Kompas.com - 05/12/2014, 17:03 WIB
Pekerja membersihkan rumput di kompleks Candi Ratu Boko, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (28/3/2011).  KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOPekerja membersihkan rumput di kompleks Candi Ratu Boko, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (28/3/2011).
EditorNi Luh Made Pertiwi F
KOMPAS.com — Udara di Bukit Boko terasa dingin menggigit. Hamparan rumput hijau dan reruntuhan bangunan batu yang lengang membuat suasana semakin dingin. Padahal, pada suatu masa, ada kehidupan di antara dinding batu itu.

Situs Ratu Boko berjarak sekitar 3 kilometer dari Candi Prambanan. Dengan membayar karcis terusan Rp  30.000, pengunjung bisa naik bus yang disediakan oleh pengelola Candi Prambanan untuk pergi ke kawasan Candi Ratu Boko.

Sesampai di sana, pengunjung bisa duduk-duduk melepas lelah di serambi restoran yang menghadap ke lembah. Tampak Gunung Merapi menjulang di kejauhan. Setelah segar sehabis istirahat, mulailah perjalanan menanjak bukit untuk menengok situs Ratu Boko.

Entah kehidupan seperti apa yang terjalin di situs Ratu Boko ini dulu. Dilihat dari pola peletakan bangunan, banyak yang berpendapat bahwa situs Ratu Boko adalah keraton atau istana raja.

Ada yang menebaknya sebagai tempat tinggal Raja Boko. Raja Boko adalah ayah dari Roro Jonggrang. Ingat legenda Roro Jonggrang dan seribu candi? Ada yang bilang, Ratu Boko ini dulu istana Roro Jonggrang.

Ada juga yang berpendapat, situs ini dulu digunakan untuk tempat beribadah. Pasalnya, berdasarkan suatu prasasti Rakai Panangkaran, bangunan pada situs Ratu Boko itu dulu disebut Abhyagiri Wihara.

Namun, walau wihara itu untuk agama Buddha, di situs ini juga banyak arca peninggalan agama Hindu seperti arca Ganesha. Selain itu, ada juga yang bilang, melihat  dari tempatnya yang di bukit dan pemandangannya yang indah, situs ini dulu adalah tempat peristirahatan raja-raja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meskipun hanya tinggal bongkahan puing-puing, wisatawan tetap datang ke obyek wisata tersebut. Hal yang pertama kita lihat saat tiba di situs Ratu Boko adalah lima gapura. Empat gapura mengapit, dan satu gapura utama di tengahnya.

Bentuknya tampak begitu megah. Mudah sekali membayangkan putri yang anggun berjalan melewati gapura itu. Lalu, merintis lapangan berumput di sebelah kiri, kita akan sampai ke bangunan berwarna putih. Itulah Candi Pembakaran.

Menurut keterangan di papan petunjuk, candi yang terbuat dari batu putih itu berfungsi untuk tempat membakar kayu. Di dekat situ juga terdapat sumur yang airnya digunakan untuk Upacara Tawur Agung pemeluk Hindu.

Berjalan terus, kita akan sampai ke sebuah pendapa yang terbuat dari batu andesit. Bila melintasinya dan terus berjalan, kita akan menemukan sisa-sisa keputren. Keputren itu wilayah untuk putri-putri raja yang biasanya dijaga ketat dan tidak boleh dimasuki laki-laki.

Agak jauh dan sedikit terpencil, kita akan menemukan dua gua. Diperkirakan, gua itu digunakan untuk bermeditasi.

Situs Ratu Boko sendiri sering dilewatkan oleh para pengunjung Candi Prambanan. Padahal, situs ini menarik. Berkunjunglah ke sini dan bebaskan imajinasimu. Bayangkanlah berbagai kehidupan yang mungkin pernah ada di sini. (Dikha/Potneg/Annisa/Kidnesia/Foto: Ricky Martin)



Sumber Kidnesia
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Desa Wisata Carangsari Bali, Desa dengan 14 Daya Tarik Wisata

Desa Wisata Carangsari Bali, Desa dengan 14 Daya Tarik Wisata

Jalan Jalan
Menparekraf Sandiaga Tanggapi PHRI yang Menolak Sertifikasi CHSE

Menparekraf Sandiaga Tanggapi PHRI yang Menolak Sertifikasi CHSE

Travel Update
Setelah Bali, Batam dan Bintan Ditargetkan Buka untuk Turis Asing

Setelah Bali, Batam dan Bintan Ditargetkan Buka untuk Turis Asing

Travel Update
Syarat Turis Asing yang Boleh Wisata ke Bali, Sehat dan Bervaksin Covid-19

Syarat Turis Asing yang Boleh Wisata ke Bali, Sehat dan Bervaksin Covid-19

Travel Update
Ada Hoaks soal Wisata Jogja, Ini Daftar Resmi 7 Tempat Wisata di Sana yang Buka

Ada Hoaks soal Wisata Jogja, Ini Daftar Resmi 7 Tempat Wisata di Sana yang Buka

Travel Update
Rencana Argentina Terima Turis Asing Mulai November 2021

Rencana Argentina Terima Turis Asing Mulai November 2021

Travel Update
Norwegia Akan Buka Perbatasan secara Bertahap

Norwegia Akan Buka Perbatasan secara Bertahap

Travel Update
Kedai Kopi Pucu'e Kendal Ramai Pengunjung, meski Buka Saat Pandemi

Kedai Kopi Pucu'e Kendal Ramai Pengunjung, meski Buka Saat Pandemi

Jalan Jalan
Ingin Wisata ke Magelang? Yuk Kunjungi Desa Wisata Candirejo

Ingin Wisata ke Magelang? Yuk Kunjungi Desa Wisata Candirejo

Jalan Jalan
4 Tipe Glamping di The Lodge Maribaya Lembang, Mulai Rp 800.000 Per Malam

4 Tipe Glamping di The Lodge Maribaya Lembang, Mulai Rp 800.000 Per Malam

Jalan Jalan
Fasilitas Glamping Lakeside Rancabali, Resor Tepi Situ Patenggang yang Indah

Fasilitas Glamping Lakeside Rancabali, Resor Tepi Situ Patenggang yang Indah

Jalan Jalan
3 Spot Foto Favorit di Kawah Putih Ciwidey, Bisa Lihat Sunrise

3 Spot Foto Favorit di Kawah Putih Ciwidey, Bisa Lihat Sunrise

Jalan Jalan
Bosan di Rumah Terus karena Pandemi? Berikut 3 Ide Piknik Bersama Pasangan Tanpa Keluar Mobil

Bosan di Rumah Terus karena Pandemi? Berikut 3 Ide Piknik Bersama Pasangan Tanpa Keluar Mobil

BrandzView
Aktivitas Menarik yang Bisa Dilakukan di The Lodge Maribaya

Aktivitas Menarik yang Bisa Dilakukan di The Lodge Maribaya

Jalan Jalan
Pendakian Gunung Sumbing via Butuh Kaliangkrik Buka Lagi, Ini Syaratnya

Pendakian Gunung Sumbing via Butuh Kaliangkrik Buka Lagi, Ini Syaratnya

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.