Kompas.com - 06/12/2014, 19:35 WIB
Wisatawan mengendarai mobil jip saat mengikuti wisata lava tour di kaki Gunung Merapi, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (17/5/2013). Wisata mengunjungi daerah bekas aliran lava erupsi Merapi ini dipungut biaya Rp 300.000 - Rp 500.000 per trip. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOWisatawan mengendarai mobil jip saat mengikuti wisata lava tour di kaki Gunung Merapi, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (17/5/2013). Wisata mengunjungi daerah bekas aliran lava erupsi Merapi ini dipungut biaya Rp 300.000 - Rp 500.000 per trip.
EditorI Made Asdhiana
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta Duta Besar Swiss untuk Indonesia Yvonne Baumann membantu mempromosikan pariwisata Yogyakarta di negaranya.

"Dengan demikian, diharapkan banyak wisatawan Swiss yang berwisata ke Yogyakarta. Apalagi, masyarakat Swiss dikenal suka berwisata," kata Sultan usai menerima kunjungan Yvonne Baumann di Yogyakarta, Jumat (5/12/2014).

Menurut Sultan, Swiss juga memiliki perguruan tinggi pariwisata terkemuka di dunia, dan dubes diharapkan bisa membantu mendatangkan pakar kepariwisataan Swiss untuk memberikan pelatihan kepada pelaku pariwisata di Yogyakarta.

Hal itu, lanjut Sultan, akan lebih hemat dan efisien bagi para pelaku wisata di Yogyakarta daripada datang hanya beberapa orang ke Swiss untuk melakukan kunjungan studi banding wisata.

"Yogyakarta yang dikenal kepariwisataannya bukan hanya dari obyek-obyek wisatanya yang beragam baik pantai, pegunungan, sejarah maupun budaya, juga dikenal kulinernya yang sangat lengkap di sudut-sudut kota," kata Sultan.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Prajurit Bugisan mengawal Gunungan Kakung yang dibawa dari Keraton Yogyakarta menuju ke Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada acara tradisi Grebeg Maulud, Rabu (16/2/2011).
Menanggapi permintaan Sultan, Yvonne Baumann mengatakan akan berusaha untuk menyampaikan langsung kepada institusi yang berwenang di Swiss agar bisa ditindaklanjuti. "Permintaan Sultan itu akan kami sampaikan kepada pihak yang berwenang dalam bidang kepariwisataan di Swiss. Kami berharap hal itu bisa ditindaklanjuti," katanya.

Menurut Yvonne, kunjungannya ke Yogyakarta ingin lebih dekat mengetahui sejarah dan kondisi terkini tentang kota tersebut yang telah diketahuinya sejak tugas sebagai Dubes Swiss di Chile.

Hal itu diketahui melalui pemberitaan media elektronik dan media cetak, bahkan ada majalah yang memuat di halaman muka dan besar tentang DIY di Chile. "Kunjungan yang baru pertama kali ke Yogyakarta itu ingin melihat secara langsung tentang Yogyakarta yang dikenal sebagai kota budaya, pariwisata, dan pendidikan terkemuka di Indonesia," katanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turis Asing Boleh Masuk Abu Dhabi, Uni Emirat Arab Tanpa Booster Vaksin

Turis Asing Boleh Masuk Abu Dhabi, Uni Emirat Arab Tanpa Booster Vaksin

Travel Update
Autograph Tower, Gedung Tertinggi di Indonesia yang Hampir Rampung

Autograph Tower, Gedung Tertinggi di Indonesia yang Hampir Rampung

Jalan Jalan
Rute ke Puncak Argopura Ketep Pass dari Kota Magelang, Cuma 1 Jam

Rute ke Puncak Argopura Ketep Pass dari Kota Magelang, Cuma 1 Jam

Travel Tips
Rute ke Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Dekat Pusat Kota

Rute ke Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Dekat Pusat Kota

Travel Tips
Wisata Gunung Batur Bali, Bisa Makan Telur yang Dimasak dari Panas Bumi

Wisata Gunung Batur Bali, Bisa Makan Telur yang Dimasak dari Panas Bumi

Jalan Jalan
Cara Bayar Paspor di M-Paspor via ATM, M-Banking, dan Internet Banking

Cara Bayar Paspor di M-Paspor via ATM, M-Banking, dan Internet Banking

Travel Tips
Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Travel Update
Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Travel Promo
Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Travel Update
Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Travel Tips
5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Travel Tips
Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Jalan Jalan
Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Jalan Jalan
Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.