Kompas.com - 08/12/2014, 15:26 WIB
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata mengandalkan wisata bahari dalam upaya mencapai target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sampai 2019, mengingat potensi besar sektor kelautan Indonesia.

"Wisata bahari merupakan salah satu program unggulan dan prioritas dalam pembangunan kepariwisataan nasional, dengan arah pengembangan yang terdiri dari pengenalan destinasi selam dan selancar (surfing), cruise, serta mendukung kampanye pelestarian lingkungan bahari, dan peningkatan wisata budaya bahari," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya pada Pembukaan Seminar Nasional Pariwisata Bahari di Balairung Soesilo Soedarman Jakarta, Senin (8/12/2014).

Menurut Arief, pengembangan wisata bahari sejalan dengan komitmen Kabinet Kerja Jokowi-JK dalam bidang kemaritiman, di mana Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk mengembangkan pariwisata bahari yang sejalan dengan rencana pengembangan poros tol laut di Indonesia.

Ia mengatakan, pihaknya sesuai dengan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS) telah menetapkan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang berbasis bahari, sehingga kerja sama antar sektor di tingkat pusat dan provinsi serta membangun kerja sama antara daerah akan dijadikan strategi di dalam pengembangan destinasi bahari.

KOMPAS/SIWI YUNITA CAHYANINGRUM Pantai Pulau Merah di Banyuwangi, Jawa Timur, kini menjadi tujuan wisata surfing baru. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memperkenalkan pantai tersebut lewat kompetisi surfing internasional, Jumat (23/5/2014).
"Maka, sebagai strategi yang tepat dalam pengembangan pariwisata bahari agar berkelanjutan adalah memperkuat kerja sama antarsektor dan daerah serta pelaku dan asosiasi pariwisata bahari," ucapnya.

Menpar menjelaskan kebijakan ini sesuai dengan potensi wisata bahari Indonesia yang sedemikian besar, di mana Indonesia memiliki total garis pantai mencapai 80.000 km dan luas laut yang mencapai sekitar 3,1 juta km2. Selain itu Indonesia memiliki sekitar 50.875 km2 terumbu karang.

Arief menegaskan, Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki potensi besar untuk pengembangan pariwisata bahari. Oleh karena itu, Indonesia menjadi jantung dari segitiga karang dunia yang terdiri dari beberapa negara, Indonesia, Malaysia, Timor Leste, Filipina, Papua Nugini, dan Solomon. "Sekretariat segi tiga karang dunia berada di Indonesia dan ditempatkan di Manado," ujarnya.

Lebih lanjut Kemenpar menekankan pentingnya upaya meningkatkan aksesibilitas, infrastruktur, fasilitas pariwisata, dan sumber daya manusia.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Wisatawan mengunjungi Pantai Dreamland, Bali, Jumat (7/9/2012). Pulau Bali ditargetkan dapat mendulang kunjungan wisatawan mancanegara hingga 4 juta orang pada 2012.
Menurut Arief, pariwisata bahari sangat dekat hubungannya dengan pengembangan kawasan pesisir yang memiliki ruang lingkup antara lain pengembangan akomodasi, restoran, maupun infrastruktur pendukungnya seperti marina, dermaga, pusat bisnis, dan sebagainya.

Oleh karena itu, perlu juga dikembangkan berbagai macam aktivitas pariwisata bahari termasuk rekreasi pantai, perahu rekreasi, wisata mangrove, berenang, snorkeling, menyelam, wisata memancing, selancar, dan berlayar.

Halaman:
Sumber Antara


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.