Kompas.com - 02/01/2015, 09:11 WIB
EditorI Made Asdhiana
SEMARANG, KOMPAS.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Tengah melibatkan para bloger untuk mempromosikan sejumlah obyek wisata di Jateng. "Pada prinsipnya kami ingin melakukan promosi melalui digitalisasi informasi, salah satunya dengan cara melibatkan para blogger," kata Kepala Disbudpar Jateng, Prasetyo Aribowo di sela peluncuran Central Java E-tourism di Semarang, Rabu (31/12/2014).

Dia mengharapkan para blogger bisa ikut mempromosikan wisata di Jawa Tengah melalui tulisan di internet.

"Saat ini kan sudah merupakan era kejujuran, kalau baik ya dibilang baik, sedangkan kalau buruk dikatakan buruk. Jadi mereka bebas menuliskan tentang apa saja yang sudah dilihat di destinasi wisata tersebut," katanya.

Sebagai bahan tulisan, Disbudpar Jateng sudah beberapa kali mengajak para blogger untuk mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Jateng, di antaranya Candi Borobudur dan Sangiran.

DOK INDONESIA.TRAVEL Klenteng Gedong Batu atau Sam Po Kong di Semarang, Jateng, adalah sebuah petilasan dari tempat persinggahan dan pendaratan pertama Laksamana Cheng Ho.
Pada masa mendatang, lanjut Prasetyo, akan lebih banyak lagi destinasi wisata yang rencananya dikunjungi oleh para blogger.

Selain itu, Disbudpar Jateng juga berharap akan ada lebih banyak lagi blogger yang bisa dilibatkan sehingga tulisan semakin banyak.

Hingga saat ini, jumlah blogger yang dilibatkan untuk seluruh Jateng baru mencapai 40 orang. "Kami akan terus mengajak mereka ke tempat-tempat baru yang perlu dikembangkan sebagai destinasi wisata, untuk kegiatan ini kami sudah menyiapkan anggaran," katanya.

Menurut dia, upaya tersebut lebih efektif dibandingkan dengan hanya menunggu laporan dari pemerintah kabupaten/kota yang diajukan setiap enam bulan sekali.

Pada masa mendatang, Disbudpar Jateng akan menerapkan laporan dari pemerintah kabupaten/kota setiap akhir bulan.

KOMPAS IMAGES / FIKRIA HIDAYAT Kabut berarak di sekitar Candi Borobudur, magelang, Jawa Tengah.
"Sehingga di setiap bulan, data yang terdapat pada situs Central Java E-tourism ini selalu baru. Pada tahun depan masyarakat bisa mengetahui jumlah wisatawan yang berkunjung di setiap destinasi wisata. Selain itu masyarakat juga bisa mengetahui lebih lengkap tentang destinasi wisata yang ada di provinsi ini," paparnya.

Prasetyo mengharapkan dengan adanya program Central Java E-tourism, promosi tidak hanya efektif untuk masyarakat lokal luar Jateng, tetapi juga sampai ke mancanegara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.