkan perubahan tersebut. Nantinya akan diakhiri dengan kegiatan menyapu dengan sapu lidi sebagai simbol membersihkan diri dan memohon ampunan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa seperti pada fragmen terakhir pada tari Gandrung," katanya.

Bramuda menjelaskan, Festival Gandrung Sewu tahun ini adalah tahun ketiga yang di gelar Pemkab Banyuwangi. "Tahun kemarin temanya adalah Paju Gandrung, yaitu menari secara berpasangan antara laki-laki dan perempuan. Dan semua bisa datang karena acara ini digelar secara gratis untuk masyarakat umum. Apalagi tempatnya di Pantai Boom yanng berlatar belakang Selat Bali saat menjelang senja," pungkasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Tiket dan Jam Buka Wana Wisata Siti Sundari Lumajang, Sangat Terjangkau

Harga Tiket dan Jam Buka Wana Wisata Siti Sundari Lumajang, Sangat Terjangkau

Travel Tips
Kritik Sandiaga Uno soal Tarif Parkir Bus Rp 350.000 di Malioboro

Kritik Sandiaga Uno soal Tarif Parkir Bus Rp 350.000 di Malioboro

Travel Promo
13 Syarat Travel Bubble Singapura ke Indonesia yang Dimulai 24 Januari 2022

13 Syarat Travel Bubble Singapura ke Indonesia yang Dimulai 24 Januari 2022

Travel Update
Harga Tiket KA Murah Jurusan Yogyakarta-Purwokerto, Mulai Rp 70.000

Harga Tiket KA Murah Jurusan Yogyakarta-Purwokerto, Mulai Rp 70.000

Travel Update
Harga Tiket Malang Night Paradise, Wisata Malam yang Instagramable

Harga Tiket Malang Night Paradise, Wisata Malam yang Instagramable

Jalan Jalan
5 Air Terjun Yogyakarta yang Hanya Ada Saat Musim Hujan

5 Air Terjun Yogyakarta yang Hanya Ada Saat Musim Hujan

Travel Promo
Travel Bubble Indonesia-Singapura, Uji Coba Bertahap Mulai 24 Januari

Travel Bubble Indonesia-Singapura, Uji Coba Bertahap Mulai 24 Januari

Travel Update
4 Aktivitas di Desa Lai Chi Wo, Bisa Jelajah Hutan Bakau

4 Aktivitas di Desa Lai Chi Wo, Bisa Jelajah Hutan Bakau

Jalan Jalan
6 Konsep Bahagia di Beberapa Negara, Ada dari Jepang dan Swedia

6 Konsep Bahagia di Beberapa Negara, Ada dari Jepang dan Swedia

Travel Tips
10 Destinasi Terpopuler di Dunia 2022 Versi Trip Advisor, Dubai Juara

10 Destinasi Terpopuler di Dunia 2022 Versi Trip Advisor, Dubai Juara

Travel Update
Sambut Imlek, Kelenteng Tjoe Tik Kiong Jalani Ritual Ganti Baju Dewa

Sambut Imlek, Kelenteng Tjoe Tik Kiong Jalani Ritual Ganti Baju Dewa

Travel Update
Jam Buka dan Harga Tiket Bukit Kayoe Putih Mojokerto

Jam Buka dan Harga Tiket Bukit Kayoe Putih Mojokerto

Jalan Jalan
Bali Destinasi Terpopuler Asia dan Keempat Dunia Versi TripAdvisor

Bali Destinasi Terpopuler Asia dan Keempat Dunia Versi TripAdvisor

Travel Update
7 Tips Berkunjung ke Nepal van Java di Dusun Butuh, Magelang

7 Tips Berkunjung ke Nepal van Java di Dusun Butuh, Magelang

Travel Tips
8 Rekomendasi Wisata Bandung, Cocok Dikunjungi bersama Keluarga

8 Rekomendasi Wisata Bandung, Cocok Dikunjungi bersama Keluarga

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.