Kompas.com - 29/12/2014, 20:16 WIB
Seorang petugas memeriksa tiket penumpang paket wisata perjalanan kereta api dari Stasiun Ambarawa menuju Stasiun Tuntang, Jawa Tengah, Senin (29/12/2014). KOMPAS.COM/SYAHRUL MUNIRSeorang petugas memeriksa tiket penumpang paket wisata perjalanan kereta api dari Stasiun Ambarawa menuju Stasiun Tuntang, Jawa Tengah, Senin (29/12/2014).
|
EditorI Made Asdhiana
ROMANTISME masa lalu bukan hanya dominasi orang-orang tua. Generasi yang lebih mudapun berhak menikmatinya. Itulah gambaran paket wisata perjalanan kereta api dari Stasiun Ambarawa hingga Stasiun Tuntang pulang pergi sejauh 12 kilometer. Memasuki hari kedua sejak dioperasikan, pengunjung selalu membeludak. Harga tiket yang relatif mahal, yakni Rp 50.000 per orang dengan jarak tempuh 12 kilometer ini seolah tidak menyurutkan animo masyarakat untuk mencoba menaiki kereta jadul ini.

"Puas sih puas, bisa merasakan romantisme zaman dulu. Masalahnya harga tiketnya ya yang kemahalan," kata Sukma (38), pengunjung asal Solo yang datang bersama delapan anggota keluarganya, saat ditemui usai turun dari kereta api di Stasiun Ambarawa, Senin (29/12/2014) siang.

Lain lagi bagi Jody Jovantio (15), pengunjung asal Bandung yang tergabung dalam Komunitas Edan Sepur Indonesia ini mengaku sangat menikmati perjalanan wisata ini. Dia berharap pengelola terus meningkatkan pelayanannya sehingga pengunjung merasa nyaman. "Saya senang jalur rel tua ini masih bisa dilewati. Harapannya pengunjung mendapatkan pelayanan yang maksimal. Mulai dari toilet sampai ketersediaan informasi. Karena setiap bagian dan detail di stasiun dan kereta ini menyimpang banyak sejarah," kata Jody yang datang bersama sembilan rekan-rekannya ini.

Paket wisata perjalanan kereta api dari Stasiun Ambarawa menuju Stasiun Tuntang dibuka PT KAI sejak 28 Desember 2014 hingga 5 Januari 2015 mendatang. Setiap harinya secara reguler diberangkatkan kereta sebanyak tiga kali, mulai dari jam 09.00, 11.00 dan 13.00. Sedangkan kapasitas yang tersedia adalah 150 tempat duduk yang terbagi dalam tiga gerbong berdinding kayu. Dengan kecepatan sekitar 5 kilometer per jam, sepanjang perjalanan, para penumpang cukup leluasa menikmati panorama hijau persawahan dan indahnya Danau Rawapening.

Menurut Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi IV Semarang, Suprapto, meskipun kondisi Museum Kereta Api Ambarawa masih dalam proses revitalisasi namun jumlah pengunjung selama libur sekolah dan Natal ini mengalami peningkatan yang cukup tinggi. "Angka kunjungan selama liburan ini berkisar antara 600 sampai dengan 700 pengunjung per harinya. Kalau hari biasa, pengunjungnya berkisar di antara 150 sampai 200 orang," kata Suprapto.

KOMPAS.com / FITRI PRAWITASARI Kereta Api Wisata B 2502 di Stasiun Ambarawa, Jawa Tengah
Sementara itu Kepala Stasiun Ambarawa, Tri Prastiyo mengatakan, paket wisata perjalanan kereta api dari Stasiun Ambarawa menuju Stasiun Tuntang menggunakan lokomotif berbahan bakar solar. Sebab jika menggunakan lokomotif uap yang berbahan bakar kayu biayanya cukup mahal. "Kita pakai (loko) solar supaya harga tiketnya tidak terlalu mahal. Sebab kalau paket di luar hari libur ini sekali jalan biayanya Rp 15 juta untuk kereta uap," kata Tri.

Menanggapi tingginya animo masyarakat terhadap paket perjalanan wisata kereta api ini, lanjut Tri, pihakya belum bisa memastikan apakah pengoperasian paket kereta ini akan diperpanjang atau ditutup sesua rencana. "Kami siap sebetulnya, tapi semua keputusan ada di pusat," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X