Karibu Tanzania...

Kompas.com - 23/12/2014, 13:38 WIB
Wildebeest di Serengeti, Tanzania. NOVA DIENWildebeest di Serengeti, Tanzania.
EditorI Made Asdhiana

Ngorongoro National Park adalah keajaiban alam dunia kedelapan. Dinding setinggi 600-an meter dengan dasar kawah yang menyebar sepanjang 102 kilometer persegi sekan membentuk kuali raksasa di depan kami. Kawah yang terbentuk akibat ledakan gunung vulkanik jutaan tahun lalu ini dihuni oleh hampir setiap spesies satwa liar asli yang bermigrasi ke Afrika Timur termasuk badak hitam yang langka.

Kawah yang dideklarasi sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1978 ini memiliki konsentrasi satwa liar terbesar di dunia. Di sini juga terdapat gerombolan gajah banteng dengan gading yang sangat besar, karena kandungan mineral yang kaya tanah vulkanik dan rumputnya. Gajah-gajah ini luar biasa besarnya, dipastikan adalah gajah terbesar yang pernah Anda lihat.

Maasai Village

Setelah beristirahat di Hippo Lake, kami melanjutkan perjalanan ke Seneto Maasai Village di Ngorongoro Conservation Area, sebuah desa tradisional suku asli yang dilestarikan di Tanzania. Kami disambut oleh kepala Suku Maasai dan tarian wanita Suku Maasai. Kepala suku menunjukkan kepada kami bagaimana kehidupan penduduk Maasai. Mulai dari kebiasaan bagaimana mereka memasak, mengurus ternak dan mengajak kami ke dalam rumah kecil, tepatnya hanya seukuran kandang ternak.

Rumah dengan jendela di bagian atas sekecil korek api ini dibangun dari kayu yang direkatkan dengan kotoran sapi. Di dalamnya terdapat ada dua bilik kecil, satu untuk tempat tidur wanita dan satu untuk anak-anak. Pria tidak mempunyai bilik. Apalagi suami pada Suku Maasai mempunyai empat orang istri, yang akan berpindah dari satu ke rumah istri lainnya setiap saat.

Di sini juga saya sempat menyaksikan acara minum darah sapi segar. Urat vena leher sapi hidup ditusuk dengan bambu kecil, kemudian darah yang keluar ditadah dan langsung diminum. "Not for me, thanks."

Kunjungan ke Maasai Village ini adalah akhir perjalanan safari kami. Di kejauhan kami melihat Rhino, anggota hewan terakhir dari Big Five - yang menjadi perburuan saya selama safari. Matahari yang terbenam di savannah Tanzania menutup perjalanan safari kami. Pengalaman seumur hidup yang memberikan persepsi berbeda bagi saya dalam melihat suatu kehidupan.

NOVA DIEN Desa Maasai di Ngorongoro Conservation Area, Tanzania.
Sejak liburan pertama ke Tanzania, saya sangat terkesan dengan keramahan penduduk lokal yang tulus satu sama lain, tidak hanya kepada wisatawan, tentunya kekayaan alamnya, termasuk budaya dan tradisi yang dijaga oleh pemerintah maupun penduduk lokalnya.

Kuliner

Makanan selama safari cukup bervariasi, kebanyakan adalah western food. Sedangkan makanan lokal yang saya coba adalah Nyama Choma yaitu makanan populer penduduk lokal berupa daging panggang ditemani saos tomat, nasi, keripik kentang dan ugali (ibarat nasi bagi orang Indonesia).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X