400.000 Wisatawan Kunjungi Lawang Sewu

Kompas.com - 19/12/2014, 12:25 WIB
Bangunan Lawang Sewu di Semarang, Jawa Tengah, difoto dari udara, Minggu (29/6/2014). Lawang Sewu merupakan gedung peningggalan dari perusahaan kereta api swasta Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS yang dibangun pada tahun 1904. Kristianto Purnomo-Fikria HidayatBangunan Lawang Sewu di Semarang, Jawa Tengah, difoto dari udara, Minggu (29/6/2014). Lawang Sewu merupakan gedung peningggalan dari perusahaan kereta api swasta Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS yang dibangun pada tahun 1904.
EditorI Made Asdhiana
SEMARANG, KOMPAS.com - Sedikitnya lebih dari 400.000 wisatawan telah mengunjungi Gedung Lawang Sewu Semarang yang merupakan salah satu objek wisata sejarah di Kota Semarang selama 2014. "Tepatnya, jumlah pengunjung tahun 2014 sebanyak 411.198 wisatawan. Itu baru sampai periode November," kata Manager Pengelolaan Museum PT Kereta Api Indonesia (KAI), Sapto Hartoyo di Semarang, Kamis (18/12/2014).

Ia mengakui jumlah pengunjung Lawang Sewu dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, dan selama ini memang didominasi oleh wisatawan dari luar Kota Semarang, bahkan dari luar negeri.

Berdasarkan data PT KAI, jumlah pengunjung Lawang Sewu pada periode 2012 mencapai 121.696 wisatawan, pada 2013 mengalami peningkatan menjadi 234.206 wisatawan, dan terus meningkat pada tahun ini.

"Data pengunjung itu didapatkan dari jumlah tiket terjual. Kalau kunjungan rata-rata setiap hari, pada hari biasa antara 750-1.000 orang, sementara hari libur bisa sampai 2.500 orang/hari," katanya.

Menurut dia, pengelolaan bangunan yang kini difungsikan sebagai museum perkeretaapian itu terus dibenahi, khususnya penyediaan berbagai fasilitas bagi pengunjung, termasuk penyandang disabilitas.

Lawang Sewu, lanjut Sapto, kini sudah dilengkapi berbagai fasilitas untuk pengunjung, mulai mushala, jaringan WiFi, hingga kursi roda yang khusus disediakan bagi pengunjung dari penyandang disabilitas.

"Pembenahan yang kami lakukan pertama, tentu menghilangkan kesan mistis atau angker dari Lawang Sewu. Bukan lagi wisata mistis, tetapi wisata historis. Kami buka untuk kegiatan seni dan budaya," katanya.

KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah.
Terbukti, berbagai upaya pembenahan pengelolaan Lawang Sewu menjadikan gedung milik PT KAI itu semakin banyak dikunjungi wisatawan, termasuk berkat kerja sama yang dijalin dengan biro-biro wisata.

"Untuk mendongkrak kunjungan, kami ajak kerja sama biro-biro wisata. Kemudian, Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang juga diajak kerja sama kunjungan ke museum," katanya.

Tarif tiket masuk Lawang Sewu, tambah Sapto, tidak mengalami perubahan, yakni untuk kalangan dewasa sebesar Rp 10.000 per orang, sementara anak-anak dan pelajar cukup membayar Rp 5.000 per orang.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X