Berkat Animasi, Banyak Turis Belajar Bahasa Jepang

Kompas.com - 03/12/2014, 18:30 WIB
Pengunjung hadir dalam acara 'Doraemon 100 Secret Gadget Expo' di Ancol Beach City Mall, Jakarta, Selasa (2/12/2014). Pameran yang berlangsung selama 100 hari ini memamerkan 100 alat milik tokoh animasi kucing robot dari Jepang tersebut. Pengunjung dapat menikmati pameran dengan membeli tiket masuk seharga Rp 90.000 untuk usia 13 tahun ke atas dan Rp 55.000 untuk usia 5-12 tahun. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESPengunjung hadir dalam acara 'Doraemon 100 Secret Gadget Expo' di Ancol Beach City Mall, Jakarta, Selasa (2/12/2014). Pameran yang berlangsung selama 100 hari ini memamerkan 100 alat milik tokoh animasi kucing robot dari Jepang tersebut. Pengunjung dapat menikmati pameran dengan membeli tiket masuk seharga Rp 90.000 untuk usia 13 tahun ke atas dan Rp 55.000 untuk usia 5-12 tahun.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Penerangan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Kenichi Takeyama mengungkapkan rasa terima kasih kepada masyarakat Indonesia akan antusiasmenya terhadap produk animasi yang berasal dari Jepang. Hal tersebut diungkapkannya saat memberi kata sambutan di ' Doraemon 100 Secret Gadget Expo' yang diselenggarakan selama 100 hari di Ancol Beach City Mall terhitung mulai 28 Februari 2014 hingga 8 Maret 2015.

"Saya senang dapat melihat adanya pameran ini di Indonesia. Terus terang, saya senang melihat antusiasme masyarakat Indonesia terhadap animasi Jepang. Doraemon menjadi salah satunya. Sejak saya ditugaskan ke sini (Indonesia) pada tahun 1986 dan beberapa tahun kemudian salah satu stasiun televisi Indonesia menayangkan kartun ini, terlihat jelas bagaimana antusiasme dan keterbukaan masyarakat Indonesia terhadap animasi Jepang," ungkap Takeyama, Selasa (2/12/2014).

Ia juga mendapatkan hasil komulatif tiap tahunnya bahwa animasi Jepang dapat menjadi media perantara yang dapat menarik minat turis untuk mempelajari bahasa Jepang. Bagaimana tidak, tiap tahunnya jumlah orang yang mempelajari bahasa Jepang terus bertambah.

"Tiap tahunnya kami catat jumlah yang luar biasa dari Indonesia bahwa setidaknya ada 800 ribuan orang Indonesia yang belajar bahasa Jepang melalui pendidikan formal maupun informal. Jumlah ini tergolong menjadi terbesar kedua, sedangkan terbesar pertama diduduki oleh masyarakat Tiongkok yang mencapai satu jutaan," tambahnya lagi.

Menurut Takeyama, animasi memang dapat menjadi pintu awal pengenalan budaya suatu negara. "Secara tak langsung, penonton animasi akan mengenal budaya Jepang lebih jauh. Doraemon contohnya, selain bahasa kita juga dapat mempelajari budaya dan kebiasaan-kebiasaan lainnya," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X