Kompas.com - 02/12/2014, 08:49 WIB
EditorI Made Asdhiana
IKAN-ikan di Desa Janti hidup di tengah sumber-sumber mata air jernih yang berlimpah. Salah satunya bahkan menjadi sumber mata air sebuah perusahaan air mineral. Kita bisa mencicipi daging ikan segar. Bisa juga berenang di kolam jernih segar.

Melimpahnya air membuat warga desa yang berlokasi di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ini senang membudidayakan ikan air tawar. Keberadaan Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar (BPBIAT) di sana juga menyedot kedatangan banyak tamu. Situasi ini ditangkap sebagai peluang usaha yang diterjemahkan menjadi rumah makan dan pemancingan.

Pemancingan 01 Karya Mina di Dusun Mangunsuparnan adalah pemancingan pertama yang muncul. Dirintis oleh mendiang Amat Muhadi bersama istrinya, Halinem (90), pada tahun 1982, pemancingan ini menyajikan ikan nila dan lele, baik bakar maupun goreng.

Luangkanlah cukup waktu jika hendak bersantap di sini mengingat ikan baru ditangkap dan dimasak ketika tamu datang dan memesan. Ikan lele dan nila yang disediakan untuk kebutuhan masak dibiarkan berenang-renang di kolam kecil di dekat tempat pembakaran. Sedangkan ikan untuk kebutuhan memancing dilepas di kolam yang berukuran cukup besar di bagian belakang rumah. Di sekeliling kolam dibangun naungan untuk memancing dan makan-makan.

Kebanyakan pemancingan tradisional mengambil lahan menyatu dengan rumah pemilik, baik di bagian belakang maupun samping. Kita bisa mengobrol dengan pemilik layaknya berbincang dengan tetangga. Seiring perkembangan, muncul pemancingan yang lebih modern dengan lahan lebih luas. Pemancingan ini biasanya dilengkapi dengan kolam renang bahkan ada pula luncuran air atau water boom. Airnya berasal dari aliran sumber air.

Tempat-tempat pemancingan ini menggratiskan fasilitas mancing, bahkan pancing dan umpannya pun disediakan. Jika pengunjung berhasil mendapat ikan, barulah ikan tangkapan itu dikenai biaya sesuai timbangannya. Demikian pula dengan fasilitas kolam renang yang digratiskan. Hanya saja untuk water boom, diberlakukan tiket yang harganya terjangkau.

Bumbu meresap

Sebetulnya, menu-menu yang disajikan hampir sama di setiap pemancingan, yakni ikan goreng dan ikan bakar. Beberapa jenis ikan yang ditawarkan adalah lele dan nila dilengkapi dengan lalap.

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Anak-anak memancing ikan di kolam pemancingan di Janti, Klaten, Jawa Tengah.
Namun, di Pemancingan 01, bumbu ikan bakarnya meresap hingga ke bagian daging terdalam. Ulekan sereh, jahe, kunyit, bawang putih, dan kecap dilumuri merata pada ikan lantas dibakar. Sebelumnya, ikan diolesi margarin yang dicampur bumbu-bumbu, seperti bawang putih dan garam. Pembakaran ikan cukup memakan waktu karena menggunakan tungku berbahan bakar arang. Ada baiknya kita menunggu matangnya ikan bakar dengan memancing.

Jika rintihan perut sudah tak tertahan lagi, lebih baik mencoba menu ikan goreng karena waktu memasak lebih singkat. Bumbunya kunyit, jahe, dan bawang putih. Pesanan dihitung minimal setengah kilogram ikan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.