Kompas.com - 04/12/2014, 16:13 WIB
Berlatar Menami Floating Ranger Station, anak-anak Pulau Tomia masuk ke pinggiran laut. Mereka menganggap laut sebagai tempat bermain dan berkumpul dengan teman sebaya. Elisabeth NovinaBerlatar Menami Floating Ranger Station, anak-anak Pulau Tomia masuk ke pinggiran laut. Mereka menganggap laut sebagai tempat bermain dan berkumpul dengan teman sebaya.
EditorNi Luh Made Pertiwi F
TERUMBU karang di Kepulauan Wakatobi, Sulawesi Tenggara mungkin sudah familiar di telinga para pejalan. Namun jauh di balik itu semua, keindahan di Wakatobi tak sekadar ada di bawah perairannya. Keempat pulau terbesarnya, Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko juga menyimpan pesona tak kalah indah.

Saya mengelilingi keempat pulau terbesar di Wakatobi bersama rombongan dari Ekspedisi Liwuto Pasi. Masih banyak orang belum mengetahui bahwa Wakatobi merupakan kumpulan pulau-pulau. Apakah Anda salah satunya? Sebagai informasi saja, Wakatobi merupakan akronim dari empat pulau terbesar yakni Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Wakatobi terletak pada segitiga terumbu karang bersamaan dengan perairan Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Timor Leste, serta Kepulauan Solomon.

Sejak tahun 2007, World Wildlife Fund menjadikan terumbu karang sebagai salah satu prioritas konservasi utama kehidupan maritim. Kerajaan ikan yang terbentang di enam negara, termasuk Indonesia, didiami lebih dari 3.000 spesies ikan, 600 jenis koral atau setara 75 persen terumbu karang di dunia. Sedangkan terumbu karang di kawasan Wakatobi mencakup lebih dari 50 persen terumbu karang dunia.

"Menyelam dan melihat terumbu karang di Wakatobi, maka sama saja telah melihat 3/4 koral di dunia," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wakatobi, Nadar.

Ya, benar sekali. Wakatobi selalu identik dengan pesona terumbu karangnya. Walau terkadang, orang-orang terlalu memuja suatu destinasi meskipun belum pernah mengunjungi. Hanya berbekal foto yang telah banyak tersebar, atau membaca blog perjalanan, orang kerap menggeneralisasikan bahwa pesona Wakatobi hanya ada di bawah laut saja. Snorkeling dan diving merupakan tujuan utama pejalan ketika berkunjung ke salah satu wilayah Amazon of the Seas, sebutan lain dari Segitiga Terumbu Karang.

Sebenarnya, ketika berkunjung ke Wakatobi dan hanya menikmati pesona bawah airnya, dapat diibaratkan Anda hanya berkunjung ke pekarangan rumah seorang sahabat saja. Ibaratkan Wakatobi sebagai rumah sahabat, jika ingin semakin dekat dengan sahabat, tentu kita tidak hanya berkunjung di pekarangan rumah saja bukan?

Dalami pesona Wakatobi dengan lebih menyelami kebudayaan serta kearifan lokal masyarakatnya. Anda tidak akan menyesal, justru akan jatuh hati. Keramahan masyarakat serta keunikan cara hidup yang jarang Anda temui di perkotaan akan menjadi hiburan tersendiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Masyarakat Wakatobi begitu dekat dan menjaga pesisir pantai serta perairan lautnya. Mereka selalu sadar untuk menjaga kelestarian lingkungan bawah laut. Kelestarian terumbu karang Wakatobi yang terus terjaga merupakan hasil jerih payah warganya.

Menurut Adit, salah satu pekerja kreatif atau seniman Ekspedisi Liwuto Pasi, terumbu karang di Kepulauan Seribu sama saja dengan di Wakatobi. Bedanya kearifan lokal masyarakat yang tetap berpegang teguh menjaga keindahan terumbu karang. "Wakatobi sama saja dengan Kepulauan Seribu, tapi sebenarnya seribu kali lebih keren," ujar Adit.

Anda ingin berwisata di satu kawasan yang lengkap menyajikan berbagai keindahan alam dan kebudayaan lokal, maka kunjungi Wakatobi. Anda penikmat sunset dan sunrise? Wakatobi adalah lokasi yang menawan untuk menyaksikan terbit dan tenggelamnya sang surya. Salah satu spot terbaik menikmati matahari terbit dan tenggelam ialah Puncak Kahyangan di Pulau Tomia. Di ketinggian ini, Anda dapat menyaksikan keindahan Pulau Tomia serta menjelajahi benteng Patua, benteng pertahanan terluar Kerajaan Buton.

"Ada juga Puncak Waumpale. Di puncak ini, bisa melihat sunset dan sunrise sekaligus," ujar Camat Tomia, La Ode Safifhudin, ditemui saat acara Festival Makanan salah satu rangkaian Ekspedisi Liwuto Pasi (28/11). Ia juga menambahkan, ada beberapa goa indah yang bahkan belum tersentuh manusia, seperti Goa Liatiti. "Goa ini menarik dan misterius. Ukurannya 50 x 50 meter dengan kedalaman 50 meter, bentuknya seperti sumur," tambahnya.

Selain keindahan alam di daratan, Anda juga dapat melihat aktivitas unik yang hanya dilakukan masyarakat Wakatobi. Anak-anak yang bermain di pinggir pantai, menganggap pesisir sebagai lapangan bermain. (Elisabeth Novina)



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Tiket Masuk Candi Arjuna Dieng Tahun 2021, Satu Tiket untuk Dua Tempat Wisata

Harga Tiket Masuk Candi Arjuna Dieng Tahun 2021, Satu Tiket untuk Dua Tempat Wisata

Travel Promo
Ancol Buka untuk Uji Coba, 7 Wahana Berikut Bisa Dicoba

Ancol Buka untuk Uji Coba, 7 Wahana Berikut Bisa Dicoba

Jalan Jalan
Pacu Adrenalin, Tamu Harus Terjun Payung untuk Check-In di Hotel Ini

Pacu Adrenalin, Tamu Harus Terjun Payung untuk Check-In di Hotel Ini

Jalan Jalan
Wisata Malam Bangkok, 6 Lokasi Terbaik Nikmati Malam Kota Bangkok

Wisata Malam Bangkok, 6 Lokasi Terbaik Nikmati Malam Kota Bangkok

Jalan Jalan
Penginapan di Dieng Tawarkan Promo Work From Dieng, Harga Mulai Rp 50.000

Penginapan di Dieng Tawarkan Promo Work From Dieng, Harga Mulai Rp 50.000

Travel Promo
Bali Bakal Buka untuk Turis Asing pada Oktober 2021?

Bali Bakal Buka untuk Turis Asing pada Oktober 2021?

Travel Update
5 Tempat Wisata Gunungkidul Terbaru, Cocok untuk Liburan Akhir Pekan

5 Tempat Wisata Gunungkidul Terbaru, Cocok untuk Liburan Akhir Pekan

Jalan Jalan
Candi Ratu Boko Uji Coba Buka pada 25 September, Kuota Pengunjung 1.700 Orang

Candi Ratu Boko Uji Coba Buka pada 25 September, Kuota Pengunjung 1.700 Orang

Travel Update
Pinus Sari dan Pinus Pengger Terapkan Ganjil Genap hingga Minggu

Pinus Sari dan Pinus Pengger Terapkan Ganjil Genap hingga Minggu

Travel Update
Daftar 3 Tempat Wisata Jawa Tengah yang Buka, Bisa Dikunjungi dengan DAMRI

Daftar 3 Tempat Wisata Jawa Tengah yang Buka, Bisa Dikunjungi dengan DAMRI

Jalan Jalan
Eksplorasi Misool, Surga Dunia di Timur Indonesia

Eksplorasi Misool, Surga Dunia di Timur Indonesia

BrandzView
Fiji Berencana Sambut Kembali Turis Asing pada Akhir 2021

Fiji Berencana Sambut Kembali Turis Asing pada Akhir 2021

Travel Update
5 Oleh-oleh Camilan Renyah Khas Malang

5 Oleh-oleh Camilan Renyah Khas Malang

Jalan Jalan
Australia Akan Buka Perbatasan dan Uji Coba Paspor Vaksin Covid-19 pada Akhir 2021

Australia Akan Buka Perbatasan dan Uji Coba Paspor Vaksin Covid-19 pada Akhir 2021

Travel Update
Itinerary 3 Hari 2 Malam di Bengkulu, Water Sport di Pantai Jakat

Itinerary 3 Hari 2 Malam di Bengkulu, Water Sport di Pantai Jakat

Itinerary
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.