Kompas.com - 18/12/2014, 08:49 WIB
Espresso Arjuno Tumenggung adalah campuran biji kopi Gunung Arjuno dan Sumbing Tumenggung jenis robusta yang disajikan Kafe Kopikina di Tebet, Jakarta Selatan. KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMANEspresso Arjuno Tumenggung adalah campuran biji kopi Gunung Arjuno dan Sumbing Tumenggung jenis robusta yang disajikan Kafe Kopikina di Tebet, Jakarta Selatan.
|
EditorI Made Asdhiana

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Seperti kisah kerajaan-kerajaan tanah Jawa yang tak ada habisnya. Pahit, asam, segar, dan yang pasti bikin ketagihan. Itulah sajian dalam secangkir kecil kopi Espresso Arjuno Tumenggung. Dari awal seruput sampai akhir tegukan pekat pahitnya kopi tetap terasa. Disinggahi rasa asam fruity atau buah khas kopi. Apalagi aromanya tidak seperti biji kopi tetapi seperti tanah di perkebunan yang baru disiram air gerimis. 

Espresso Arjuno Tumenggung adalah campuran biji kopi Gunung Arjuno dan Sumbing Tumenggung jenis robusta. Keduanya berasal dari perkebunan kopi di Jawa Tengah. "Kopi asli tanah di Pulau Jawa memang khas rasanya adalah medium," ujar Cornelius RP Swangga, pemilik Kafe Kopikina.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Sajian singkong goreng di Kafe Kopikina, Tebet, Jakarta Selatan.
Medium yang dimaksud adalah tidak ekstrem, baik asamnya maupun pahitnya. Mudahnya bisa dikatakan netral. Hampir semua cita rasa khas kopi ada di kopi Jawa. "Kopi Jawa bisa masuk kemana aja. Bisa ke latte, capuccino, atau kopi hitam. Karena netral, cocok kemana aja," kata Swangga.  

Kafe Kopikina berdiri sejak 2 tahun silam. Kafe yang berada di kawasan Tebet, Jakarta Selatan ini memiliki 80 koleksi biji kopi yang siap di-brewing dan diseduh buat pelanggan. Swangga mengatakan, "Yang tetap ada 50 pilihan. Yang lainnya adalah kopi edisi terbatas. Biasa kami sajikan sesuai persediaan". 

Semua kopi di Kafe Kopikina adalah kopi Indonesia. Mulai dari Papua sampai Aceh. Berbagai macam kopi yang disajikan adalah kopi yang disajikan di kafe kopi kebanyakan. Berbagai kopi yang bisa dipilih antara lain Paniani Moanemani, Toraja Marinding, Sumatra Sipirok, termasuk Sumatra Mandheling.  "Biji kopi kami hampir semua berasal dari tanah pedalaman," ucap Swangga.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Suasana bar Kafe Kopikina di Tebet, Jakarta Selatan, yang terbuka bagi pengunjung yang ingin mencoba art latte.

Swangga, pemilik Kopikina, adalah seorang geolog yang bergerak di bidang tambang. "Kerjaan saya keliling Indonesia. Itulah kenapa saya bisa menemukan kopi-kopi ini," katanya.

Swangga mengungkapkan salah satu kendala dalam bisnis kopi ini adalah pengiriman. "Tempatnya dari pedalaman. Jauh. Makanya pengirimannya menjadi mahal dan kadang sulit juga," katanya. 

Kafe Kopikina juga membuka kesempatan bagi para pelanggan untuk belajar art latte atau seni menghias kopi latte atau kopi campur susu. "Barista kami dengan senang hati berbagi ilmunya kepada pelanggan. Bar kami bebas kok, pelanggan boleh masuk," ajak Swangga kepada Kompas.com.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Art Latte, sajian seni kopi campur susu yang disajikan Kafe Kopikina di Tebet, Jakarta Selatan.

Kopi latte atau campuran kopi dan busa susu juga tidak kalah nikmat. Campurannya adalah sederhana saja, 30 persen kopi dan sisanya susu beserta busanya tanpa gula. Hampir tidak ada rasa asam dan pekat kopi. Rasa kopi yang muncul adalah pahit. Setelah itu tercampur dengan rasa manis legit dari susu. 

Makanan yang disajikan di kafe yang buka sampai jam 2 dini hari ini juga cukup beragam. Cemilan yang cocok adalah singkong goreng. Ngopi sambil makan singkong goreng. Ah, Indonesia banget kalau kata orang. 

Kalau mau agak ke barat-baratan bisa pesan egg sandwich.  Roti dilapisi telor mata sapi, mayones, dan taburan keju. Porsinya lumayan besar dengan penampilan yang menggoda.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Nasi Ayam Bumbu Bali di Kafe Kopikina, Tebet, Jakarta Selatan.

Makan besar yang banyak dipesan adalah Nasi Bumbu Bali. Ayam goreng yang dilapisi bumbu rempah khas Bali. Bumbu ini cukup menguasai setiap suapan. Rasa kunyitnya sangat kuat ditambah pedas. 

Di kafe Kopikina, pengunjung benar-benar dimanjakan oleh kekayaan kopi tanah air. Ternyata begitu banyak kopi dari pelosok negeri yang bisa dijelajahi. Makin cinta dengan kopi makin cinta juga dengan tanah air Indonesia. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X