Kompas.com - 10/12/2014, 13:33 WIB
Warga beraktivitas di depan Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan wisata kota tua Jakarta, Minggu (27/3/2011). Gedung yang dibangun pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1870 tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya pada tahun 1972 dan sekarang dijadikan Museum Seni Rupa dan Keramik.  KOMPAS/IWAN SETIYAWANWarga beraktivitas di depan Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan wisata kota tua Jakarta, Minggu (27/3/2011). Gedung yang dibangun pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1870 tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya pada tahun 1972 dan sekarang dijadikan Museum Seni Rupa dan Keramik.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Melalui 'Pencanangan Pembangunan Ruang Pertunjukan Seni dan Budaya' yang diselenggarakan Selasa (9/12/2014) malam, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengumumkan bahwa Kota Tua Jakarta resmi menjadi destinasi wisata utama Jakarta.

"Jadi terhitung hari ini, 9 Desember 2014, saya umumkan bahwa Kota Tua Jakarta resmi menjadi destinasi wisata utama Jakarta," ungkap Arief di Kota Tua Jakarta.

Menurut Arief, sebagai destinasi wisata utama menandakan bahwa Kota Tua juga bukan hanya layak menjadi daya tarik wisata di Jakarta tapi juga nasional. Pencanangan ini selanjutnya ditandai dengan lahirnya Keputusan Menteri. "Kami harapkan setelah ini mendapatkan pengakuan dari UNESCO World Heritage Site untuk menjadi warisan utama dunia. Kalau sudah seperti itu bayangkan, bangganya Indonesia memiliki Kota Tua," katanya.

Kota Tua Jakarta memang sedang bertransformasi agar tidak hilang fungsi. Dalam rencana besarnya, kawasan ini akan menjadi kawasan yang sarat dalam bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya.

Dalam realisasinya, terdapat tujuh titik di kawasan Kota Tua Jakarta yang akan direvitalisasi. Hal itu diserukan oleh Ketua Dewan Penasehat Konsorsium Jakarta, Lin Che Wei. "Tujuh titik ini di antaranya, Taman Fatahillah, Gedung Kantor Pos, Gedung Kertaniaga, Tempat melangsungkan konferensi di dalam Gedung Kertaniaga, Gedung Cipta Niaga, gedung dan lahan di dekat Jembatan Batu, dan yang terakhir sculpture garden berupa pedestrian dan ruang publik terbuka," papar Wei.

Dalam rencananya juga, ketujuh titik ini dapat dirampungkan kurang lebih hingga dua tahun mendatang dan dalam waktu singkat dapat mendatangkan wisatawan lebih banyak lagi. Dua sampai tiga titik di antaranya bahkan direncanakan rampung dalam waktu dekat.

"Nantinya Kota Tua Jakarta menjadi kawasan creative camp atau creative centre sehingga besar dan dapat menjadi wadah ekonomi dan kreatif yang paling lengkap," tambah Arief.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.