Kota Palu Siap-siap Sambut Wisata Gerhana Matahari

Kompas.com - 25/12/2014, 17:40 WIB
Ramon Y Tungka menjajal paralayang di Kota Palu bersama Asgaf, seorang atlet paralayang profesional. DOK KOMPAS TVRamon Y Tungka menjajal paralayang di Kota Palu bersama Asgaf, seorang atlet paralayang profesional.
|
EditorI Made Asdhiana

Ia mengaku sejauh ini hotel-hotel berbintang di Palu sudah mulai penuh dipesan oleh wisatawan yang ingin menyaksikan GMT. Tercatat wisatawan Jepang sudah memesan 55 kamar, Amerika Serikat 260 kamar, dan Inggris sekitar 75-100 kamar. Hotel berbintang di Palu antara lain Hotel Santika Palu, Hotel Mercure Palu, dan Swiss-belhotel Silae Palu.

"Rencananya akan ada Best Western dengan 144 kamar. Kemarin juga launching hotel Double R atau Roa-roa. Nanti ada hotel sultan," jelas Bambang.

Selain itu, Bambang juga menuturkan bahwa Palu sudah mulai menata untuk infrastruktur, seperti bandara yang sudah layak dikunjungi turis asing. Ia berharap ke depannya pariwisata Palu bisa berkelanjutan.

Poernomo juga mengungkapkan hal serupa. Ia berharap wisatawan tak hanya datang saat GMT terjadi, namun telah hadir sebelum gerhana dan bisa mengeksplor daerah tersebut. "Kita jadi bisa perkenalkan destinasi kita dengan baik, dari seni budaya dan alamnya. Demikian juga saat gerhana. Tidak saat terjadinya gerhana saja. Tetapi bagaimana wisatawan bisa dua minggu sebelumnya bisa menikmati Indonesia dan berkeliling Indonesia," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap program-program seperti post gerhana bisa digarap bersama oleh stakeholder. Sehingga terjadi promosi yang berkelanjutan agar Indonesia semakin dikenal dunia.

"Paket-paket bisa digarap bersama. Kami juga ingin ada misalnya Jazz Road to GMT. Tinggal kita lihat daerah mana yang kita ajak. Palu yang ternyata bersemangat, sehingga jadi prioritas utama. Program ini baru berhasil jika stakeholder dan pemda bersemangat," tuturnya.

PATA (Pacific Asia Travel Association) merupakan badan promosi pariwisata dunia yang beranggotakan sekitar 1.100 industri pariwisata dari 42 negara. Oleh karena itu, seperti diungkapkan Poernomo, PATA memiliki kemampuan untuk turut mempromosikan wisata tersebut ke mancanegara. Nah, tinggal menunggu saja apakah daerah lain yang dilintasi GMT juga memiliki semangat yang sama memanfaatkan momen GMT untuk pariwisata.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Virus Corona, Wisatawan Nusantara di Lombok Melejit Sampai 70 Persen

Dampak Virus Corona, Wisatawan Nusantara di Lombok Melejit Sampai 70 Persen

Whats Hot
Doyan Makan Ikan? Coba Restoran Sashimi All You Can Eat di Tokyo

Doyan Makan Ikan? Coba Restoran Sashimi All You Can Eat di Tokyo

Promo Diskon
Singapura Prediksi Penurunan Wisatawan hingga 30 Persen akibat Virus Corona

Singapura Prediksi Penurunan Wisatawan hingga 30 Persen akibat Virus Corona

Whats Hot
Imbas Virus Corona, Singapura Kehilangan 20.000 Wisatawan Setiap Hari

Imbas Virus Corona, Singapura Kehilangan 20.000 Wisatawan Setiap Hari

Whats Hot
Melalui Festival Pulau Penyengat 2020, Tanjungpinang Tegaskan Bebas Corona

Melalui Festival Pulau Penyengat 2020, Tanjungpinang Tegaskan Bebas Corona

Jalan Jalan
Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Whats Hot
Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Jalan Jalan
Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Makan Makan
4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

Makan Makan
Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Whats Hot
Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Whats Hot
Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Jalan Jalan
Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Jalan Jalan
Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali

Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali

Makan Makan
Dampak Wabah Corona, Insentif Sektor Pariwisata Ditetapkan Minggu Ini

Dampak Wabah Corona, Insentif Sektor Pariwisata Ditetapkan Minggu Ini

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X