Kompas.com - 05/12/2014, 10:23 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

Pada September 2013 lalu diselenggarakan puncak Sail Komodo di Pantai Pede, Kota Labuan Bajo. Bukan hanya Taman Nasional Komodo yang diminati wisatawan yang berkunjung ke Manggarai Barat, ternyata wisata budaya dan alam juga sangat diminati wisatawan. Wisata budaya itu dapat ditemukan di Kampung Cecer, Desa Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat.

Selain potensi wisata budaya yang sudah terkenal di dunia luar, Kampung Cecer juga mengembangkan potensi lokal serta kerajinan tangan. Kerajinan tangan yang dilakukan kaum perempuan adalah menenun songke dan memintal benang wol menjadi kain songke. Kain songke selalu dipakai oleh kaum perempuan pada berbagai acara di kampung. Agak berbeda dengan kaum laki-laki yang selalu memakai celana panjang.

Kerajinan tangan yang dilakukan kaum perempuan di Kampung Cecer adalah menganyam tikar dari daun pandan. Anyaman tikar berwarna warni dibuat oleh kaum perempuan pada malam hari pada waktu senggang. Kaum perempuan memiliki pekerjaan utama adalah sebagai petani, sedangkan menganyam tikar dan menenun adalaah pekerjaan sampingan.

Kampung Cecer juga terkenal dengan penghasilan kopi Arabika. Selama ini kopi Arabika selalu menguntungkan para tengkulak.

Untuk itu didampingi oleh Yayasan Burung Indonesia, warga masyarakat di Kampung Cecer membentuk kelompok. Dan pada 2013 kelompok ini menghasilkan produk kopi lokal yang sering di sebut Kopi Tuk Bambam. Bambam adalah kependekan dari Bentang Alam Mbeliling. Kopi ini diolah secara tradisional tanpa menggunakan mesin pengolah kopi. Tepung kopi ditumbuk oleh kaum perempuan dalam kelompok.

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Membuang gendang dan nggiling dilakukan para laki-laki di Kampung Cecer, Desa Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Kaum laki-laki di Kampung Cecer masih membuat alat-alat tarian caci berupa Gendang, Nggiling (alat tangkis saat caci).

Warga Masyarakat Kampung Cecer juga bekerja sama dengan Yayasan Burung Indonesia untuk tetap menjaga konservasi hutan Mbeliling. Bentang alam Mbeliling terdapat burung Endemik Flores. Bentang alam Mbeliling selalu dikunjungi oleh para peneliti burung di dunia serta tujuan wisata Burung bagi turis yang memiliki minat khusus pada burung.  

Ribuan wisatawan asing dan domestik sudah mengunjungi kampung ini. Bahkan kunjungan itu dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat yang mereka bentuk dalam sebuah koperasi.

Selain itu, pada  Februari 2014 lalu, seorang turis dari Denmark ikut menari dalam tarian tradisional warga masyarakat Kampung Cecer yang lazim disebut Tarian Kerangkuk Alu.

Kampung Cecer yang tidak jauh dari jalan negara Labuan Bajo-Ruteng dan sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Kampung Cecer merupakan satu-satunya kampung di Kabupaten Manggarai Barat yang tidak jauh dari Kota Labuan Bajo yang selalu menampilkan atraksi budaya, baik dalam pesta adat di kampung maupun saat ada kunjungan wisatawan yang ingin menyaksikan tarian Caci dan tarian-tarian khas lainnya yang masih dipertahankan warga masyarakat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.