Kompas.com - 30/11/2014, 12:55 WIB
Grafis karya tulisan bertajuk 'Batavia Hotel' diterjemahkan dalam tari untuk penyelenggaraan Namarina Youth Dance (NYD) kesembilan. KOMPAS.com/SRI NOVIYANTIGrafis karya tulisan bertajuk 'Batavia Hotel' diterjemahkan dalam tari untuk penyelenggaraan Namarina Youth Dance (NYD) kesembilan.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com– Perkembangan tari di Indonesia rupanya mulai menggembirakan. Eksistensinya terekam jelas lewat acara-acara nasional hingga internasional yang disleenggarakan di tanah air. Namarina Youth Dance (NYD) menjadi salah satunya. Gelaran tahunan yang digagas oleh sebuah institusi pendidikan non-formal yang bergerak di bidang tari balet, dan jazz, Namarina kembali digelar.

“Tahun ini adalah gelaran yang kesembilan, temanya Batavia Hotel. Disajikan sedemikian rupa untuk mengajak penonton masuk ke era Batavia yaitu tahun 1930-an,” ungkap salah satu koreografer, Dinar Karina.

Batavia Hotel, menurut Dinar, merupakan terjemahan dari grafis dan ilustrasi hasil karya “tulisan”. Digambarkan dengan kehidupan sosok Aku dan Harlequin yang hidup dan dibesarkan di panti asuhan. Jalan hidup membawa keduanya ke dalam dunia yang berbeda pula. Aku berhasil mempertahankan idealismenya, sedangkan Harlequin tunduk pada kesenangan dunia, obsesinya menjadi kaum elit Batavia  ditempuh dengan segala cara.

“Ini kali kedua kami terinspirasi dari grafis, full repertoire di mana karya dapat diterjemahkan dalam tari. Kehidupan Batavia lekat dengan sejarah bangsa. Kami ambil salah satu sisinya dan menjadikannya sebuah cerita yang menyenangkan. Penonton akan disajikan cerita dari dua tokoh yang saling bertolak belakang, kehidupan lampau di era Batavia,” tuturnya.

KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Profil Dancer yang tergabung dalam pementasan Namarina Youth Dance (NYD) ke-sembilan

Penyelenggaraan NYD tahun ini melibatkan 38 penari dengan proses penggarapan 4 bulan. Tak mudah menerjemahkan grafis dalam gerak tubuh. Untuk itu, Dinar menjelaskan bahwa sinkronisasi hati, gerak tubuh dan mimik menjadi bagian penting dalam pementasan tari.

“Tiap pelaku di panggung harus sudah mengenal betul perannya. Mimik dan gestur datangnya dari hati. Kalau hati bertolak belakang sulit sekali mengeluarkan ekspresi. Penari harus dapat mengontrol hatinya, ia harus dapat membawa peran dan suasana. Misal perannya sedang sedih, gerak harus melambat, tubuh dibiarkan bergerak menunduk, menciut dengan mimik yang mengharukan agar pesan dan cerita sampai ke penonton,” urainya.

NYD diselenggarakan mulai tanggal 29-30 November 2014 di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ). Untuk dapat menikmati persembahan NYD, tertera harga tiket Rp 250.000. Selain melihat pertunjukan tari, pengunjung dapat menikmati grafis karya "tulisan" yang turut dipamerkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.